36

47 2 0
                                        


Ketika mata menyipit, bibir melengkung ke atas. Di situ aku berkata, "Terima kasih, karena hari ini aku bisa seperti saat ini."

•••

Keinginan terbesar Manda :

12 Desember 2017

1. Selalu bersama Bunda dan Papa.
2. Setiap hari Minggu pergi ke pantai bersama      
    Bunda dan Papa.
3. Diantar sekolah oleh papa dan bekal di buat  
    oleh bunda. 
4. Setiap ulang tahun dirayakan oleh orang-orang yang  aku sayang.
5. Bahagia menua bersama Varo, Hehehe


-

--

13 Desember 2022

1. Selalu bersama bunda dan papa.✖️
2. Setiap hari Minggu pergi ke pantai bersama      
    bunda dan papa.✖️
3. Diantar sekolah oleh Papa dan bekal di buat  
    oleh Bunda.✖️
4. Setiap ulang tahun dirayakan oleh orang-orang yang  aku sayang.
5. Bahagia menua bersama Varo — diubah jadi Afrell Zidan Fransdava, hehe.

--

14 Mei 2023

1. Selalu bersama Bunda dan Papa. ✖️
2. Setiap hari Minggu pergi ke pantai bersama Bunda dan Papa. ✖️
3. Diantar sekolah oleh Papa dan dibekali oleh Bunda. ✖️
4. Setiap ulang tahun dirayakan oleh orang-orang yang aku sayang.
5. Bahagia menua bersama Varo — diubah jadi Afrell Zidan Fransdava, hehe.
Tapi... Afrell juga dihapus. Sekarang? Jomblo.

Pelajaran tengah berlangsung. Sebagian besar siswa tampak fokus mendengarkan penjelasan guru di depan kelas. Beberapa dari mereka sibuk mencatat apa yang tertulis di papan tulis, sementara yang lainnya mengangkat tangan untuk bertanya—biasanya sih, anak-anak pintar.

Namun, tidak dengan Manda. Hari ini pikirannya melayang ke mana-mana. Matanya terus berpindah, menatap Afrell… lalu ke arah Raya… lalu kembali lagi ke Afrell.

Entah kenapa, Manda merasa dadanya sesak. Ada perasaan aneh yang tidak bisa dia jelaskan. Dan yang membuatnya makin bingung, Afrell beberapa kali terlihat membalas tatapannya.

Mereka tidak bicara. Tidak saling sapa. Tapi ada tatapan itu—yang seperti punya makna, atau mungkin hanya perasaan Manda saja?

Sungguh rumit kisah percintaannya.

Semua berawal dari Varo—lelaki yang dulu dia percaya sepenuh hati, namun ternyata mengkhianatinya. Sejak saat itu, Manda merasa hancur, trauma, dan takut membuka hati.

Lalu datanglah Afrell.

Lelaki yang katanya akan menyembuhkan semua luka. Yang berjanji akan selalu ada di sampingnya. Yang mengatakan, "Aku gak akan nyakitin kamu kayak dia, percayalah."

Tapi apa? Nyatanya, takdir kembali menyadarkannya bahwa harapan itu terlalu tinggi. Afrell ternyata telah bertunangan. Dan yang lebih menyakitkan, tunangannya adalah Raya—kakak tirinya sendiri.

Manda tersenyum miris mengingat semuanya. Setelah ini... apa lagi? Apalagi yang harus dia hadapi?

Yang masih terus membayangi pikirannya—kenapa Afrell memutuskan hubungan mereka secara tiba-tiba?

Tidak mungkin hanya karena foto itu.

Dia mengenal Afrell. Dia bukan tipe orang yang mudah percaya begitu saja. Dia pasti akan mencari tahu kebenarannya lebih dulu… kan?

AfmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang