18

129 48 5
                                        


"Jangan pernah merasa sendiri, karena kami akan selalu ada untukmu."

— Sifa Adeeva

🍁🍁🍁


"Sahabat itu seperti bintang—ia memang tidak selalu terlihat, tapi selalu ada untukmu."

— Siska Adzkiya

••••


"Baiklah, mungkin hanya itu pelajaran kita siang ini. Ibu akhiri, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."

"Wa'alaikumsalam, Bu."

Baru saja guru menghilang dari balik pintu, semua siswa berhamburan keluar, bahkan ada yang sampai berebutan pintu.

"Eh... Sutini, gue yang duluan ya!"

"Sutini-sutini? Nama gue Tiara, enak aja lo asal ganti nama orang, ya bandrol," kata Tiara sambil mendorong badan cowok di depannya.

"Ah, nggak penting, pokoknya gue duluan," ucapnya sambil menyingkirkan badan Tiara.

"Gak mau, pokoknya gue duluan!" Tiara berkata sambil mempertahankan posisinya dengan memegang pintu kelas.

"Gue ada urusan penting, nggak bisa ditunda," jawab cowok itu dengan serius.

"Gue yang lebih penting! Kucing gue mau lahiran, dan nggak ada yang bantu! Lo nggak kasihan sama mereka?" Tiara mulai kesal.

"Gak penting, gue yang lebih darurat. Pokoknya gue duluan," cowok itu mendorong kembali badan Tiara sekuat tenaga.

"Gak mau, pokoknya gue!" Tiara tetap bertahan.

"Gue."

"Gu..."

"Kalau mau berantem, jangan di sini! Lihat, yang di belakang nggak bisa lewat. Kalian itu menghalangi jalan, tau nggak?" ucap ketua kelas dengan tegas.

Tiara dan Deni, kalau sudah bertemu, pasti seperti kucing dan tikus, nggak pernah akur. Persis kayak Tom and Jerry.

"Hehehe... mangap," jawab keduanya serempak.

"Cieee... jodoh nih ye," sahut Sifa dari barisan belakang.

"Cie cie, pasangan baru nih."

"Deni dan Tiara, cocok sih."

"CATAT OY, HARI INI BERSEJARAH BAGI KELAS KITA!"

"Apaan sih kalian? Gue sama dia... ogah," timpal Tiara sambil melirik Deni sinis.

"Siapa juga yang mau sama lo?" sahut Deni dengan santai.

"Udah-udah, kalian ini mau pulang nggak sih? Malah ribut," sahut Siska, merasa kesal.

Mereka yang mendengarnya tersadar. Sedari tadi, mereka hanya menghabiskan waktu dengan menonton pertengkaran Tiara dan Deni yang nggak ada habisnya.

Berbeda dengan pasangan yang ada di barisan belakang. Mereka malah asyik pacaran, bahkan keributan di depan mereka sama sekali nggak digubris.

AfmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang