"Kakimu semakin membaik, Alka. Luar biasa, kegigihanmu sungguh patut di puji" Ucap Dokter Edward bangga.
" Terima kasih, Dokter. Saya tidak sabar untuk berjalan kembali." Balas Alka, wajahnya kini nampak berseri, sepertinya dia melupakan semua kejadian semalamnya yang bertengkar dengan Kenzio.
" Cobalah berdiri secara perlahan. saya yakin, kakimu sudah mampu untuk menopang tubuhmu."
"Ini sepertinya masih sangat sulit, Dokter."
"Biar saya bantu. tunggu sebentar, saya ambilkan tongkatnya dulu." Ucap Dokter, kemudian pergi meninggalkan Alka untuk mengambil tongkat penyangga.
Diruangan fisioterapi inilah saat ini Alka berada, masih dengan sabar ia menjalani hari harinya dengan terapi bersama Dokter Edward. Sebuah lengkungan bahagia terukir di wajah Alka ketika ia mendapat kabar bahwa ada kabar gembira tentang kemajuan kondisi kakinya saat ini. Dia semakin tidak sabar untuk melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan yang sangat engap ini untuk segera mencari kekasihnya.
"Sebentar lagi aku akan datang, Na." Ucap Alka sambi memandangi kakinya.
"Coba bangun, Alka. Gunakan tongkat penyangga ini. Bangunlah secara perlahan." Pinta Dokter Edward yang di angguki Alka.
Alka menerima tongkat penyangga itu dengan senyuman bangga, ini adalah penantiannya selama ini. Yah meskipun masih harus menggunakan tongkat. Setidaknya dia bisa berjalan.
Alka pelan pelan bangun dari tempat tidurnya di bantu oleh Dokter, dengan perlahan ia mulai melangkahkan kakinya.
'WAR IS OVER.' Batin Alka gembira (Pedee banget, Justru ini bakal awal perang yang sangat panjang, Bung !!)
"Bagaimana, Alka ? Apa masih terlalu berat untuk melangkah ?" Tanya Dokter Edward penasaran, sedari tadi ia memperhatikan ekspresi dan tingkah laku pasiennya yang di luar nalar. Bukan hanya senyam senyum sendiri tapi Alka juga mengeluarkan ekspresi yang tidak dapat di fikirkan ( Intinya itu ekspresi yang sulit di tebak )
"Tidak, ini sedikit lebih ringan." Balas Alka sumringah.
"Kelihatannya kamu begitu bersemangat, seperti ingin berlari saat ini juga. Apa kamu tidak sabar untuk bertemu dengan gadis senja itu ?" Selidik sang Dokter yang tepat sasaran, Alka tersenyum dan mengangguk gembira.
"Alka, saya ingin memberikan sesuatu untukmu "
"Apa ini sebagai kenang kenangan ?" Tanya Alka penuh penasaran.
Kemudian sang Dokter merogoh kantong di jubah putihnya, mengambil sekotak perhiasan berbentuk hati berwarna merah marun. Dokter Edward memberikan kotak itu pada Alka, dan di terima dengan senany hati meskipun dalam hatinya masih terdapat tanda tanya.
"Apa ini, Dokter ?"
"Buka saja " Titah sang Dokter.
"Kalung emas dengan bentuk hati ? Sepertinya ini model lama dan juga Ini seperti barang antik ?" Ada perasaan merinding dan kikuk ketika ia menyentuh barang itu, seperti ada perasaan tersendiri dan juga seperti ada ikatan jiwa pada barang tersebut.
"Bagaimana, apa menurutmu itu cantik ?"
"Yahh ini sangat cantik, tapi bagaimana bisa Dokter memberikan barang berharga ini padaku." Heran Alka. yah logikanya begini, mereka bertemu di rumah sakit sebagai dokter dan pasien. Tanpa ada ikatan persaudaraan apapun, lantas atas dasar apa Dokter Edward memberikannya barang miliknya yang sangat berharga.
"Aku menyimpannya cukup lama, lagian aku tidak memiliki seorang putri yang bisa aku wariskan. Aku melihat cintamu begitu besar pada gadis senja, makanya aku memberikannya padamu. Berikan kalung itu padanya ketika kalian bertemu nanti." Ucap Dokter Edward sambil menepuk bahu Alka.
KAMU SEDANG MEMBACA
SKY OF LOVE
Fiksi PenggemarKisah Cinta yang di iringi banyak sekali Air mata mungkin akan cocok untuk di deskripsikan dalam lembaran kisah cinta ini.
