Onsen

1.2K 193 19
                                        

"Kode namaku adalah 00K," ucap Lingling. "Sama seperti nama kontakku yang tersimpan di ponselmu," jelasnya sambil terkekeh.

"Tunggu dulu, tunggu sebentar, Kak." Orm mengangkat tangannya, mencoba menghentikan aliran informasi yang terus berdatangan. "Aku sudah mendengar terlalu banyak hal mengejutkan hari ini. Otakku tidak bisa mencernanya lagi," ucapnya sambil menutup mulut Lingling dengan tangannya.

"Jadi, selama ini Kakak berpura-pura bekerja di Kepolisian? Atau bagaimana?"

Lingling menggeleng, mengisyaratkan kepada Orm untuk melepaskan mulutnya agar dia bisa berbicara. 

"Oh iya, maaf," Orm segera menarik tangannya.

Lingling terkekeh pelan, lalu berkata dengan tenang, "Aku benar-benar bekerja di Kepolisian, Orm. Bukankah kau sudah tau kalau bergabung di tim forensik adalah cita-citaku sejak dulu?"

 "Lagipula bagaimana caranya berpura-pura bekerja di sana? Seleksi masuknya saja sangat ketat."

"Iya, tapi..." Orm menelengkan kepalanya, menatap Lingling dengan bingung. "Bagaimana caranya Kakak bekerja di dua tempat sekaligus? Dan lagi keduanya adalah lembaga milik negara."

"Sebelum aku bergabung dengan BIN, aku mengajukan sebuah syarat. Mereka harus mengizinkanku untuk bekerja di Kepolisian Osaka setelah aku lulus kuliah," jawab Lingling sambil tersenyum kecil.

"Huh? Memangnya bisa begitu ya?" heran Orm.

"Hahahaha. Seperti yang kau lihat, mereka mengizinkannya. Tidak sulit, kok," ucap Lingling sambil mengangkat bahu.

"Tidak sulit karena yang melakukannya itu Kakak! Bekerja di Departemen Forensik dan Badan Intelijen dalam waktu yang sama... itu kedengarannya mustahil!" protes Orm.

Lingling hanya tertawa kecil. "Sebenarnya, itu tidak semustahil yang kau pikirkan, Orm. Banyak anggota BIN yang memiliki pekerjaan lain untuk menyamarkan identitas mereka. Ada yang bekerja sebagai pemilik salon, ada yang membuka restoran takoyaki..."

"Tapi tetap saja, bukankah Kakak sangat sibuk? Apalagi Kakak menjabat sebagai Kepala Departemen Forensik Digital. Bagaimana dengan Unit Cyber di BIN, apa posisi Kakak di sana?" tanya Orm penasaran.

"Aku hanya anggota biasa," jawab Lingling singkat.

"Anggota biasa? Entah kenapa aku tidak bisa mempercayainya," ucap Orm, memandang Lingling dengan tatapan ragu.

"Aku tidak berbohong. Sungguh!" ucap Lingling sambil mengangkat dua jarinya ke udara.

"Bagaimana aku bisa tau apakah itu benar atau tidak? Kakak bahkan bisa menyimpan rahasia sebesar ini selama lima tahun,"

"Heheh, maafkan aku, Orm. Tapi aku tidak berbohong. Aku sengaja menolak tawaran untuk naik jabatan karena tidak mau terlibat terlalu dalam dengan urusan pemerintahan. Aku sudah puas hanya menjadi anggota biasa yang membantu dalam penyelidikan dan mengembangkan sistem keamanan negara,"

Orm menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. Dia menghembuskan napas kasar, katanya, "Oke, aku akan mempercayai Kakak. Tapi jangan bilang vila ini punya ruang bawah tanah penuh senjata atau semacamnya," katanya setengah bercanda.

Namun ekspresi kaget di wajah Lingling membuat Orm tersentak. "Kak Ling... Kakak benar-benar punya gudang senjata?" tanyanya memastikan.

Lingling tersenyum canggung, mencoba untuk mengalihkan pandangannya. "Eh- heheheheheh.... yah, untuk berjaga-jaga. Apakah kau mau melihatnya?" 

"Benar-benar ada?" Orm menatap Lingling dengan mata membelalak. "Kak Ling! Apa masih ada rahasia lain yang Kakak simpan dariku?" ucapnya seraya memukul pelan bahu kekasihnya itu.

Agent 00KTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang