Menunggu

1K 136 20
                                        

"Kak Bam, Kak Nene, aku membuatkan teh untuk-"

Orm langsung mengatupkan mulutnya saat melihat kedua gadis yang baru saja dia panggil itu sedang tertidur lelap di meja mereka masing-masing. Bam menjadikan lengannya sebagai bantal, sedangkan Nene menutupi wajahnya dengan tumpukan kertas untuk menghindari cahaya lampu yang menyilaukan. 

Orm dengan perlahan meletakkan nampan yang dia bawa ke atas meja, tidak ingin membangunkan mereka. Dia memungut beberapa kertas yang berserakan di lantai dan sekilas membaca isinya.

"Tetangga sebelah apartemen mendengar ada keributan dari kamar Jaksa Faye pada pukul delapan malam. Keributan itu hanya berlangsung sesaat sehingga dia tidak menaruh kecurigaan apapun,"

"Tidak ada tanda-tanda masuk paksa di pintu apartemen. Semua jendela di dalam apartemen ditemukan dalam keadaan terkunci,"

"Semua CCTV berfungsi kecuali satu yang ada di lorong lantai apartemen Jaksa Faye. CCTV itu ditemukan dalam keadaan rusak parah,"

"Berdasarkan CCTV yang ada di pintu masuk gedung apartemen, tidak ada orang mencurigakan yang masuk ke dalam. Orang terakhir yang terlihat masuk ke dalam gedung adalah pemilik apartemen nomor 402, yang letaknya dua lantai di atas unit milik Jaksa Faye,"

"Orm?"

Orm terperanjat saat Nene tiba-tiba bangun dan memanggil namanya. 

"Kak Nene sudah bangun?" tanya Orm seraya meletakkan kertas yang sudah dia pungut ke atas meja.

"Jam berapa sekarang?" tanya Nene yang tampaknya masih mengantuk.

"Jam delapan, Kak," jawab Orm. "Kakak mau tidur di kamar? Di sini sepertinya tidak terlalu nyaman."

Nene tersenyum, mengucek matanya yang masih terasa berat. "Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa tidur dalam posisi seperti ini."

"Aku sudah membuat teh. Kakak mau minum dulu?"

"Boleh," angguk Nene.

Orm pun menuangkan teh ke salah satu gelas lalu memberikannya kepada Nene. "Masih panas," ucapnya memberi peringatan.

"Bagaimana keadaan Kak Lingling?" tanya Nene seraya meniup-niup tehnya.

"Dia sudah baik-baik saja, kok. Tadi waktu kutinggalkan sedang mandi, mungkin sebentar lagi Kak Lingling datang ke sini," jawab Orm sambil menuangkan teh untuk dirinya sendiri.

"Apakah Kakak sudah mendapatkan informasi tentang Kak Faye?" tanyanya seraya duduk di kursi yang ada di seberang Nene.

"Bukankah kau sudah membacanya?" tanya Nene sambil tersenyum.

"Eh- hehehe, sedikit," 

"Tidak banyak yang diketahui tentang menghilangnya Kak Faye selain kondisi apartemennya," ucap Nene. "Dia adalah seorang jaksa yang baik dan dihormati meskipun baru pindah ke Pulau Sado. Semua orang menyukainya, dan dia tidak pernah terlibat perkelahian dengan siapapun."

"Polisi sudah menanyai semua rekan dan tetangganya, tapi mereka sama sekali tidak punya clue tentang kemungkinan apa yang sudah terjadi kepada Kak Faye,"

"Untuk saat ini kasusnya digolongkan sebagai 失踪事件 (kasus orang hilang), karena belum ada petunjuk apapun yang mengarah ke arah penculikan atau penghilangan paksa,"

Orm hanya menganggukkan kepalanya. Rasa khawatir dan takut kembali mencengkeram hatinya. 

Sudah satu malam berlalu semenjak Faye menghilang. Apakah kekasih Yoko itu baik-baik saja? Kemana sebenarnya dia pergi? Apakah dia terluka? 

Agent 00KTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang