Alka : Vin, ada yang mau gue katakan. Ada masalah penting.
Calvin : Masalah apa, Ka ?
Alka : Lo penasaran dengan apa yang semalem gue bahas sama bokap lo, kan ? Gue ada satu permintaan buat lo.
Calvin : Katakan dulu apa yang lo obrolin sama bokap gue, baru nanti gue putusin bisa atau enggaknya ngebantu lo. Karena sebelum lo minta tolong ke gue, lo lebih dulu minta tolong ke sumber utamanya. Kalau papah saja engga bisa bantu, apalagi gue ? Jadi lebih baik, lo katakan sejujurnya.
Alka : Gue butuh pekerjaan di kantor lo. Gue butuh posisi yang paling bagus, gue butuh manajer pemasaran.
Calvin : Lo serius ? Dari semua jabatan, lo mau jadi manajer pemasaran ? Kenapa lo pilih itu sedangkan lo bisa jadi sekertaris gue.
Alka : Perusahaan yang lo pegang ini bergerak di pembuatan mobil listrik, gue mau andil di pemasarannya.
Calvin : Lo udah lama vakum dari dunia bisnis, gue takut lo bakal kesusahan.
Alka : Selama ini gue belajar sembunyi sembunyi dari lo. Ini hanya sementara, jadi gue mohon kasih posisi itu. Gue gak bakal salah gunakan posisi itu.
Calvin :Apa ini yang lo bicarain sama bokap gue ?
Alka : Gue bakal bilang sama lo, tapi gue mohon lo jangan terlibat apapun.
Calvin : Oke selagi lo bisa menanganinya sendiri, gue tidak akan terlibat.
Alka : Gue mau ngehancurin perusahaan bokap gue. Jadi gue butuh posisi itu supaya bisa lebih dekat dengan supliyer, distributor serta konsumen.
Calvin : Lo yakin ? Tidak semudah itu menghancurkan perusahaan raksasa.
Alka : Gue yakin kalau gue bisa.
Calvin : Oke gue akan bantu lo.
Alka : Thanks, Vin.
******
"Gue pikir lo engga cocok pake yang itu, coba ganti yang ini, Ka " Ucap Arthur sembari menyerahkan setelan jas berwarna abu abu.
"Ini sudah yang ke-empat kalinya gue nyoba dan kalian selalu bilang engga cocok, gue mau kerja bukannya mau kencan buta atau fashion show." Protes Alka, pasalnya dia sudah terlalu lelah untuk bolak balik ruang ganti untuk memenuhi ekspetasi sahabatnya ini.
"Lo cocok pake semuanya
cuma untuk kesan pertama, lo harus tampil sebagus mungkin." Balas Arthur yang membuatnya mendapat pelototan mata dari Alka dan juga Calvin.
"Ini untuk yang terakhir kalinya gue nyoba jasnya, kaki gue udah beneran ngilu " Gerutu Alka tidak santai.
Saat ini mereka bertiga sedang berada disebuah toko jas yang terletak di salah satu mall besar yang berada di Jakarta. Mengenai rencana Alka yang ingin masuk ke perusahaannya, Calvin berinisiatif untuk membelikan beberapa setelan jas untuk sahabatnya ini. Sebenarnya Alka memiliki banyak sekali jas di appartemennya, tapi entah mengapa Calvin memiliki effort tinggi untuk mendandani sahabatnya itu dengan setelan jas formal terbaru dan mahal.
Sudah 2 jam lamanya Alka bolak balik ke ruang ganti guna memenuhi ekspetasi dua sahabatnya yang membuatnya sedikit kesal. Mereka berdua ini sebenarnya punya rencana apa sampai se-effort itu ?
Setelah menunggu waktu cukup lama, Alka membuka tirai ruang ganti, menampilkan sosok dirinya yang sudah lengkap mengenakan setelan jas berwarna abu abu dan juga kemeja putihnya. sudah ke-empat kali dan jika mereka berdua masih protes,Alka benar benar akan meninggalkan toko ini dengan apa yang saat ini ia kenakan, biar saja Calvin malu lagipula Alka juga sudah lelah dengan kelakuan absurd ke dua sahabatnya ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
SKY OF LOVE
FanfictionKisah Cinta yang di iringi banyak sekali Air mata mungkin akan cocok untuk di deskripsikan dalam lembaran kisah cinta ini.
