"Sebaiknya kita pulang sekarang, Ka." Ucap Calvin ketika melihat Alka yang masih setia berdiri di balik pintu kamar Bara.
"Tidak akan ada masalah lagi kan, Vin ?" Ucap Alka sambil menunduk dan menghela nafas pelan.
"Dia sudah di jaga sangat ketat, lo enggak perlu khawatir " Jawab Calvin sembari menenangkan.
Di luar dugaan, jika biasanya dia akan menolak dan membantah tetapi kali ini dia langsung saja menurut dan ini membuat Calvin sedikit merinding karena melihat perubahan sikap Alka sekarang. Perubahananya terlalu banyak, dari yang mau berbagi cerita dengan sahabatnya, mau mendengarkan pendapat orang lain dan sifatnya yang lebih dewasa dan bisa menahan emosi. ( Oke yang terakhir itu aku tidak yakin, Vin. ' Menahan emosi ?' )
"Loh Kok tumben ?" Pekik Calvin sembari mengernyitkan dahinya.
"Apanya ?"
"Lo siapa ? Lo bukan Alka ya syu " Histeris Calvin membuat Bryan yang sedang mengobrol dengan salah seorang pengawal disana pun ikut terkejut.
"Kampret, kalau lo lupa biar gue ingetin saat ini lo masih di rumah sakit " Ucap Bryan sembari menggeplak pelan bagian belakang kepala Calvin.
"Coba lo bayangin, sejak kapan Alka mau menerima pendapat kita ? Sejak kapan Alka langsung mengiyakan ? Sejak kapan Alka langsung menurut ? Lo gak bisa bayangin, Kan ? Sama gue juga " Heboh Calvin yang membuat Alka jengah dan memotar bola matanya malas.
"Apa dia tertukar dengan pasien lain waktu di singapore ya ?" Bryan pun yang tadinya menasehati, malah ikut ikut menggila ( Kayaknya memang bener kata Zaquel, kalau di Black Oscar tidak ada yang waras )
"Pak, tolong jangan kaget sama mereka berdua ya. Emang rada rada otaknya " Ucap Alka pada para pengawal disana yang membuat suasana menjadi sedikit lebih segar karena humor yang tidak disengaja.
"Astaga, lo lihat kan, Bryan ? Alka ngajak bicara orang lain terlebih dulu, lo bener dia pasti tertukar waktu di rumah sakit kemarin "
"BODO AMAT, TERSERAH KALIAN. GUE MAU PULANG " Teriak Alka sambil menghentak hentakan kakinya di lantai persis seperti bocah 5 tahun yang ngambek karena keinginannya tidak di turuti
"Iya Nak iya, kita pulang ya Nak ya .." Bujuk Calvin sambil memberikan satu permen lolipop yang sejak tadi ia kantongi ( Apasih ini makin engga jelas )
Alka melotot tajam ke arah Calvin lalu beralih pada Bryan yang masih tertawa terbahak bahak. Selalu saja seperti ini, mereka ini engga inget kalau Alka sudah mengamuk dia akan seperti apa ? Bisa bisanya di bercandaain seperti itu.
Dengan segera Alka mengambil permen dari tangan Calvin kemudian membuka bungkusnya dan memasukan lolipop itu kedalam mulutnya. Tidak lupa ia menunjukan ekspresi yang seakan akan mengatan ' SUDAH PUAS KALIAN NYURUH GUE JADI BAYI ?' . Melihat ekspresi menggemaskan itu membuat semua orang yang disana tertawa terbahak bahak termasuk juga para pengawal yang ikut tertawa gemas karena tingkah imut yang tidak di sengaja oleh Alka. Tanpa babibu dan karena sudah terlanjur kesal, alkhirnya Alka berjalan dulu meninggalkan orang orang yang masih tertawa karena ulahnya.
"Lo itu sadar gak kalau lo selalu ngeluarin ekspresi imut semenjak keluar dari rumah sakit di singapura " Ledek Calvin yang membuat pipi dan telinga Alka memerah karena malu.
"Kalau yang bilang Senjana pasti gue bakal langsung peluk dan nyium dia. Tapi ini lo yang bilang, jadi gue pengen muntah " Sinis Alka, namun itu malah membuat Calvin makin tertawa.
"Kita pulang sekarang ya, Dek Alka " Goda Calvin sambil mengacak ngacak rambut Alka.
"Dek Alka ?" Tanya Alka sambil memelototkan matanya.
"Kalau lo mau jadi anak dari bokap gue, lo harus terbiasa di panggil adek. Lagian gue gak terima kalau lo yang jadi anak sulung. Gue dan lo lahirnya duluan gue " Ucap Calvij dengan nada bangganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SKY OF LOVE
FanfictionKisah Cinta yang di iringi banyak sekali Air mata mungkin akan cocok untuk di deskripsikan dalam lembaran kisah cinta ini.
