Sixty One

545 17 1
                                        

Happy Reading

Akhirnya hari yang ditunggu datang.

Dua mobil berhenti hampir bersamaan di depan villa bernuansa kayu dengan halaman luas dan udara sejuk yang langsung terasa beda dari kota.

Dirga turun duluan dari mobil sambil teriak,
"MAMA LIHAT ADA TAMAN!"

Langit langsung sigap mengejar.
"Pelan, Ga! Jangan lari ke jalan!"

Dara turun pelan-pelan, satu tangan refleks memegang perutnya yang masih belum terlihat besar. Bulan langsung mendekat dan memeluknya hati-hati.

"Sehat ya mbak?"

"Alhamdulillah. Masih mual dikit, tapi aman."

Gala menurunkan koper sambil menggendong Ameera.
"Siap jadi sepupu paling kecil ya, Meera."

Suasana langsung ramai. Tawa. Barang bawaan. Dirga yang tidak bisa diam. Langit yang mulai mode ayah siaga.

Setelah semua masuk dan duduk santai di ruang tengah villa, obrolan santai pun dimulai.

Awalnya biasa saja.

Tentang perjalanan.

Tentang macet.

Tentang fasilitas villa.

Sampai tiba-tiba Gala menyandarkan badan ke sofa dan menoleh ke Langit dengan ekspresi penuh rasa ingin tahu.

"Bang..."

Langit menatapnya.
"Kenapa?"

Gala menahan senyum.

"Serius nanya."

Langit langsung curiga.
"Nanya apa."

"Kok bisa gacor?"

Sunyi satu detik.

Bulan langsung menutup wajahnya dengan tangan.

"Ya Allah, Gala..."

Langit tertawa keras.
"Apaan sih!"

Gala tetap santai.
"Lima tahun jaraknya lho, bang. Dirga udah gede. Tiba-tiba langsung dua garis."

Dara langsung tertawa malu-malu.

"Ini obrolan apa sih..."

Bulan menoleh tajam ke suaminya.

"Kenapa harus dibahas di ruang tamu?"

Gala mengangkat bahu.
"Diskusi bapak-bapak."

Langit ikut bersandar, gaya santai.

"Ya namanya rezeki."

Gala belum puas.

"Pakai KB nggak sih selama ini?"

Bulan hampir tersedak minum.

"GALAAA!"

Langit malah ikut tertawa.

"Pakai lah. Dara pakai KB suntik dulu."

Gala makin serius seolah wawancara.

"Terus kok bisa tembus?"

Dara menjawab santai,
"Ya kan berhenti beberapa bulan."

Langit menambahkan dengan nada bangga bercampur bercanda,
"Sekali langsung jadi."

Bulan langsung melirik Gala.

Keduanya saling tatap sepersekian detik.

Memori tentang "sekali jadi" mereka langsung terlintas.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 21 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

GALLANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang