35

50 4 0
                                        

"Hidup ini penuh dengan kejutan, jadi persiapkanlah dirimu sebaik mungkin."

•••

"Tinggalkan seseorang yang hanya tahu caranya menyakitimu."

•••

Happy Reading 💫

Dua minggu telah berlalu, liburan panjang pun resmi berakhir. Banyak momen yang mereka habiskan bersama—penuh tawa, cerita, dan tentu saja... kejutan yang tak terduga.

Kini, Manda terbaring di atas kasurnya. Setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan, akhirnya ia bisa merentangkan tubuhnya dengan lega. Sekitar 20 menit yang lalu mereka tiba di rumah.

Akhirnya sampai juga... badan rasanya remuk semua.

Banyak banget kejutan selama liburan kali ini.

Pertunangan Afrell dan Raya masih terekam jelas dalam ingatannya. Manda masih sulit percaya bahwa semua ini benar-benar terjadi—sampai sejauh ini.

Dengan langkah pelan, ia berjalan menuju balkon kamar. Hembusan angin sore menyambutnya lembut saat ia berdiri di balik pembatas balkon. Matanya menatap langit yang mulai meredup, burung-burung beterbangan menuju sarang, seolah tahu waktunya untuk pulang. Jam sudah menunjukkan pukul lima sore.

Dari saku celananya, Manda mengeluarkan sebuah boneka kecil. Sangat mungil, cukup untuk digenggam dengan satu tangan. Boneka itu... sempat hilang beberapa tahun lalu. Kini kembali ke tangannya—entah bagaimana.

Boneka spesial, hadiah dari Bunda tercinta saat Manda meraih peringkat pertama di kelas 2 SMP. Kenangan itu seperti potongan film lama yang diputar ulang dalam pikirannya. Senyum Bunda, pelukan hangatnya, dan kata-kata penyemangat yang selalu Manda rindukan.

Ia mengeratkan genggaman pada boneka itu, seolah tak ingin kehangatan masa lalu itu kembali hilang.

Dia teringat bagaimana boneka itu bisa kembali ke tangannya.

Beberapa hari yang lalu...

"Man, lo mau kemana? Udah rapi aja," tanya Siska dari kamar sebelah.

"Gue mau ke taman belakang dulu," jawab Manda santai.

"Oh, oke. Hati-hati, ya!"

"Sip!" Manda mengacungkan jempol dan membuka pintu kamar.

Tanpa sengaja, kakinya menginjak sesuatu yang kecil dan keras. Ia menunduk, memandangi benda itu dengan seksama. Sebuah boneka kecil, seukuran jari jempolnya, yang entah kenapa terasa sangat familiar.

Manda mengambil boneka itu dan mengelap bagian yang kotor dengan lengan bajunya.

Kenapa boneka ini ada di sini?

Bukankah boneka ini hilang setahun yang lalu? Dia bahkan sudah mencarinya kemana-mana tapi tak pernah ketemu.

Kalau pun boneka ini jatuh di sini, kenapa dia belum pernah datang ke taman ini sebelumnya?

Dan kalau benar jatuh di sini, bagaimana mungkin boneka ini masih sebersih dan sebagus ini?

Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi kepalanya, membuatnya semakin bingung.

Tiba-tiba, dari kejauhan, Manda menangkap bayangan seseorang yang mengamatinya dengan diam-diam.

Siluet itu mulai berlari dan tanpa pikir panjang, Manda langsung mengejarnya. Siapa sebenarnya orang yang selalu mengawasinya? Apa motifnya? Begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab.

AfmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang