Vatar sedang berkumpul bersama teman-temannya di rumah Kevin setelah pengajian di rumahnya. Teman-teman terdekat lengkap hadir di sana. Kevin, Dody, Brad, Clint, dan Harry. Mereka bercerita tentang Vatar yang sangat kalem di Amerika. Mereka tampak antusias dan akrab padahal baru saja bertemu. Terutama Brad dan Kevin yang kompak mem-bully-nya.
"Lihat, siapa besok yang akan menjadi pengantin? Vatar, man... Vatar!" pekik Kevin girang, ia menunjuk Vatar. Vatar hanya memutar bola matanya malas.
Brad mengangguk mengiyakan. "Iya, si perjaka culun yang menggigil kedinginan saat winter."
"Kau tidak melihat penampilannya sih saat winter, dia itu seperti orang kutub." ejek Clint.
"Benarkah? Kau punya fotonya?" Dody bertanya antusias.
"Tentu saja, aku sering menggunakannya untuk mengusir burung gagak di ladangku."
"Astaga, Clint. Kau kejam sekali." Dody dan yang lainnya tertawa. Vatar mendengus mendengar pem-bully-an massal mereka.
"Sudah puas? Besok jangan harap mencicipi rendang di pesta ku."
Brad mendecak. "Ah, kau pemarah sekali. Persis seperti Ayahmu."
"Darimana kau tahu jika Ayahnya pemarah?" tanya lagi Dody penasaran.
"Aku mengalaminya sendiri. Dia meninju rahangku hingga tulang pelipisku bergeser dan harus di gips. Itu menyebalkan sekali."
"Kenapa dia melakukan itu?"
"Dia menghajarku karena diam-diam membawa Vatar ke pesta dan mencekokinya minuman."
Dody tertawa. "Ya ampun. Kau pantas mendapatkannya."
"Aku merasa tidak adil. Pelaku penculikan bukan hanya diriku, tapi dua orang ini juga ikut serta. Tapi, yang dihajar hanya aku." ujar Brad sambil menunjuk Clint dan Harry. Dua orang itu menatap Brad prihatin.
"Sial betul nasibmu. Lalu, apakah Vatar menyukai minuman itu?"
"Dia memuntahkannya dan seminggu tidak masuk kuliah karena mula-mual."
"Sudah kuduga, lambungnya memang tidak cocok dengan minuman semacam itu." Kevin mengangkat bahunya acuh tak acuh. Pandangan Brad beralih pada Vatar.
"Apa besok di pestamu ada minuman, Andromax?"
Vatar melotot ke arah Brad. Brad baru menyadari jika keliru menyebut nama Vatar. Ia menutup mulutnya dengan sebelah tangan.
"Andromeda. Jawab pertanyaanku." erang Brad pura-pura tidak melihat pelototan Vatar. Ia sudah terbiasa dengan reaksi tidak suka Vatar bila dirinya memanggil dengan Andromeda.
"Tidak ada, Brad. Dan mulai sekarang berhentilah memanggilku dengan Andromeda. Di sini tidak ada yang memanggilku begitu."
"Sudahlah, Brad. Mengalah saja, lagipula besok keluarga besarnya hadir di pesta. Jika kau memanggil Vatar dengan Andromeda. Maka, akan banyak orang menoleh." Harry menengahi sebelum terjadi perdebatan masalah nama panggilan.
"Benar juga, baiklah."
"Bagus kalau kau mengerti sebelum kau dihajar oleh Vatar." ujar Kevin sambil menepuk-nepuk bahu Brad. Brad malah terkekeh mengejek.
"Tidak mungkin dia melakukan itu padaku."
"Apakah kau tidak tahu? Calon kakak iparnya itu pernah dihajar Vatar hingga koma selama enam bulan."
Brad mengibaskan tangannya. "Bohong."
"Kau tanya saja sendiri."
"Benarkah, Avatar? Oh, maksudku Vatar." tanya Brad, entah kenapa ia selalu salah bila memanggil nama Vatar. Sepertinya ia mempunyai masalah dengan lidahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Dizza [COMPLETED]
Teen Fiction[1-69 PRIVATE STORY, FOLLOW FIRST TO READ FULL CHAPTER] Dizza Mazaya Azalea si cewek yang berprinsip tidak ingin pacaran, mengelabui cowok-cowok yang mengejarnya dengan berakting menjadikan kakak laki-lakinya sebagai pacarnya. Dizza membenci Vatar...
![Rahasia Dizza [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/94197555-64-k380572.jpg)