Tamu

947 154 55
                                        

"Kau mengenalnya, kok," 

"Aku mengenalnya?" tanya Orm, memiringkan kepalanya.

"Iya," angguk Nene. " Aku rasa kalian bahkan sering bertemu."

"Eh? Benarkah? Siapa, Kak?"

"Coba tebak. Dia bekerja di Departemen Forensik Digital bersama Kak Lingling," 

Orm terdiam, mencoba mengingat-ingat siapa saja rekan kerja Lingling di Departemen Forensik Digital. Sejauh yang dia ketahui, tidak terlalu banyak orang yang bergabung di dalam Departemen yang pernah dipimpin Lingling itu. Bahkan jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Tapi dia tidak bisa membayangkan satupun dari mereka menjadi kekasih Nene.

"Hey, kenapa kau sebingung itu?" tanya Nene. "Biar kuberi satu petunjuk lagi. Dia adalah junior Kak Lingling."

"Junior? Hmm... kalau begitu hanya ada tiga orang. Kak Anda, Kak Noon, dan Kak Bow," gumam Orm.

"Nah, benar kan? Kau mengenalnya," seru Nene, mendengar nama kekasihnya keluar dari mulut Orm.

"Huh?" Orm justru semakin bingung. "Kak Noon tidak mungkin, karena aku tidak melihat Kak Nene hadir di upacara pemakamannya dulu. Berarti sisa Kak Anda dan Kak Bow."

"Kakak tidak mungkin berpacaran dengan Kak Bow yang kalem dan baik hati," gumam Orm.

Nene terdiam. Telinganya terasa panas mendengar perkataan kekasih Lingling itu. "Kenapa tidak mungkin?" tanyanya dengan wajah datar.

"EH!!! Hah? Jangan bilang kalau-"

"Iya. Bow itu pacarku," potong Nene santai.

"APA??!!" 

Nene tertawa kecil melihat ekspresi Orm yang terkejut bukan main. "Tidak perlu sekaget itu, Orm."

"Aku- aku hanya tidak menyangka kalau Kakak dan Kak Bow..."

"Kenapa? Apakah aku terlihat tidak layak berpasangan dengan Bow?" tanya Nene dengan wajah sedih yang dibuat-buat.

"Tidak, tidak," panik Orm. "Hanya saja, aku merasa kalau sifat kalian berdua sangat bertolak belakang," ucapnya, sebisa mungkin menyampaikan pendapatnya secara halus.

"Bukankah justru karena itu kami jadi sangat cocok?" tanya Nene.

Orm mengangguk ragu, "Benar juga," ucapnya.

"Bukankah kau dan Kak Lingling juga seperti itu? Kau adalah seseorang yang sangat cerah sedangkan Kak Lingling..."

"Aku kenapa?" tanya Lingling, mengintip dari dapur.

"Heheh... Kakak adalah orang yang tenang," ucap Nene sambil tersenyum canggung.

Lingling mengarahkan spatula di dalam genggamannya ke arah Nene. "Kau yakin itu yang ingin kau ucapkan tadi?"

Nene mengangguk cepat, susah payah menelan ludanya. Lingling menatapnya dengan tidak percaya, namun akhirnya memilih untuk kembali dengan kesibukannya yang belum selesai di dapur.

"Apakah Kak Bow tau kalau Kakak bekerja di BIN?" tanya Orm.

Nene menggeleng, menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. "Belum. Aku masih merahasiakannya."

"Begitu ya... Kalau begitu, apa pekerjaan resmi Kakak?" 

"Pekerjaan resmi?" heran Nene. "Ah, maksudmu pekerjaan kamuflase ku?"

Orm mengangguk mengiyakan.

Nene menoleh, kembali tersenyum nakal. "Menurutmu apa?"

"Kau terlalu bertele-tele," ucap Bam jengah.

Agent 00KTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang