DEAR YOU #Ch. 13

2.5K 202 60
                                        

Belakangan keputusannya untuk menyibukkan diri dibalik meja kantor ternyata tak bisa membuat dirinya lebih baik. Bahkan semenjak kejadian beberapa waktu lalu yang tentu berhasil membuat ia kehilangan sedikit kepercayaannya pada Galang, dirasa Kevin sudah berhasil mengubah hidupnya dalam beberapa saat saja.

"Aku tidak akan pernah bisa membencimu Galang, tapi apa aku tidak pantas kecewa pada sahabat yang ternyata juga mencintai wanita yang dicintai sahabatnya?"

Keadaan seperti ini sungguh melelahkan dari apapun, belum lagi setumpuk pekerjaan yang selalu menantinya setiap hari. Hoosshh....

Kevin melirik benda silver yang melingkar ditangannya. Belum lepas dari pukul sepuluh pagi tapi ia sudah sangat lapar. Terang saja, tadi berangkat pagi - pagi sekali dan ia pun belum sempat sarapan karena harus menghadiri meeting mendadak dipagi ini.

Kakinya melangkah meninggalkan gedung pencakar langit itu dan tentu bergerak ketempat yang bisa menghilangkan rasa laparnya saat ini. Dan disinilah ia berada dimana ragam menu pasta favorite-nya bisa ia dapatkan. Sedikit menyimpang dari pola hidup sehat, tak masalah bukan? Terkadang lidah pun butuh di refresh dan Kevin memang perlu itu setelah beberapa lama ini ia nyaris seperti biksu.

Seorang waiters pria pergi meninggalkan meja Kevin setelah ia selesai dengan menu pilihannya. Dan panggilan alamiah membuatnya harus meninggalkan sejenak mejanya tersebut. Sebenarnya sangat beresiko mengingat kondisi resto yang cukup ramai, tapi mungkin tidak masalah jika hanya sebentar.

"Seperti biasa pizza dengan topping buah segar dan strawberry float tanpa yogurt" bibir gadis kecil itu membeo hingga membuat si waiters tersenyum geli menatapnya yang sudah belagak layaknya orang dewasa.

"Yakin hanya itu sayang? Karena setelah ini mommy tidak akan memenuhi lagi permintaanmu" tawar wanita tersebut dan dijawabnya dengan gelengan pasti. Waiters itupun menganngguk paham dan pergi untuk mempersiapkan pesanannya.

"Mom... apa tidak ingin memesan makanan juga?"

"Panne saus tuna with hot chilly dan orange float, selamat menikmati" belum sempat menjawab pertanyaan putrinya seorang waiters sudah datang dengan nampan berisikan makanan yang pasti bukan pesanan keduanya.

"Maaf, tapi kami tidak memesan menu yang Anda bawakan ini"

"Tapi ini pesanan dari meja 28 nyonya" ucap waiters tersebut sembari memastikan kembali meja tersebut.

"Iya... kami memang memesan makanan tapi tidak dengan menu yang Anda bawakan sekarang. Mungkin Anda salah!" pria itu tetap memberikan senyum ramah meski ia tahu wanita dihadapannya ini mulai merasa tidak nyaman.

"Mohon maaf, mungkin ada kesalahan disini. Saya akan memeriksanya kembali pada waiters yang sebelumnya mencatat pesanan pelanggan. Perm-"

"Letakkan saja disana, itu menu pesanan saya" hingga akhirnya sebuah suara bariton menghentikan perdebatan diantara mereka. "Salah saya meninggalkan meja setelah memesan makanan, Anda bisa pergi. Dan maafkan nyonya ini..." lanjut Kevin dengan senyumannya.

Sedang wanita dihadapannya kini menatapnya bagai peta buta, sulit terbaca. Antara malu, kaget dan...

"Aaahh... Om Ganteng!" bahagia. Emely bahkan tak perduli bagaimana Mila kini menatapnya penuh isyarat. Yang ia tahu, hanya bagaimana menumpahkan segala kerinduannya pada pria ini. Terang saja, sejak keluar dari rumah sakit pekan lalu Emely dilarang Grandapa "Chandra" untuk keluar rumah. Meski sebenarnya hari ini pun mereka melakukan pelanggaran, Emely tidak perduli.

DEAR YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang