Cinta yang besar membuatnya bertahan pada sebuah kata "Kesetiaan", namun bagaimana saat (terpaksa) kesetiaan itulah dipertanyakan?
-Louisa Mila Calysta -
Kesetiaan hanya akan membawamu pada kesengsaraan, sedang mencintai adalah anugerah. Tapi cin...
Calvin Harris - Feels Ft. katty perry, Big Sean, Pharell William 🎶🎶
"Kau suka makan malamnya?", tanya Alona pada Mila yang sedang menumpuk piring-piring bekas makan malam mereka.
"Sangat suka. Masakanmu enak sekali, Al... Tidak heran jika Adam semakin mencintaimu"
Alona terkekeh mengetahui ekspresi Mila yang menatapnya dengan tatapan jenaka. "Kau cukup percaya diri memuji tentang masakanku. Tapi lebih dari itu, bukan masakan yang membuat Adam semakin mencintaiku" memelankan suaranya Alona tersenyum jahil seraya menggerakan alisnya naik turun.
Kedua alis Mila terangkat membentuk sudut bibir melengkung kebawah, "Woah, hormon ibu hamil kadang lebih meningkat diatas rata-rata. Jika itu yang kau maksudkan, entah akan berapa adik kalian beri untuk Emelly" seru Mila berpaling pada Adam yang baru saja mengambil mineral water dari dalam kulkas.
Tersenyum miring Adam pun menimpali "Bagus dong! Berarti reproduksi kami bejalan dengan sempurna, melewatkan malam-malam tanpa desahan sama halnya–bagai sayur tanpa garam, Mila" ia mengangkat gelas ditangannya keudara.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alona tidak tahan untuk tidak memukul punggung Adam. Sontak pria itu mengaduh sambil mengusap-usap punggungnya yang terkena pukulan Alona.
"Tidak ada satupun hal yang Bagus dari ide rahasia diatas ranjang, Dam" seru Alona tanpa menutupi kekesalannya.
"Ayolah, baby. Tidak ada yang salah membicarakan urusan ranjang didepan seseorang yang jelas ia sudah pernah merasakannya", Adam tergelak. "Siapa tahu dia memiliki ide lain yang belum pernah kau coba"
Mila berdehem, "Ada baiknya kalian melanjutkan pembicaraan tersebut dikamar"
Adam terbahak, "Tapi aku menyukai apapun permainan yang diberikan istriku" ujar Adam sambil memeluk Alona dari belakang dan menciumi pipinya.
"Adam...", bisik Alona dengan geraman sembari melepaskan diri dari pelukan Adam. Membuat pria itu menekuk bibirnya kebawah. Alona baru saja akan mengangkat tumpukkan piring yang sudah dikumpulkan Mila, tapi Mila melarangnya terlibat lebih jauh.
"Biar aku saja, Al. Ini sudah malam sebaiknya kau istirahat" kata Mila.
"Tidak, tidak..." Alona menggelengkan kepalanya. "Kau tamu dirumah ini Mila, mana mungkin aku berlaku tidak sopan terhadap tamuku? Jika kehamilanku yang kau kawatirkan, pekerjaan ini tidak terlalu berat untuk membuatku lelah"
Mila menyentuh pundak Alona, dan memberikan pijatan ringan dibagian itu secara perlahan. "Kali ini... Aku memaksa, Alona" menoleh kepada Adam, Mila memberi perintah
"Bawa dia kekamar, Dam" Mila memberikan penekanan yang sedikit dilebih – lebihkan.
"Aku janji ini terakhir kalinya kau mencuci piring ketika bertamu kerumah kami", ujar Alona sembari memeluk Mila dan memberi ciuman selamat malam dipipi Mila.