27

69 20 3
                                        

“Bagian terburuk dari menggenggam kenangan,
bukan rasa sakitnya…
Tapi kesepian yang diam-diam ikut tinggal saat kita mengenangnya sendirian.”

✿✿✿

“Gagal bukan akhir.
Itu cuma tanda bahwa kamu harus coba lagi,
dengan cara yang lebih berani dari sebelumnya.”

╰┈➤ Karena hidup gak berhenti cuma karena sekali jatuh.

---

Happy reading, dear readers…


Hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh seluruh siswa SMA Bima Shakti. Ya, hari pembagian rapor! Semua siswa tampak bersemangat, tak sabar ingin melihat hasil belajar mereka selama satu semester terakhir.

Setelah bel masuk berbunyi, seluruh siswa berkumpul di aula sekolah. Suasana begitu riuh oleh obrolan dan tawa. Ada yang percaya diri, ada juga yang gelisah menanti hasil nilainya.

Tiba-tiba, dentingan suara lonceng menggema memenuhi aula, membuat semua siswa hening seketika. Semua mata tertuju ke arah panggung utama.

Kepala sekolah, Pak Wijaya, berdiri tegak di depan mikrofon dengan senyum ramah menghiasi wajahnya. Suaranya lantang dan penuh wibawa.

"Selamat pagi, siswa-siswi SMA Bima Shakti!" sapanya. "Hari ini adalah hari yang istimewa bagi kita semua. Ini adalah saatnya kita melihat sejauh mana usaha, kerja keras, dan dedikasi kalian selama ini membuahkan hasil."

Beliau melanjutkan dengan nada penuh penghargaan,
"Sebelum kita memulai pembagian rapor, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru, staf, serta para orang tua. Tanpa dukungan dan doa mereka, proses pembelajaran takkan berjalan sebaik ini, dan kita takkan sampai pada pencapaian luar biasa seperti hari ini."

Setelah tepuk tangan meriah menggema dari seluruh aula sebagai bentuk penghargaan, Pak Wijaya kembali mengambil alih mikrofon. Senyumnya tak surut sedikit pun, menambah ketegangan dan antusiasme yang sudah memenuhi udara.

"Terima kasih atas semangat dan kerja keras kalian semua!" ucapnya lantang. "Sekarang, tibalah saat yang paling kalian tunggu—pengumuman juara umum SMA Bima Shakti tahun ini."

Seluruh aula seketika hening. Beberapa siswa tampak saling melirik, beberapa lainnya menggenggam tangan mereka sendiri, berdebar menanti.

"Penghargaan ini diberikan kepada siswa-siswi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, serta menunjukkan kontribusi positif bagi sekolah dan lingkungannya."

Pak Wijaya perlahan membuka amplop bersegel emas di tangannya, lalu menatap nama-nama yang tertulis di dalamnya.

"Dengan bangga saya umumkan, juara umum SMA Bima Shakti tahun ini adalah:

1. Varo Michael Aderald
2. Arkan Alexander
3. Putri Anggraini

Selamat untuk kalian semua!" ucap Pak Wijaya penuh semangat.


Aula pun kembali riuh oleh tepuk tangan dan sorakan. Beberapa siswa berdiri untuk memberi selamat.

AfmaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang