"Aku mau melakukan itu, apakah bisa hari ini?"
Dahi Faye berkerut, dia tidak memahami maksud dari pesan yang baru saja Bow sampaikan. "Apa artinya?" tanyanya.
"Semacam pancingan, Nona Faye," jawab Bow. "Kami sedang menunggu jawaban dari pemillik website itu sekarang."
"Bagaimana dengan CCTV di supermarket? Aku dengar kau sudah memeriksanya,"
Bow menganggukkan kepalanya, lalu meletakkan laptop yang entah datang darimana ke atas meja. Dia menyalakan laptop itu lalu memutar rekaman CCTV dan menunjukkannya kepada Faye.
"Kanae dibawa oleh seorang pria berpakaian serba hitam, seperti yang bisa dilihat di menit ketiga puluh lima ini," ucap Bow mulai menjelaskan. "Pria itu memakai masker dan topi, jadi wajahnya tidak terlihat jelas. Kami sudah memeriksa semua rekaman CCTV yang ada, tapi sayangnya, kamera CCTV di luar supermarket tertutup kotoran burung, jadi tidak ada rekaman yang bisa dilihat. Kami kehilangan jejak setelah mereka keluar dari supermarket. "
"Sayang sekali," gumam Faye.
"Pria itu diperkirakan memiliki tinggi sekitar 166 cm dengan berat badan sekitar 60 kg. Untuk saat ini, hanya informasi itu yang berhasil kami kumpulkan, Nona Faye,"
"Tubuhnya ideal," ucap Ice yang sedaritadi hanya diam sambil menyimak penjelasaan Bow. "Bisakah kau memutar ulang rekamannya?" pintanya seraya mendekat ke arah laptop.
"Tentu, Nona," ucap Bow seraya memencet tombol ulang.
Ice memicingkan matanya untuk memperhatikan pria berpakaian serba hitam itu. "Stop." ucapnya seraya menjeda rekaman yang sedang mereka lihat.
"Perhatikan tangan kanannya, jarinya tidak lengkap," ucap Ice seraya menunjuk ke arah layar laptop. "Jari telunjuknya hanya tersisa satu ruas."
Faye dan Bow segera memperhatikan tangan pria itu dan sesuai dengan perkataan Ice, jari telunjuknya tidak lengkap. Ice lalu memperbesar layar agar mereka bisa melihat tangan terduga pelaku dengan lebih detail.
"Warna tangannya pucat dan kukunya tampak agak keunguan. Dia kedinginan padahal saat ini masih akhir musim gugur, dan udara di Osaka belum sedingin itu sampai kuku kita berubah warna. Ada dua kemungkinan kenapa kukunya terlihat seperti itu,"
"Pertama, dia punya penyakit, misalnya gangguan sirkulasi darah atau masalah pernapasan. Kedua, dia baru keluar dari tempat dengan suhu rendah, seperti kulkas atau wahana ice skating,"
Lingling yang sedang membaca dokumen merasa terusik dengan pernyataan yang baru saja keluar dari mulut Ice. Dia meletakkan dokumen yang sedang dia baca ke atas meja lalu berkata, "Kulkas? Aku rasa kita mendapat petunjuk baru."
"Apa itu?" tanya Faye dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah Lingling.
"Ketiga kasus penculikan ini, semuanya terjadi di sekitar supermarket. Kasus pertama, Inoue Rina, diculik di sore hari saat sedang bermain di taman di sekitar rumahnya. Taman itu ada di belakang supermarket,"
"Kasus kedua, Yanagi Izumi, menghilang saat sedang bermain dengan anak tetangga mereka di halaman rumahnya. Rumah itu berjarak dua gedung dari supermarket,"
"Dan kasus ketiga, Katou Kanae, menghilang saat berbelanja dengan ibunya. Dia menghilang di dalam supermarket," jelas Lingling, wajahnya terlihat tegang dan serius. "Supermarket biasanya memiliki beberapa gudang pendingin untuk menyimpan stok barang yang mudah busuk."
"Jangan-jangan-" Faye terkesiap, matanya membelalak. "Pria di CCTV itu adalah pegawai yang bekerja di supermarket? Itulah alasan kenapa kuku tangannya berwarna ungu pucat!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Agent 00K
Fiksyen PeminatKehilangan satu paru-paru tidak akan menghentikan ku untuk mencintai mu dalam setiap hembusan napas ku Lingling Kwong
