Vatar marah, bukan kepada Dizza, bukan kepada Kevin maupun Dody... Kiky tiba-tiba memeluknya dari belakang memohon minta balikan. Kalau saja Kiky itu laki-laki sudah dipastikan dia akan pulang hanya nama saja! Kenapa Vatar marah? Pertama, karena ada orang yang memeluknya tanpa izin, kedua ia marah mendengar rencana mantannya itu untuk balikan. Ketiga, ia tidak suka dibuntuti. Ia tidak menyangka mantannya itu akan nekat menyusulnya ke tempat les. Padahal hubungannya sudah berakhir lebih dari enam bulan yang lalu tapi cewek itu masih ngotot untuk minta balikan.
Kiky memang selalu rutin menghubunginya, tapi tidak pernah ditanggapi oleh Vatar. Cewek itu masih belum terima alasan mengapa dirinya memutuskan Kiky. Perlukah ia menjelaskan kembali bagaimana manjanya cewek itu bila ingin pergi kemana-mana? Ia selalu memaksanya untuk mengantar, tidak perduli dirinya mempunyai kegiatan yang lebih penting. Pacar macam apa itu?
Egois, manja, dan sok cantik. Vatar membenci cewek yang tidak bisa diajak kompromi seperti Kiky. Dia selalu marah bila keinginannya tidak dipenuhi, selalu menuntut dirinya menjadi begini dan begitu. Vatar memang penyabar, tapi kesabarannya terbatas bila berhadapan dengan makhluk semacam Kikiy. Memang dia pikir dia siapa? Baru jadi pacar saja sudah banyak maunya.. Apalagi menjadi istrinya nanti?
Kiky memohon padanya untuk memberikan kesempatan kedua, ia berjanji akan mengubah sifatnya yang mengakibatkan mereka putus. Dalam hidup Vatar tidak ada istilah kesempatan kedua, kalau seseorang telah menyia-nyiakan sesuatu pasti di masa depan orang itu akan gagal lagi. Lagipula, bagaimana Kiky bisa berubah bila kelakuannya itu telah mendarah daging sejak dulu. Tidak ada jaminan bahwa cewek itu akan benar-benar berubah. Vatar tidak mau jatuh ke lubang yang sama.
"Awas jatoh!" seru Kevin pada Vatar yang belum memakan sama sekali es krim sundae-nya yang tinggi bagai gunung, esnya sudah sedikit mencair membasahi pergelangan tangan Vatar. Tetesan esnya juga sudah membasahi meja dimana mereka duduk. Kevin menggerutu sambil membersihkan lelehan es Vatar yang mengenai ujung kaus lengan panjangnya. Ia malas mencucinya di wastafel, jadi ia membasuhnya dengan air colla... Kevin bodoh sekali, ingin membersihkan noda tapi justru dia menambahkan noda dengan air colla. Idiot!
Vatar terkesiap. Ia melamun hingga tidak menyadari keadaan sekitarnya, sampai-sampai benda yang ada di depan matanya luput dari penglihatannya. Vatar tersenyum, lalu mulai menikmati es krim yang sempat diacuhkannya.
"Lo nggak makan?" tanya Dody yang sedang asik menguliti fried chicken-nya. Vatar melirik Dody sekilas, ia sampai lupa ada Dody yang berada di sebelah kirinya. Untung saja cowok itu berbicara, kalau tidak? Mungkin Vatar akan benar-benar tidak mengetahui kehadirannya.
"Gue nggak laper..."
"Kamu harus banyak makan sayang... Kamu kan masih dalam masa penyembuhan..." ujar Kevin dengan nada suara yang digenit-genitkan. Tangannya yang belepotan saus tomat mencoel pipi Vatar. Jorok. Ingin rasanya Vatar menjejalkan cone es krimnya ke mulut lebay Kevin.
"Pengen muntah gue dengernya..."
Kevin dan Dody tertawa.
"Jangan ngelamun mulu, ntar Michael mati."
"Gue malah ngarep begitu." jawab Vatar malas, ia jadi teringat ayam sialan itu belum dimandikan semenjak papanya kembali ke luar negeri. Besok ia berencana akan memandikannya, itu pun kalau ingat.
"Jangan disumpahin, lo jual lebih bagus.. Dapet duit." usul Dody. Ide itu bagus juga, tapi Evan pasti akan membunuhnya kalau hal itu terjadi. Vatar hanya bisa bersabar menunggu hingga ajal menjemput Michael.
"Ngelamunin apaan sih? Jangan bilang si Dizza lagi..."
Vatar meletakkan jari telunjuknya di bibir. "Sssh, Vin.... Jangan sebut nama itu lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Dizza [COMPLETED]
Roman pour Adolescents[1-69 PRIVATE STORY, FOLLOW FIRST TO READ FULL CHAPTER] Dizza Mazaya Azalea si cewek yang berprinsip tidak ingin pacaran, mengelabui cowok-cowok yang mengejarnya dengan berakting menjadikan kakak laki-lakinya sebagai pacarnya. Dizza membenci Vatar...
![Rahasia Dizza [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/94197555-64-k380572.jpg)