Alka memasuki kediaman keluarga Atmaja, matanya menyelisik setiap sudut ruang dengan rasa kagum. Bangunan dengan nuansa american classic menambah kesan hangat pada dirinya. Jangan salah, bukan berati rumahnya tidak sebagus milik Calvin, rumah Alka tidak jauh berbeda dengan rumah ini, hanya saja suasana hangat di rumah ini berbeda dengan suasana dingin dan juga suram di rumahnya.
"Wah, ini rumah atau istana ?" Celetuk Kenzio ketika baru saja menginjakkan kakinya di pintu utama.
"Anak tunggal kaya raya, konglomerat abadi. Pasti lo gak pernah ngerasain makan nasi garam kan, Vin ?" Sindir Kenzio yang membuat gelak tawa semuanya.
"Lo pikir jadi anak kaya itu enak ? Ya jelas enak banget lah, gak perlu capek capek nyari lowongan kerja " Jawab Calvin dengan nada sombongnya. Apa Zio akan marah mendengar jawaban tengil dari Calvin? Jawabannya tentu tidak, karena ini sudah terlalu biasa masuk indera pendengarannya.
Ketika mereka sibuk bergurau, tanpa mereka semua sadari seorang pria paruh baya tengah berjalan mendekati mereka.
"Kalian sudah datang ?" Sapanya dengan senyum keramahan.
"Selamat malam, Om." Sapa Arthur dan Kenzio secara berbarengan.
"Selamat malam, Pah." Sapa Alka ( Jangan kaget, di part part sebelumnya kan udah di jelasin kalau Orang tua Calvin menganggap Alka adalah anak mereka juga) total yang di panggil Bapak itu ada 3 ya, panen Bapak..
"Wah, siapa ini yang datang ? Kenapa tidak pernah menghubungi Papa mu ini, Ka ? Bagaimana keadaanmu sekarang ?" Ucap Atmaja sambil berangsur memeluk Alka. Tak lupa, beliau juga menyalami semua teman teman Calvin yang juga datang di kediamannya.
"Seperti biasa, jika anak emasnya datang, anak kandungnya jadi anak tiri. Sudah biasa ini, sudah biasa." Sindir Calvin dengan nada sarkatisnya.
"Kamu kan ketemu papah setiap hari, Vin. Masih kurang ?" Goda Atmaja, Calvin memang tipikal anak pecemburu, tapi dia rela berbagi Ayah dengan Alka. bukan tanpa alasan, dia tau kehidupan Alka sejak kecil yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Ayah kandungnya sendiri.
"Dimana Mamah ? Calvin lapar dan mereka semua juga lapar."
"Ajak kawanmu ke ruang makan, kita makan bersama. Kebetulan, mamah mu masak banyak hari ini, katanya mau menyambut putra sulungnya. Alka, Mamah mu masak makanan kesukaanmu, ayo makan bersama " Tawar Atmaja yang langsung di sambuti binaran mata oleh semua orang.
"Terima kasih, Pah." Ucap Alka sopan.
Semua orang menuju ruang makan utama, disana sudah ada Nyonya Atmaja dan juga Grey yang sedang menyiapkan makanan. Grey tidak hanya menumpang tidur, adakalanya dia membantu pekerjaan rumah yang ringan, rumah Calvin memang memiliki asisten rumah tangga, tapi untuk urusan memasak, Nyonya Atmaja tidak ingin ada yang menyentuh dapurnya. Dia hanya ingin Keluarganya menikmati masakan buatannya.
"Alka, Putra sulung Mamah sudah datang. Kemari Ka, duduk di sebelah Mamah." Sambut Nyonya Atmaja sambil menciumi pipi dan kening putra sulungnya itu.
"Gue iri dengan keromantisan ini." Ucap Kenzio dan di sambuti gelak tawa Calvin dan juga Arthur. Arthur sudah tidak terkejut lagi melihat keluarga ini. Memang dari dulu seperti itu, Calvin akan menjadi anak kedua jika Alka datang menginap di rumahnya.
Setelah duduk di kursi, mata Alka tertuju pada Grey, dia masih terlihat tenang, semoga tidak ada satupun dari sahabatnya yang keceplosan dan memgungkit soal hilangnya Bara.
Grey yang sedari tadi merasa di tatap oleh seseorang, tiba tiba mendongakkan kepalanya dan mendapati dirinya tengah di tatap intens oleh kakak iparnya.
"Apa ada yang salah, Kak ?" Tanya Grey yang membuat Alka tersadar dari lamunannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SKY OF LOVE
FanfictionKisah Cinta yang di iringi banyak sekali Air mata mungkin akan cocok untuk di deskripsikan dalam lembaran kisah cinta ini.
