Bab #69 ( Hanya Bermain)

229 8 1
                                        

  - JAKARTA, 2007

"Kakak.." Teriakan seorang bocah berusia 8 tahun menggema di seluruh penjuru koridor sekolah. Dengan kaki mungil dan perut gembulnya itu tak membuatnya patah semangat untuk terus berlari dan meneriakan nama kakaknya meskipun ia sendiri tahu bahwa kelas kakaknya ada di gedung paling ujung.

"Kak Alka, Kak Vin.. " Teriakan bocah itu terus menerus hingga  mengundang beragam reaksi aneh para siswa yang berpapasan dengannya itu, namun tetap saja ia tidak memperdulikannya, hingga sampailah ia di depan kelas kakaknya, ketika ia hendak masuk kelas, tubuh gembulnya di tabrak oleh seorang anak yang hendak keluar kelas.

"Aduh.. " Pekiknya yang terpental dan duduk di lantai.

"Kamu kenapa, Dek ?" Tanya anak tersebut dengan wajah herannya.

"Kak Vin, Kakak dimana ?" Tanya bocah tersebut pada anak yang menabraknya tadi yang ternyata adalah Calvin

"Ada di dalam kelas, sini kak Vin bantu kamu berdiri dulu. Bara kenapa nyari kak Alka, apa ada masalah ?" Tanya Calvin sembari mengulurkan tangan untuk membantu Bara kecil berdiri.

"Kak Biyan belantem, Kak Vin " Ucap Bara dengan nada celatnya dan dengan nafas yang masih setengah ngos ngosan karena sedari tadi berlari.

Meskipun dengan nada celat dan juga pengucapan yang sedikit terbata bata, Calvin mampu menangkap isi dari ucapan Bara. Bara ini masih susah melafalkan huruf R, jadi ia masih belum bisa menyebut nama Bryan dengan benar. Mendengar hal itu, Calvin buru buru masuk kedalam kelas dan memanggil Alka yang saat ini tengah menikmati bekal makan siangnya di dalam kelas. Memang seperti biasanya, Calvin, Alka dan Bryan tidak pernah datang ke kantin untuk makan, mereka lebih suka makanan buatan rumah yang lebih sehat.

"Alka, di cari adek mu di depan" Ucap Calvin ketika sudah berada di depan Alka.

"Tumben bocah tomat kemari pas jam makan siang, ada apa ?" Tanya Alka yang penasaran karena ini memang tidak terlihat seperti biasanya.

"Bryan berantem, dengerin dulu deh ucapan Bara, aku engga paham soalnya. Dia kapan sih sembuh dari celatnya ?" Gerutu Calvin yang membuat Alka sedikit tertawa.

Setelah itu Alka keluar dan menemui adiknya, namun hal lucu lain terjadi ketika Bara menggelesot di lantai sambil ngos ngosan dengan mulut yang masih megap megap seperti ikan kembung.

"Adek kenapa, tumben nyari kakak pas makan siang ?" Tanya Alka yang ikut nggelesot di lantai.

"Kak Byan belantem, Kak" Adu Bara ketika sudah berada di depan Alka.

"Kenapa kak Bryan berantem ? Bara coba cerita dulu ke kakak."

"Tadi Bala main bola sendili di lapangan, telus ada anak nakal yang dolong Bala sampai jatuh, ini lihat tangan Bala melah. Kak Byan lihat terus belantem sama anak nakal itu " Jelas Bara sambil memperlihatkan luka memar di siku tangannya.

"Aduh, nanti kakak bakal kena marah mamah lagi " Ucap Alka dengan raut frustasinya.

"Kakak engga salah, yang salah anak nakal itu. Nanti Bala yang aduin ke mamah, kakak jangan takut ya " Balas Bara dengan menangkup wajah kakaknya.

"Vin bawa kotak P3K gak ? Tolong obatin adekku ya, aku mau nyusulin Bryan dulu "

"Iya, sini Bara ikut kak Vin " Ajak Calvin yang langsung di angguki oleh Bara.

"Dek, di tas kak Alka ada jajan, nanti adek makan aja. tapi jangan makan keju, inget ya adek punya alergi keju, nanti adek gatal gatal " Nasehat Alka yang langsung di balas acungan jempol Bara.

Setelah itu Alka meninggalkan Bara bersama dengan Calvin. sepeninggal Alka, Calvin mengajak Bara untuk masuk ke dalam dan mendudukannya di bangku miliknya dan juga Alka. Sementara Calvin mengobati luka Bara, Bara tengah di sibukkan menyantap bekal makanan Alka dan juga memakan semua jajanan yang berada di tas Alka kecuali meninggalkan yang ada keju di komposisinya.

SKY OF LOVE Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang