30

77 13 0
                                        


"

Sebenarnya, dulu aku tak pernah berharap kita akan berakhir seperti ini. Tapi aku bisa apa… jika takdir memang telah mengatur segalanya, dan kita ternyata ditakdirkan bukan untuk saling memiliki."

....


Siang itu, Manda dan kedua sahabatnya tampak sangat bersemangat pergi ke mall untuk mencari perlengkapan yang akan mereka bawa saat liburan besok. Suasana mall yang ramai justru membuat mereka semakin antusias.

Mereka berjalan menyusuri deretan toko pakaian, sibuk memilih baju yang cocok dipakai saat liburan.

Sifa langsung menghampiri rak pakaian yang penuh dengan berbagai pilihan. Matanya tertuju pada satu baju yang langsung menarik perhatiannya. Tapi, karena terlalu banyak pilihan, ia justru malah dibuat pusing sendiri.

"Gimana menurut kalian, baju ini bagus gak?" tanya Sifa sambil memegang satu baju yang ia pilih.

"Wah, bagus tuh, Sif. Cocok juga sama warna kulit lo," komentar Manda sambil mengangguk setuju.

"Gimana kalau kita couple-an pake baju ini aja?"

"Boleh tuh, lucu juga kalau kita kembaran," jawab Siska semangat.

Sifa lalu memanggil salah satu staf toko.

"Iya, Dek. Ada yang bisa saya bantu?" tanya personal shopper dengan ramah.

"Mbak, baju ini ada warna hitam tiga biji gak ya?"

"Ada, Mbak. Saya ambilkan dulu ya," jawab staf itu sambil tersenyum dan beranjak pergi.

Sifa berjalan mendekati Siska yang sedang sibuk memilih sepatu. Dengan senyum, Siska menunjukkan sepatu warna-warni yang baru dipilihnya.

"Bagus kan? Lucu banget, dan cocok buat jalan-jalan di pantai!" katanya antusias.

"Udah, ambil itu aja," ucap Manda singkat.

Setelah itu, mereka melanjutkan mencari barang yang diperlukan. Mulai dari topi sampai sunblock, semuanya masuk daftar belanjaan mereka. Namun, di balik semangat itu, Manda masih saja memikirkan pesan misterius yang diterimanya semalam.

"Eh, tapi gimana ya? Gue nggak bisa tenang buat besok," keluh Manda.

"Masalah semalam lagi, ya?" tanya Sifa.

Manda mengangguk. Semua yang terjadi semalam sudah ia ceritakan pada Sifa dan Siska.

"Ah, udah deh, lupain dulu aja. Gak usah dipikirin terus. Sekarang kita fokus belanja, yuk," ujar Sifa santai sambil cengengesan.

"Betul, yuk! Jangan terus-terusan galau," Siska menarik tangan keduanya dan mengajak berjalan mengelilingi mall.

B

eberapa jam kemudian, setelah puas berbelanja, Manda, Sifa, dan Siska memutuskan untuk istirahat sejenak di food court. Mereka duduk di meja yang nyaman, sambil menikmati hidangan favorit masing-masing.

Suasana di sana sangat tenang. Di sudut food court, seorang musisi memainkan lagu yang mengalun lembut.

"Manda, jangan terus-terusan galau, ya," ucap Sifa sambil menatap Manda yang tampak diam.

AfmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang