Bab #39 ( Asam Klorida)

46 7 1
                                        


Kalian percaya dengan takdir Tuhan ?
Aku percaya, sesuatu yang sudah di garis takdirkan oleh-NYA adalah yang terbaik. Seperti halnya ini, dipertemukan oleh lelaki terbaik yang bertanggung jawab atas semua yang ia lakukan. Aku bersyukur telah mengenalmu, menjadikanmu kekasihku adalah hal terbaik dan mencintaimu adalah sebuah keberuntungan bagiku. Kamu selalu mengatakan bahwa aku adalah semestamu, iya aku adalah semestamu dan kamu adalah pelangi yang sudah Tuhan siapkan untuk mewarnai hidupku. Aku tidak akan kecewa dengan takdir yang di berikan oleh Tuhan, aku tidak akan kecewa dengan apa yang akan terjadi nantinya. Karena bagiku, bersamamu adalah sebuah anugrah. Terima kasih telah hadir di hidupku, terima kasih telah menerima dan mencintaiku. Aku mencintaimu, Alkarian Giovani ❤

- SENJANA EDEILWEISS -

****

Hari menjelang senja. Langit mulai berganti warna, nampak pink ke orange di ufuk barat terlihat sangatlah indah.

" Alka, cuacanya sekarang sudah berganti ke musim panas. Coba lihatlah matahari terbenam itu, sangat indah, kan ?" Dengan senyum indahnya ia terus memandangi langit dari balkon, Senjana memang sangat menyukai langit senja.

" Kamu pernah berjanji padaku jika kita hidup bersama nanti, kamu akan selalu menemaniku menikmati langit senja bersama. Jadi tolong buka matamu, dan ayo tepati janjimu itu "

Tanpa Senjana sadari, Alka mulai membuka matanya perlahan. Mengerjap pelan menyesuaikan warna cahaya ruang. Matanya menyelisik melihat sekitaran. Sayup sayup ia mendengar seorang wanita tengah bersenandung dengan sangat merdu dari balkon.

" Yah Sayang, mataharinya udah bobok. Harusnya tadi kamu lihat langitnya berwar-" ucapannya terjeda ketika ia melihat seseorang tengah menatapnya " Alka " pekiknya terkejut ketika melihat sang kekasih sudah membuka matanya dan menatapnya dengan sangat intens.

" Terimakasih Tuhan,akhirnya Engkau mendengar doaku. kamu bangun ? Terimakasih telah kembali, Sayang " Dengan senyum indahnya ia berjalan menuju ranjang alka, memeluk kekasihnya dengan sangat erat. Ia menangis dengan sangat keras, isakan demi isakan terdengar di ruangan itu.

Alka hanya diam mematung, bahkan ia masih tak memiliki tenaga untuk sekedar membalas pelukan kekasihnya. Hanya air mata yang keluar dari sudut mata alka, itu adalah air mata kerinduan.

" Terimakasih telah kembali " Hanya ungkapan rasa syukur yang ia gemakan, sesekali ia mengelua kepala alka dan mencium kening alka.

" A..a..a " mulut alka bergetar, ingin sekali ia mengatakan sesuatu pada gadisnya itu, namun anehnya tak ada suara yang terdengar dari mulut alka.

" Kenapa, Ka ? Kamu mau ngomong apa ?"

' Mengapa alka seperti kesulitan untuk berbicara ?' Batin senjana.

Dengan cepat, Nana menekan tombol darurat di atas ranjang milik Alka. Untuk memanggil dokter agar datang kemari.

" Ada apa, Na ?" Tanya Arthur panik, ia bergegas dari ruangannya sambil berlari. Senyum merekahnya keluar ketika melihat sahabatnya yang saat ini tengah menatapnya.

" Sudah bangun, Ka ? Sini gue periksa dulu" ucap Arthur sambil memeriksa kondisi badan Alka.

" Kondisinya sudah mulai stabil, Na. Jadi jangan khawatir "

" Bisa kita bicara sebentar diluar, Thur ?" Ajak senjana

" Kenapa ?" Tanya arthur ketika mereka berdua sudah sampai di luar pintu kamar Alka.

" Kenapa suara Alka tidak bisa keluar, Thur ? "

" Maksudnya ?"

" Kenapa dia tidak bisa mengeluarkan suaranya ?"

SKY OF LOVE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang