After

456 63 4
                                        

Leo meregangkan tubuhnya yang mulai kaku. Ia melirik jam di dinding ruangan BEM, sudah dua jam ia duduk di depan laptop, membersihkan semua jejak digital terkait foto viral Jihan dan Vito di akun lambe turah kampus.

Ia benar-benar sudah memblokir segala jalan untuk mengakses foto tersebut. Bahkan ia juga memusnahkan akun Lambe kampus. Leo juga menanamkan virus difoto original yang pertama kali di unggah, agar foto tersebut tidak bisa disebar luaskan lagi.

Untungnya, saat baru saja foto itu terunggah di akun Lambe kampus, Leo sedang menscroll sosial medianya. Dan tanpa menunggu perintah dari Jihan ataupun Jevan, ia segera melakukan tugasnya untuk memusnahkan foto itu.

Ponsel Leo bergetar, ia mendapat pesan dari Jevan.

'Thanks. Gue utang besar sama lo. Jangan lupa tagih.'

Begitu isi pesannya. Bahkan tanpa memberitahu Jevan pun, Jevan sudah tahu kalau ini adalah pekerjaan Leo. Karena tidak ada ahli komputer secerdas Leo di kampus ini.

***

Jihan duduk di dalam mobil Jevan dengan wajah menunduk. Mukanya merah. Ia kesal bercampur malu.

Disampingnya, Jevan berusaha mengatur nafasnya yang memburu. Ia marah. Sangat marah.

Terlebih saat ia melihat wajah Jihan yang memerah setelah menampar pipi Vito. Kalau saja Jihan tidak menamparnya, Jevan sudah sangat siap memukulnya.

Tanp sadar, Jihan meneteskan air matanya.

"Malu." ucapnya lirih.

"Udah dihapus semua aksesnya sama Leo. Nggak akan ada yang bisa akses lagi fotonya." Jevan meraih dagu Jihan, dan menghapus air mata kekasihnya itu.

"Aku bunuh aja kali si Vito!"

Jevan tersenyum, "Nggak perlu. Dia udah abis sama anak-anak."

Yap, betul!

Miqdad, Ruby dan Vito sedang kejar-kejaran di kampus.

Vito berusaha menghindar dari cubitan Ruby yang sialnya sudah membuat tangannya merah-merah sekarang. Ia juga berusaha keras menghindari tubuh gapura Miqdad yang siap mengurungnya agar Ruby bisa melancarkan aksinya.

Lagi-lagi ini ada diluar perkiraan Vito. Ia tidak mengira kalau backingan Jihan begitu banyak.

***

BECAKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang