Bosan

590 46 3
                                        

Miqdad dan Ruby, adalah tipe mahasiswa yang merasa mudah bosan jika harus dijejali dengan jam penuh untuk mengerjakan skripsi.

Mereka adalah tipe mahasiswa yang suka kebut malam, mengerjakan skripsi di jam malam dan mendekati deadline. Oleh sebab itu, pada pagi sampai sore hari, hari-hari mereka penuh dengan kebosanan.

Bagaimana tidak, hanya mereka berdua yang saat ini sedang numpang 'ngadem' diruangan BEM, disaat teman-teman mereka yang lain sedang sibuk mengerjakan skripsi di perpustakaan.

Kenapa nggak 'ngadem' di perpus?

Kembali lagi, mereka bosan.

Rafa dan anggota BEM lain sudah biasa didatangi oleh alumnus BEM, jadi mereka sama sekali tidak terganggu dengan keberadaan Ruby dan Miqdad yang saat ini, tentu saja sedang duduk di sofa favorit mereka diruangan itu.

"Bosaaaaan." ucap Miqdad, melelehkan tubuhnya disofa. "Ngapain kek, By."

Ruby memutar bola matanya, terakhir ia ingat, kebosanan Miqdad berujung kena marah Jihan karena membuat fake tinder tentang nya. Kali ini, Ruby tidak akan membiarkan hal-hal bodoh terjadi.

Belum sempat Ruby menjawab, pintu utama ruang BEM terbuka, dan beberapa anggota BEM inti masuk kedalam.

Satu persatu orang bergantian menyapa Ruby dan Miqdad, lalu mereka duduk di meja persegi panjang yang berada di tengah ruangan.

"Oke, kita mulai rapat nya." Ucap Rafa, mengawali rapat.

Sepanjang rapat berlangsung, Ruby dan Miqdad juga turut mendengarkan isi rapat tersebut. Entah karena kebiasaan lama, atau karena memang mereka suka menguping.

Rapat kali ini membahas tentang kegiatan awal tahun ajaran baru, dimana tiap fakultas berkesempatan untuk membuka stand khas kelas masing-masing. Namun biasanya, kwegiatan ini hanya diwajibkan untuk fakultas semester satu dan dua saja. Untuk semester tiga keatas, tidak diwajibkan ikut.

Ruby dan Miqdad saling pandang dengan mata berbinar, otak mereka langsung 'click'. Memilih kegiatan tersebut untuk menjadi penghapus kebosanan mereka. Dan, bisa juga sebagai penghibur atau oasis di tengah padang pasir skripsi yang sedang teman-teman nya jalani.

***

Devon menahan nafasnya sesaat setelah mendengar ajakan Ruby dan Miqdad untuk mengikuti kegiatan awal tahun yang akan diadakan bulan depan.

Ingin rasanya dia memprotes kegiatan yang menyita waktunya untuk segera menyelesaikan skripsi nya itu, tetapi ia urung karena yang meminta adalah Ruby, pacarnya.

"Nggak ada waktu."

Akhirnya Devon bisa bernafas lega saat Jihan yang menolak ajakan itu.

"Jihaaan, lo nggak bosen apa belajar terusss. Ayolah refreshing dikit." ucap Ruby.

"Mangkanya ini gue ngebut skripsi, biar udahan belajarnya." elak Jihan.

Miqdad mengguncang-guncang lengan Jihan, "Ayolaaaa, Jiiii, pleaseeeee."

"First, itu acara fakultas. Dua, kita nggak satu fakuktas. Tiga, nggak wajib buat anak semester akhir." jelas Devon, yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang kekasih.

"Gue bisa mati bosaaaan." rengek Miqdad.

Ruby mensedekapkan tangannya, "Gue udah bilang ke Rafa kalau kita, KITA, mau bikin stand diacara itu. Titik."

Saat Jihan dan Devon ingin mengucapkan kata lagi, Ruby segera menambahkan, "Atau-"

Perempuan itu membawa telunjuknya ke leher, memperagakan gerakan tanda 'mati' seperti di film-film.

Peringatan itu adalah final.

Dengan berat hati, Jihan, Devon, dan tentu saja yang lainnya, akan mengikuti kegiatan tersebut.

***
***

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 16, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BECAKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang