Fifty Eight

992 27 2
                                        

Happy Reading

Pagi datang terlalu cepat.

Cahaya matahari masuk lewat sela tirai, jatuh tepat di ujung kasur. Suasana kamar masih tenang. Dari baby monitor terdengar napas halus Ameera yang masih tertidur.

Bulan membuka mata pelan.

Dan langsung mengerutkan kening.

Badannya terasa... remuk.

Punggung pegal. Pinggang seperti habis kerja berat. Kaki terasa berat bahkan untuk sekadar digeser sedikit.

Ia memejamkan mata lagi sambil menghela napas panjang.

"Ya Allah... kenapa rasanya kayak habis lari maraton," gumamnya pelan.

Di sisi lain kasur, Gala sudah bangun. Bahkan sudah mandi. Rambutnya masih sedikit basah, kaosnya rapi, wajahnya terlihat segar sekali.

Ia keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut dengan handuk.

"Pagi," ucapnya ringan.

Bulan hanya mengangkat tangan sedikit tanpa membuka mata.

"Pagi."

Gala mendekat ke sisi kasur, memperhatikan wajah istrinya yang terlihat lelah.

"Kok belum bangun?"

Bulan membuka satu mata, menatapnya dengan ekspresi datar.

"Aku capek."

"Capek apa? Kita kan cuma di rumah."

Bulan langsung melotot pelan.

"Kamu serius nanya itu?"

Gala berhenti.

Oh.

Ia tersenyum kecil, sedikit menahan tawa.

"Ooo..."

Bulan menarik selimut lebih tinggi.

"Jangan ketawa."

"Aku nggak ketawa."

"Tadi senyum."

"Itu senyum bahagia."

Bulan memukul bantal ke arahnya pelan.

"Kamu enak ya. Kelihatan segar banget."

Gala mengangkat alis. "Ya aku tidur nyenyak."

Bulan menatapnya tidak percaya.

"Ya iyalah kamu nyenyak. Yang gendong Ameera jam dua pagi siapa?"

Gala terdiam dua detik.

"...Aku juga bangun."

"Bangun lima menit."

Gala terkekeh kecil.

Ia duduk di tepi kasur, menyingkap sedikit selimut dan mengusap bahu Bulan pelan.

"Pegal ya?"

"Banget."

Nada suara Bulan bukan marah. Tapi benar-benar lelah.

Gala memperhatikan wajahnya yang pucat sedikit dan mata yang masih berat.

Rasa tengilnya muncul sebentar.

"Ini efek weekend produktif ya?"

Bulan langsung menendang pelan kakinya.

"Gala!"

Ia tertawa pelan tapi langsung berhenti saat melihat Bulan benar-benar meringis kecil saat mencoba bergerak.

"Oke, oke. Maaf."

GALLANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang