22

89 32 3
                                        

Assalamualaikum teman-teman!!

Selamat pagi!

Kembali lagi bersama author, gimana nih kabar kalian?

Sebelum membaca, silakan vote dan komen dulu ya, biar author tambah semangat hehe 🤗

Dan jangan lupa follow:

Ig: Wp.Afma
TikTok: Maya.agustin6

🍁🍁🍁🍁

-Selamat membaca-

Bel masuk menggema di seluruh penjuru sekolah. Ada yang masih santai makan di kantin, ada yang membolos di belakang sekolah, dan ada juga yang berjalan tergesa-gesa memasuki kelas agar tidak telat untuk mengikuti pelajaran.

Manda masih nyenyak tertidur di brankar UKS, setia ditemani kedua sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Sifa dan Siska.

The best friends deh kalian.

Setelah dari taman tadi, mereka memutuskan mengajak Manda untuk menenangkan pikirannya sejenak di UKS. Ya, walaupun mereka membolos karena malas mengikuti pelajaran.

Ada yang ngerasa sama gak?

Mereka sangat sedih dan prihatin dengan kondisi Manda saat ini. Kedua sahabatnya benar-benar mengerti bagaimana perasaan Manda.

Sifa menatap Manda yang terlelap di kasur UKS dengan mata sendu.

"Gue nggak tega liat Manda kayak gini," ucap Sifa pelan sambil menggenggam lembut tangan Manda.

"Sama, tapi yang bisa kita lakuin sekarang cuma jadi penguat buat dia."

"Gue nggak nyangka kalau Afrel tega ngelakuin ini ke Manda. Padahal gue bisa liat ketulusan di mata Manda buat dia," lanjut Sifa, suaranya dipenuhi kecewa.

"Bener kata lo, gue gak yakin kalau itu bener-bener keinginan Afrel. Lo liat sendiri kan ekspresi dia pas di taman tadi? Kayak... terpaksa ngomong kayak gitu."

"Heem, gue juga ngerasa aneh. Gak mungkin masalahnya cuma gara-gara foto itu doang. Pasti ada yang disembunyiin."

Siska baru saja ingin menanggapi, tapi suara lenguhan pelan memotong percakapan mereka.

"Eughh..." Perlahan, mata Manda terbuka. Pandangannya langsung tertuju pada dua sahabatnya yang tengah menatapnya khawatir.

"Eh, lo udah bangun," celetuk Sifa dengan senyum tipis, lega.

"Pertanyaan lo dah, itu mata Manda udah melek berarti udah bangun dong," ucap Siska sambil melirik Sifa.

"Ya kan cuma basa-basi doang," balas Sifa dengan nada sedikit sewot.

"Jam berapa?" tanya Manda, memotong perdebatan kecil di antara mereka.

"Baru jam 10, lo tidur lagi aja," jawab Siska sambil mengecek jam tangannya.

"Gak ngantuk lagi gue," ucap Manda sambil perlahan mendudukkan dirinya di kasur UKS.

Hening sesaat. Manda terdiam, pandangannya kosong menatap lantai. Pikirannya kembali terbang ke kejadian di taman tadi. Ia masih belum bisa percaya... Afrel memutuskan hubungan mereka begitu saja, tanpa penjelasan yang masuk akal.

"Mikirin apa?" ucap Sifa, membuyarkan lamunan Manda.

"Gak papa," jawab Manda singkat.

"Mikirin Afrel lagi, ya?" tebak Sifa. "Dengerin gue, lo boleh sedih, tapi jangan kelamaan ya. Gue gak mau sahabat gue galau terus."

AfmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang