"Senior silahkan naik ke atas duluan. Aku pergi ke kamar mandi dulu," ucap Bow setelah mereka tiba di parkiran.
"Kau baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat," ucap Lingling khawatir.
"Aku baik-baik huek-"
"Hey!"
Bow cepat-cepat berlari menuju ke kamar mandi, meninggalkan Lingling yang masih kebingungan. Sang Wakil Kepada Departemen Forensik Digital itu memandang punggung junironya yang semakin menjauh. Apa yang terjadi pada gadis itu, pikirnya.
Lingling naik ke lantai empat dengan menggunakan lift. Ketika pintu lift hampir tertutup, dia melihat Noon berlari ke arahnya. Dengan cepat, Lingling segera menekan tombol untuk membuka pintu kembali.
"Terimakasih, Senior," ucap Noon dengan napas terengah-engah.
Lingilng hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Apa ada kasus yang sedang kau tangani saat ini?" tanya Lingling saat lift mulai bergerak naik.
"Tidak, Senior. Aku sedang senggang,"
"Kalau begitu, bisakah kau membantuku mengerjakan kasus yang sedang kukerjakan? Kasusnya cukup besar dan rumit, aku rasa kau bisa banyak belajar nanti," ucap Lingling menawarkan.
"Tentu saja, Senior. Terimakasih karena sudah mengajak ku," ucap Noon sambil tersenyum lebar.
Saat mereka tiba di lab, seorang gadis berambut pirang panjang langsung menyapa dengan suara nyaring. "Selamat datang kembali, Senior!" ucap gadis itu seraya berlari ke arah Lingling.
"Pelankan suaramu, Anda," ucap Lingling seraya menahan tubuh gadis yang hendak memeluknya itu.
"Aku sangat merindukan, Senior. Senior sudah menghilang selama dua minggu, lho," ucap Anda sambil cemberut.
"Aku tidak menghilang, aku ada di dalam kantor. Jangan berlebihan,"
"Tapi tetap saja, aku tidak bertemu dengan Senior sejak dua minggu yang lalu,"
"Kau kelihatan senggang. Haruskah aku mengirim mu ke Distrik Asahi?"
"Jangan! Jangan, Senior. Heheheh... aku berjanji tidak akan berisik lagi," ucap Anda sambil mengangkat dua jari ke udara. Dia trauma berhadapan dengan kepala polisi di Distrik Asahi yang mesum.
"Duduklah, aku akan membutuhkan bantuanmu sebentar lagi," ucap Lingling sambil berlalu menuju salah satu komputer yang ada di sana.
"Ohhh! Apakah Senior sedang menangani sebuah kasus yang sulit?" tanya Anda, menyeret salah satu kursi agar dia bisa duduk di sebelah Lingling. "Tumben sekali Senior membutuhkan bantuanku."
"Begitulah. Apakah kalian sudah mendengar kasus penculikan anak yang terjadi belakangan ini? Aku ditugaskan untuk menyelidiki kasus yang ketiga," jawab Lingling.
"Kasus penculikan anak? Di Distrik Higashi Nagasaki itu, kan Senior?" tanya Noon, duduk di salah satu kursi yang letaknya tidak jauh dari Lingling.
"Benar. Aku rasa saat ini kasusnya dikerjakan secara terpisah, tapi menurutku pelakunya nya adalah oknum yang sama. Aku sudah meminta Faye untuk membawakan berkas tentang dua kasus yang sebelumnya, kalian berdua akan membantuku mengecek dua kasus itu nanti,"
Saat mereka berbincang, terdengar suara ketukan di pintu. Lingling mempersilahkan orang itu masuk, dan menemukan kehadiran Bow di balik pintu.
"Maaf sudah membuat Senior menunggu," ucap gadis itu sambil tertunduk merasa bersalah.
"Tidak masalah. Kau baik-baik saja? Kalau tidak enak badan, pergilah beristirahat sebentar di ruang istirahat," ucap Lingling.
"Aku tidak apa-apa, Senior. Tadi hanya merasa sedikit mual," ucap Bow.
KAMU SEDANG MEMBACA
Agent 00K
FanfictionKehilangan satu paru-paru tidak akan menghentikan ku untuk mencintai mu dalam setiap hembusan napas ku Lingling Kwong
