25. Confession II

1.3K 229 21
                                        

Tolong perhatikan di sini baik-baik, aku memasukkan dua tokoh yang pernah disebutkan di part sebelumnya yaitu Dody dan Ferdy. Sengaja baru aku mainkan sekarang agar pembaca tidak bingung karena kebanyakan tokoh. Hehehe...

Selamat membaca! 😍

Baru saja Vatar dan Dizza memasuki gerbang sekolah mereka sudah dikerubuti oleh fans masing-masing. Wajar saja karena sudah seminggu Vatar tidak bersama Dizza. Mereka pasti ingin tahu kelanjutan hubungan Vatar Dizza. Bagi fans mereka, Vatar dan Dizza merupakan pasangan yang serasi. Mereka sudah merestui idola mereka bila mereka jadian, dari segi tampang, kecerdasan hingga kerendahan hati mereka patut diacungi jempol. Mereka tidak sombong sama sekali memiliki kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh orang lain.

Diantara fans Dizza yang paling membuat Vatar muak adalah Ferdy, dialah satu-satunya orang yang tidak suka bila melihat Dizza dekat dengannya. Padahal sudah beberapa kali Ferdy ditolak Dizza tapi cowok itu masih saja mendekatinya. Mungkin urat malunya sudah putus atau cowok itu memang bermuka badak.

Ferdy pun sepertinya benci sekali dengan Vatar, walaupun status Vatar hanya sebagai teman Dizza, namun Ferdy iri cowok itu bisa dekat-dekat dengan Dizza. Karena Dizza dikenal jarang berdekatan dengan cowok selain urusan sekolah. Apalagi Ferdy pernah mendengar kabar bahwa Vatar pernah jalan berdua dengan Dizza.

Ferdy sedang berjalan menuju kelasnya yang hanya bersebelahan dengan kelas Vatar. Tak sengaja dia mendengar percakapan antara Vatar, Kevin dan Dody. Mereka seperti berbicara suatu rahasia, karena lokasi tempat mereka mengobrol agak sedikit sepi, jarang dilewati murid-murid lain. Ferdy sedikit menempelkan telinganya untuk mendengarkan lebih jelas. Ia ingin tahu apa yang mereka bicarakan.

"Hah? Jadi ternyata pacarnya Dizza itu kakaknya? Yang sering nganter ke sekolah sampe masuk kelas itu kan??" teriak Dody saat Vatar menceritakan masalahnya pada sobatnya itu. Dia sangat syok mendengarnya sampai ia tak menyadari bahwa suaranya kelewat kencang.

"Si cumi bacotnya gede banget! Kecilin suara lo goblok! Ntar ada yang denger!" Kevin menoyor kepala Dody seenaknya, ia kesal dengan Dody karena suaranya melebihi toa sekolah. Dody hanya meringis tak enak.

"Ups maaf... Beneran dia kakaknya?" kali ini Dody sedikit mengecilkan volume suaranya, tangannya ia tempelkan di samping bibirnya.

"Iyaaa budeg! Berapa kali dibilang si?? Makanya lo jangan pacaran mulu, jadi kudet kan lo!"

"Gue nanya Vatar, kok lo yang nge-gas si Vin?? Tailah!" sungutnya marah, sedari tadi Kevin menyinggung masalah pacar. Padahal dia sudah putus dengan pacarnya. Dan masalah itu pula yang menyulut emosi Dody.

"Gue sebel sama lo! Temen lagi susah, lo malah enak-enakan pacaran mulu!" tutur Kevin tanpa malu-malu, sudah lama ia ingin menyampaikan uneg-unegnya pada Dody tapi ia belum punya kesempatan.

"Iri aja lo Vin.. Makanya cari dong pacar!"

"Lo emang bangke, Dod!" makinya kesal, Kevin mendorong tubuh Dody hingga membentur tembok. Dody melotot tak terima dan hendak membalasnya.

"Eh udah! Udah! Kok malah pada berantem si??" Vatar melerai mereka yang sudah berhadapan, Vatar mencengkram kuat lengan Kevin. Menahan soulmate-nya itu agar tidak emosi.

"Gue mau ngasih pelajaran buat bacot Kevin yang lebay!" Dody sudah bersiap untuk memukul Kevin, tangannya sudah terjulur ke depan. Mereka seperti ibu-ibu yang akan berjambak-jambakan memperebutkan barang diskonan. Vatar ngeri melihatnya.

Rahasia Dizza [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang