DEG DEG DEG DEG....
"Pacaran aja si lo sampe gak ke kantin! Ditanyain temen lo tuh...."
DHUERRRRRRR..
What?? Nggak salah denger nih? Pacaran??
Emang dia liat aku lagi sama seseorang?
Fitnah apa lagi yang sedang dia buat?
"Iseng aja lo, Tar! Ganggu orang pacaran aja." celetuk Dody terganggu karena kemunculan Vatar di kelasnya.
Dada Dizza mencelos, udara di paru-parunya terasa terbang bebas seolah bolong dari segala sisi. Ya tentu aja lah dia nyapa Dody CSnya di kelas IPA, gak mungkin banget manusia resek itu menegurnya.
Vatar tertawa renyah mendengar ucapan Dody barusan, lalu dia menyadari ada Dizza yang sedang melongo ke arahnya.
"Heh! Kamu ngapain? Lagi nguping ya?"
Dizza yang lupa menyetting mukanya ke mode normal tampak bloon ditanya dadakan kayak gitu.
"Ada juga kamu yang ngapain ke sini? Dasar orang nggak penting!" jawabnya sekenanya. Dia betul-betul kaget Vatar menembaknya dengan pertanyaan itu.
"Enak aja nggak penting! Temen aku banyak! Hampir tiap kelas ada, nggak kaya kamu temennya itu-itu doang!" jawabnya sambil menjulurkan lidah. Jelas sekali cowok itu ngajak ribut.
Dizza geram, ingin membalas perkataan Vatar yang memang sepenuhnya benar, tapi dia tidak terima bila Vatar yang menyinggungnya. Apalagi dia mengatakannya di depan Dody dan Nita, mereka malah ikutan menertawakannya.
Bel masuk lah yang mengurungkan niat Dizza untuk membalas perkataan Vatar, cowok itu keburu pergi dengan di iringi tatapan geram Dizza. Dizza mengelus dadanya, menetralkan gemuruh amarah di dadanya yang memuncak, tanpa menyadari sudah ada Arum di sampingnya.
"Lo kenapa, Diz? Kayak abis ngeliat setan! Nih makan rotinya, cepetan, jangan ampe lo gak bisa mikir buat ulangan kimia ntar."
Arum menyodorkan roti yang tadi dipesan Dizza, Dizza langsung memakannya seperti orang kesurupan dan meminum milkshake nya kayak orang abis dari gurun baru ketemu air, Arum melihatnya heran.
"Pelan-pelan Diz, gue nggak nyuruh lo secepat itu ngabisinnya... Untung nggak keselek!"
Dizza menelan sisa roti dan minuman secepatnya."Nggak ada waktu, aku mau cerita tadi ada setan kemari.''
''Setan apaan, Diz? Dimana? Ah, lo jangan bikin takut.'' Arum menoleh ke kanan dan ke kiri sambil merapatkan kedua tangannya ke dada. "Lo becanda, kan?" ulang Arum, merasa pertanyaannya tak ada jawaban.
"Iya bener, tadi dia di depan situ" tunjuk Dizza tepat di meja yang di tempati Nita.
Arum langsung heboh memanggil-manggil Nita. "Nit, tadi kata Dizza di tempat lo ada se..."
Belum sempat Arum melanjutkan kata-katanya Dizza membungkam mulut Arum. "Ssstttt dengerin aku selesai cerita dulu."
"Apaan si, Diz? Ceritanya tentang setan kan? Gue mau pindah tempat duduk ah nanti setannya dateng lagi! Hiii serem." Arum masih heboh menengok ke kanan dan ke kiri, kali ini melihat atas dan bawah, konyolnya dia memastikan kaki Dizza apakah masih menginjak ke tanah atau tidak?
"Arum! Udah deh jangan aneh-aneh, tadi Vatar dateng ke sini."
Akhirnya Dizza menyelesaikan objek kalimat yang dia ganti seenaknya karena risih melihat Arum yang sedang mengamati kedua kakinya karena takut Dizza juga setan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Dizza [COMPLETED]
Roman pour Adolescents[1-69 PRIVATE STORY, FOLLOW FIRST TO READ FULL CHAPTER] Dizza Mazaya Azalea si cewek yang berprinsip tidak ingin pacaran, mengelabui cowok-cowok yang mengejarnya dengan berakting menjadikan kakak laki-lakinya sebagai pacarnya. Dizza membenci Vatar...
![Rahasia Dizza [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/94197555-64-k380572.jpg)