6

206 89 13
                                        

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!!!

Jangan lupa vote dan komen ya
teman teman!!!

****

Manda berjalan menuruni tangga menuju meja makan, siap untuk melakukan ritual paginya—sarapan sebelum berangkat sekolah.

"

Pagi, Non," suara Bik Murni terdengar dari dapur.

"YA AMPUN, BIBIK KAPAN NYAMPE NYA?" teriak Manda dengan kaget, matanya langsung membulat melihat Bik Murni yang tiba-tiba muncul.

Bik Murni, pembantu yang sudah lama bekerja di rumahnya, akhirnya kembali setelah beberapa hari pulang ke kampung halaman untuk mengurus anaknya yang sedang sakit.

"Semalam Bibik nyampe nya udah malam, jadi nggak sempat kabarin Non Manda," jawab Bik Murni sambil tersenyum.

"Ih... Bibik, aku kangen tau! Peluk!" ucap Manda dengan wajah ceria, sambil merentangkan tangannya.

Bik Murni pun tersenyum, lalu memeluk Manda dengan hangat, seolah dia sudah menganggap Manda seperti anaknya sendiri.

"Udah sekarang Non Manda makan dulu, nanti telat loh," ucap Bik Murni dengan suara lembut, sambil melihat jam.

"Tapi Bibik temenin aku ya," ucap Manda, dengan nada manja yang membuat Bik Murni terkekeh.

"Iya, udah Bibik temenin," jawabnya sambil duduk di sebelah Manda.

Manda pun mulai menikmati sarapannya, sementara Bik Murni duduk di sampingnya, menemaninya dengan senyuman hangat. Rasanya nyaman sekali ada Bik Murni di sampingnya lagi setelah beberapa hari tidak bertemu.

Manda terkejut melihat mobil yang berhenti di depan rumahnya. Suara mesin mobil yang tiba-tiba terdengar membuyarkan lamunannya.

"Siapa ya?" gumamnya heran, melirik ke arah jendela.

Penasaran, Manda segera melangkah keluar rumah. Begitu pintu mobil terbuka, terlihatlah sosok seorang laki-laki yang mengenakan seragam yang sama sepertinya.

"Afrel?" ucap Manda, matanya membulat seketika.

Afrel, dengan ekspresi datar seperti biasa, melangkah keluar dari mobil. Tanpa berkata apa-apa, dia hanya menatap Manda sebentar, lalu berjalan ke arah pintu rumah, seolah sudah terbiasa datang ke sini.

Manda yang masih terkejut, tetap diam, hanya memandangnya sambil merasa jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya.

"Lo... ngapain ke sini?"

Manda yang masih terkejut, tetap diam, hanya memandangnya sambil merasa jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya.

Afrel menatapnya datar. "Ayo, naik," ucapnya singkat, memberi isyarat dengan anggukan kepala ke arah mobil.

Manda mengernyit. “Kok tiba-tiba lo jemput gue?”

Afrel mengangkat bahu, lalu menatap Manda dengan senyum tipis yang nyaris tak terlihat. “Emang gak boleh jemput pacar sendiri?”

Manda langsung memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan pipinya yang memanas. “Apaan sih...” gumamnya pelan, tapi senyum kecil terlukis jelas di wajahnya.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Afrel membukakan pintu mobil untuknya. Manda melangkah masuk dengan hati berdegup cepat, masih tak percaya cowok sedingin Afrel bisa melakukan hal seperti itu.

Sesampainya di depan gerbang sekolah, Afrel menghentikan mobilnya perlahan. Beberapa siswa yang lewat sempat melirik ke arah mereka, bahkan ada yang berbisik-bisik.

AfmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang