Ancaman

1K 185 73
                                        

"Itulah alasan sebenarnya kenapa aku mengambil keputusan untuk memberhentikanmu,"

"Alasan yang sama juga berlaku kepada Faye dan Ice. Kalian harus pergi dari sini untuk sementara,"

Lingling menatap mantan atasannya itu dengan ekspresi bingung, mencoba untuk memahami maksud dari perkataannya. "Sebentar, Pak. Saya benar-benar tidak mengerti apa yang sedang Bapak bicarakan," ucapnya pelan. 

Kepala Kepolisian yang melihat wajah Lingling memucat, menuntun gadis itu kembali duduk ke tempatnya semula. Dia merasa khawatir karena napas Lingling mulai terdengar tidak beraturan.

"Aku tidak tau apakah Ice sudah memberitahumu atau belum," ucapnya. "Tapi dua hari setelah penangkapan para yakuza itu, ada sekelompok orang yang menerobos masuk ke dalam apartemen mu, juga apartemen Faye dan Ice."

Ulu hati Lingling berdenyut tajam setelah mendengar informasi dari mantan atasannya itu. Kenapa dia tidak mendengar apapun tentang hal itu dari Orm? Bukankah seharusnya gadis yang lebih muda itu tau jika ada sebuah kejadian mengerikan yang terjadi di rumah mereka? 

"Mereka mengobrak-abrik seisi apartemen, memecahkan semua jendela dan kaca, tapi tidak mengambil satu barang pun. Sebaliknya, mereka meninggalkan pesan ancaman di dinding yang berbunyi, 'Kami akan mengejar kalian meskipun harus berlari ke neraka'," ucap pria yang seluruh rambutnya sudah memutih itu.

"Itulah alasan kenapa Faye dan Ice dipindah tugas ke lokasi yang terpencil, jauh dari Osaka. Keselamatan mereka terancam, jika tetap tinggal di sini," Kepala Kepolisian itu mengalihkan pandangannya, melihat keluar jendela untuk meringankan perasaannya yang terasa sangat berat.

"Tidak hanya kalian bertiga, seluruh tim yang menangani kasus itu juga mendapat ancaman serupa. Bow, Anda, dan Freen sudah dipindahkan ke desa kecil yang ada di Hokkaido—tempat yang sulit untuk ditemukan,"

Mantan atasan Lingling itu menghela napas panjang sebelum melanjutkan, "Ancaman itu juga diterima oleh orang-orang yang berhubungan dekat dengan kalian. Yoko, kekasih Faye, terlibat dalam kecelakaan mobil sebanyak empat kali dalam dua bulan terakhir. Setiap kali dia pergi bertugas menjemput pasien, selalu saja ada mobil atau truk yang menabrak ambulans yang dia tumpangi,"

"Kecelakaan pertama karena supir mengantuk, kecelakaan kedua karena supir mengemudi dalam keadaan mabuk. Awalnya, kami menganggapnya sebagai kebetulan, tapi ketika kecelakaan ketiga terjadi, kami akhirnya menyadari bahwa kecelakaan itu memang disengaja,"

"L-lalu dimana Yoko sekarang, Pak? Apakah dia terluka?" tanya Lingling seraya memegangi dadanya yang terasa nyeri.

"Dia baik-baik saja," jawab Kepala Kepolisian, mencoba menenangkan Lingling. "Untungnya, dia tidak mengalami luka parah setiap kali kecelakaan terjadi. Saat ini dia sedang mengambil cuti dan pergi mengunjungi Faye di Pulau Sado. Kami memastikan bahwa kepergiaannya dirahasiakan, jadi kau tidak perlu khawatir."

Kepala Kepolisian itu berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Marissa, kekasih Ice, juga mengalami teror. Dia menerima puluhan surat ancaman yang ditulis dengan tinta merah. Isi suratnya sama dengan pesan yang ada di dinding apartemen kalian. Surat-surat itu dikirim ke apartemen, ke kantor, bahkan ke rumah orang tuanya,"

"Aku sudah mengutus beberapa petugas polisi untuk berjaga di sekitar kediaman orang tuanya. Dan dalam beberapa hari ke depan, aku akan mengirim Marissa ke Prancis untuk menghadiri seminar forensik. Setidaknya, dia akan aman untuk sementara waktu,"

Pandangan Lingling menajdi kabur, semua benda di sekitarnya tampak berputar dan bergerak kesana-kemari tanpa arah. Nyeri dada yang dulu sering dia rasakan di awal masa pengobatan kembali menyapanya. 

"Orm? Bagaimana dengannya? Apakah dia juga mendapat ancaman, Pak?" Lingling bertanya dengan lirih, tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.

Kepala Kepolisian menghela napas dalam-dalam. Dia memandang gadis yang sedang duduk di hadapannya itu dengan penuh simpati. "Dia menghabiskan seluruh waktunya bersamamu di rumah sakit. Jadi, tidak ada ancaman apapun yang dia dapatkan selain apartemen kalian yang diacak-acak."

Agent 00KTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang