"Jev, seandainya, Trisha dan Jethro tetap di paksa menikah, dan kedepannya ada sesuatu yang terjadi dalam rumah tangga mereka, karena memang mereka melakukan pernikahan karena terpaksa, apa orang-orang yang memaksa mereka untuk menikah akan bertanggung jawab atas terjadinya keretakan dalam rumah tangga Trisha dan Jethro?" pertanyaan Jihan membuat Jevan menghela nafas.
"Aku paham, kalau ini adalah hal yang tabu. Nggak ada yang membenarkan perbuatan ini. Aku juga bisa paham, gimana nanti Trisha dan keluarga menghadapi omongan masyarakat tentang ini. Tapi diluar semua itu, ini hidup Trisha. Dia yang memilih untuk membesarkan anak itu sendiri. Yang bisa kita lakukan saat ini, mendukung pilihan itu. Dan lebih menjaga Trisha lagi biar dia nggak melakukan pilihan yang salah."
Saat Ayah Trisha tau tentang kehamilan anaknya, beliau tentu saja marah. Ia pun juga meminta Trisha untuk segera menikah dengan Jethro, meskipun hanya menikah siri. Karena Ayahnya tidak mau kalau Trisha dianggap seorang pelacur oleh masyarakat.
Terjadi pertengkaran hebat di rumah Trisha, keluarga dari Trisha memaksa agar Trisha dan Jethro menikah. Sedangkan keluarga dari Jethro menolak pernikahan itu, karena Jethro sudah di jodohkan dan akan segera menikah dengan perempuan lain.
Pada saat itu, Trisha hanya berharap satu hal, ia berharap kakaknya segera pulang.
Saat Kakaknya pulang, yang ia lakukan adalah membawa Trisha ke klinik kandungan. Memeriksakan kandungan Trisha agar tetap sehat.
Dan seperti yang diharapkan Trisha. Semua berjalan sesuai harapannya.
Kakaknya menolak menikahkan Trisha dengan Jethro. Kakaknya bahkan mengancam orang tuanya sendiri, untuk membawa Trisha keluar dari rumah jika Trisha terus saja di paksa menikah. Terlebih menikah dengan laki-laki seperti Jethro.
Kakaknya yang ada di barisan paling depan untuk memberi pemahaman kepada seluruh keluarga agar tidak terus-terusan memaksa Trisha menikah. Meskipun masih ada omongan dari banyak orang yang tidak bisa memahami keputusan yang diambil Trisha, keluarga Trisha sudah menerima keputusan itu. Setidaknya itu saja sudah cukup untuk Trisha.
Jihan menyandarkan kepalanya pada bahu Jevan, menggenggam tangan kekasih nya itu. Jevan juga ikut meletakkan kepalanya pada Jihan.
Setelah dipikirkan dengan kepala dingin, Jevan mulai memahami keputusan yang di ambil Trisha. Meskipun disayangkan sekali, tetapi benar kata Jihan, saat ini, ia hanya bisa mendukung keputusan itu.
"Aku akan jadi Om?" kata Jevan akhirnya.
Jihan tersenyum sambil mengangguk mengiyakan.
***
Cerita soal kehamilan ini, diambil dari kisah nyata yang terjadi dihidupku baru-baru ini. Tapi aku nggak akan bilang aku siapa nya, hehe
KAMU SEDANG MEMBACA
BECAK
Chick-LitPerkumpulan anak BEM Kocak. Slice of life yang pemeran utamanya Jihan.
