Di kelas Dizza, si Vania yang hobinya bergosip tentang cogan memekik senang melihat perubahan signifikan dari Vatar. Dizza yang sudah melihat penampilan Vatar tadi masih bersikap biasa saja. Itu haknya untuk merubah dirinya seperti apapun, namun ia akui Vatar cocok dengan penampilannya yang sekarang.
Ketiga temannya yang lainpun berpendapat sama dengan Vania, mereka terus berkomentar hingga bel masuk berbunyi. Dizza heran, mengapa semua cewek di sekolah ini begitu senang membicarakan Vatar... Cowok itu memang terlalu tampan untuk seukuran anak SMA, tapi bisakah membicarakan cowok selain dia? Apakah di sekolah ini kehabisan cowok ganteng? Huh, dirinya menjadi sebal jika mengingat kebrutalan Vatar menghajar kakaknya. Dizza menggerutu dalam hati.
Saat Ferdy mengantarnya pulang pun ia ikutan membicarakan Vatar, tentang rambutnya, tentang kacamatanya yang ia anggap norak dikenakan ke sekolah, hingga harga motornya yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Apakah Ferdy iri dengan Vatar hingga sebegitu ditelnya mengomentari penampilan rivalnya itu? Ini semakin tidak masuk akal.
Please, Tar... Stop membuat kehebohan dengan menonjolkan kelebihanmu, lama-lama telingaku terserang tuli permanen mendengar namamu terus disebut seluruh penghuni sekolah.
Pulang les Vatar langsung menuju kandang Michael, ia lupa tadi pagi belum memberinya makan. Evan tiap hari menelepon menanyakan kabar piaraannya, padahal anaknya kemarin sakit tapi yang ditanya Evan malah ayam sialan itu. Kadang Vatar ingin membuang ayam itu ke suatu tempat, tapi pasti Evan akan marah besar bila mengetahui ayam kesayangannya hilang. Maka, dengan terpaksa Vatar membatalkan niatnya.
Ayam itu sebenarnya tidak jelek, bulunya indah dengan surai menjuntai berwarna orange muda. Kakinya yang panjang dan jenggernya yang seperti kipas menambah gagah wujud ayam itu. Vatar tidak terlalu mengetahui jenis ayam, mungkin ayam itu berjenis pelung atau bangkok. Entahlah, hanya Evan yang tahu asal muasal piaraannya.
Vatar tidak menyangka dengan penampilannya sekarang akan menimbulkan kehebohan, apalagi dua sobatnya itu terheran-heran dengan perubahan dirinya. Padahal ia hanya menyisir rambutnya yang sudah agak panjang ke belakang dan memberikan sedikit gel agar bentuknya tetap rapi. Lalu, kacamata itu juga bukan hal yang perlu dikomentari. Motornya yang ia beli kemarin bukan bertujuan untuk pamer, melainkan untuk move on. Mungkin, itu hanya reaksi berlebihan orang-orang di sekitarnya saja yang terlalu membesar-besarkan masalah.
Tadi Dizza juga terlihat terkejut dengan perubahannya.. Permintaan cewek itu akan segera terlaksana kalau dirinya akan menjauh. Lihat saja nanti. Dizza adalah orang yang paling tidak mau Vatar temui di sekolah. Untung saja ia tidak satu jurusan dan tidak satu kelas dengan Dizza. Itu akan mempersulit dirinya untuk melupakan cewek itu.
Saat menjenguk dirinya kemarin, Kevin dan Dody melakukan pembersihan besar-besaran di kamarnya. Dari mulai ponsel hingga barang-barang yang sekiranya mengingatkan pada Dizza, semua sudah disingkirkan oleh dua sobatnya itu. Vatar bersyukur mempunyai Kevin dan Dody, tidak percuma ia mempunyai sahabat yang dapat diandalkan dalam situasi seperti ini.
Kehebohan terus terjadi hari berikutnya, Vatar berharap tidak ada cewek yang menembaknya dalam waktu dekat ini. Ia ingin fokus belajar, sudah tidak ada waktu untuk bermain-main lagi. Dulu saat dirinya masih kelas IX, kakak kelas bahkan cewek-cewek kelas sebelah berebut untuk menjadi pacarnya, hampir tidak ada jeda antara berakhirnya hubungan dengan cewek yang satu dan yang lainnya. Vatar terdengar seperti cowok yang mudah move on bukan?
Seperti sekarang, cewek sekelasnya sedang mengangkat sedikit roknya lalu mengedipkan sebelah mata padanya. Apa maksudnya? Dia pikir dirinya semesum Kevin? Begitu mudah tergoda dengan hal semacam itu. Maaf saja, ia hanya terobsesi dengan paha Dizza yang tidak pernah terlihat. Dizza tidak pernah memperlihatkan pahanya seperti mereka. Tentu saja, dia selalu menggunakan pakaian panjang dan menutup semua auratnya. Bagaimana orang melihat? Mengintip saja susah. Loh? Kenapa Dizza lagi sih?? Sial, ia jadi lupa sedang berusaha melupakan cewek itu. Ini semua gara-gara ulah cewek sekelasnya yang membuat pikiran kacau!
Akankah melupakan Dizza semudah membalikkan telapak tangan? Terdengar mudah, tapi sulit dilakukan. Semenjak dirinya merombak penampilan, Dizza sudah mau menatapnya. Tidak seperti sebelumnya yang selalu membuang muka atau pura-pura tidak melihat bila berpapasan. Entah harus senang atau sedih tapi ia kembali pada tekad sebelumnya, yaitu harus bisa melupakan Dizza. Harus!
Ia harus mengingatkan dirinya sendiri hanya Dizza lah, satu-satunya cewek yang sudah menginjak-injak harga dirinya. Sementara di luar sana cewek-cewek mengejar-ngejarnya, banyak yang menginginkan menjadi pacar seorang Vatar. Apakah cinta itu tidak adil? Benarkah cinta itu ada? Akankah nanti dirinya akan menemukan seseorang yang akan mencintainya sebagaimana ia mencintai orang tersebut? Ia sudah lelah bertepuk sebelah tangan.
Sepertinya benar kata Kevin, cinta itu tidak ada. Cinta itu omong kosong yang hanya dirasakan oleh orang kasmaran. Tidak rasional dan bila hubungan berakhir, cinta seakan tak berperasaan.. Saling menyakiti dan membenci satu sama lain. Kini Vatar ragu tentang keberadaan cinta sejati di dunia ini. Apakah ada?
🎀🎀🎀
Hari ini kelas IPA sedang mengadakan praktek biologi di laboratorium, Dizza, Arum dan Dody yang satu kelompok akan mengambil air untuk keperluan penelitian. Arum mendapat tugas mencari cacing, Dizza lah yang kebagian mengklasifikasikannya. Sementara Dody yang akan menjabarkan bagaimana struktur cacing itu dan menuliskannya di jurnal.
Dizza benci penelitian seperti ini, ia sebenarnya orang yang tidak suka suatu hal jorok dan menjijikkan. Tapi, tidak mungkin ia menolak mengikuti praktek ini kalau tidak mengingat ingin mendapat nilai. Ia lebih senang pelajaran belajar di kelas daripada di lab mengerjakan tugas yang menggelikan seperti sekarang.
Bagi Arum dan Dody mungkin hal ini tidak berpengaruh, Arum cewek tomboy yang terlalu cuek dengan kebersihan pasti dengan senang hati mengerjakan tugas ini, begitu juga Dody.. Anak laki-laki biasanya lebih tahan oleh sesuatu yang kotor. Tapi, sepertinya itu tidak berlaku untuk Dody... Setiap cowok itu akan duduk, ia tidak lupa mengelap dengan tissu terlebih dahulu.
Dizza pun tahu Dody mengganti seragam sekolahnya tiap hari. Padahal dirinya yang cewek, mengganti seragamnya dua hari sekali. Dody memang cocok berteman dengan Vatar yang selalu mengagungkan kebersihan, ia jadi teringat moment-nya bersama Vatar saat dirinya akan menyuapi cowok itu tapi ia mengira itu sendok bekas pakai... Huh, cowok yang terlalu cepat menaruh curiga.
Berbeda dengan Kevin, Dody termasuk cowok yang pendiam.. Ia jarang bicara jika tidak perlu dan tidak ditanya. Awalnya Dizza sempat merasa canggung harus sekelompok dengan Dody. Dizza khawatir Dody juga akan mengintimidasinya, tapi kekhawatirannya tidak terjadi... Selama praktikum Dody tidak menanyakan hubungannya dengan Vatar. Cowok itu juga bersikap biasa saja, tidak jutek dan tidak terlihat membenci Dizza. Mungkin Dody tidak mau mencampuri urusan orang lain.
Dizza menggelengkan kepalanya, sebenarnya apa yang tadi ia pikirkan? Kenapa jadi memikirkan Vatar? Tidak seharusnya ia memikirkan cowok yang menyebabkan kakaknya koma! Apa untungnya? Hanya akan menambah sakit hati saja... Kalau Vatar berpikir setelah merubah penampilan dirinya akan terkesima dan luluh untuk berbaikan dengannya lagi? It's a big no, no... Vatar salah besar, ia tetap membenci cowok itu.
Maaf pendek...
RD seharusnya sudah tamat sebulan yang lalu, tapi karena saya yang tidak disiplin jadi work sebelah juga terbengkalai. Kalo minta next itu jangan maksa dong, apalagi pake emoticon bawa2 golok segala. Walaupun cuma DM tapi tetep aja sakitnya di sini. Saya bela-belain update kalo yang suka maksa ngirimin ayam goreng A&W segerobak.. Wkkwk pasti langsung saya update sore ini juga.
Sebelom puasa saya mau minta maaf ya kalo ada ucapan yang salah, atau ada yang ngerasa PHP dengan notif update padahal bukan update-an... Hehehe see you on monday..😎🖐🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Dizza [COMPLETED]
Novela Juvenil[1-69 PRIVATE STORY, FOLLOW FIRST TO READ FULL CHAPTER] Dizza Mazaya Azalea si cewek yang berprinsip tidak ingin pacaran, mengelabui cowok-cowok yang mengejarnya dengan berakting menjadikan kakak laki-lakinya sebagai pacarnya. Dizza membenci Vatar...
![Rahasia Dizza [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/94197555-64-k380572.jpg)