"Woyyy bangun loo..Udah jam berapa nih?" Kevin merangsek masuk pagi ini ke kamar Vatar seenaknya dan membuka tirai kamar yang masih tertutup.
"Apa-apaan si lo Vin?? Ganggu gue aja, gue masih ngantuk nih." jawabnya malas, menutupi wajahnya dengan selimut, menghidari silau matahari yang masuk kedalam kamarnya.
"Ck, lo lupa hari ini ngajak gue main boling?"
"Akal-akalan lo doang, gue gak pernah ngomong gitu." Vatar masih bergumam di balik bantalnya malas meladeni ajakan Kevin.
"Ayolah temani gue, si Dody sombong sekarang semenjak punya cewek dia nyuekin kita, eh gue sih..." rajuknya, ikut tidur-tiduran di sebelah ranjang king size Vatar.
"Lo nya aja gak punya kegiatan kerjaannya recokin orang mulu, kayak sekarang ni gangguin gue."
"Temenin gue lah Tar, sobat macam apa si lo? Mandi sana cepetan! Gue tunggu di bawah." Kevin bangkit dari tidurnya hendak meninggalkan kamar namun tak sengaja melihat bungkusan cantik yang berada di meja belajar Vatar.
"Itu punya lo?"
"Apaan?" Vatar memalingkan badannya memunggungi Kevin dan kembali menarik selimutnya lagi membuat Kevin kesal.
"Bangun Tar, ya ampun! Semenjak gaul sama Dizza elo jadi kebo gini. Ini udah jam sepuluh astaga!" Kevin membongkar selimut yang menutup rapat tubuh Vatar, cowok itu menutup kepalanya dengan bantal, namun Kevin malah membuang bantal itu ke pojok ruangan.
"Males....."
"Gue siram aer ni, bangun gak lo...." Kevin membawa segelas air dan menyipratkannya ke muka Vatar.
"Aahhh kumannnn looo, ambilin anduk gue..." keluhnya geram mengelap mukanya yang basah terkena cipratan air.
"Huhh kalo bukan sobat udah gue makan lo..."
"Mau dong di makan..." Vatar mengerling genit sambil mencolek pipi Kevin.
"Najis, jijik, stres, gue bukan maho! Cepetan mandi gue tunggu di bawah awas aja lo molor lagi!"
Vatar menjulurkan lidahnya dan berjalan malas menuju kamar mandinya. Kegiatan bangun siang di hari liburnya harus di ganggu sama Kevin. Walaupun Vatar tidak kaget dengan kedatangan Kevin yang kadang datang di hari minggu main ke rumahnya. Namun minggu pagi ini kedatangannya terasa mengganggu karena semalam Vatar tidak bisa tidur mengingat-ingat momentnya bersama Dizza.
"Semalem sukses nih kayaknya ampe tidur pules?" Kevin bertanya sambil menyendok nasi di piringnya, mereka kini sudah berada dimeja makan.
"Siapa suruh lo makan di sini?" Vatar menghentikan kunyahannya dan menatap Kevin kesal, melihat piring sobatnya itu penuh lauk, ayam goreng, daging, sosis bakar, tuna asam manis, semua lengkap hadir di piring Kevin.
"Tadi nyokap lo sebelom pergi nyuruh gue bangunin lo trus nyuruh lo mandi, nyuruh lo makan bareng gue...dasar anak mami!!"
Vatar tergelak, menggelengkan kepalanya.
"Ya tapi gak semuanya elo embat kali Vin, lagian nyokap gue cuma basa basi sama lo."
Vatar melirik lauk yang tadi di ambil Kevin, sudah habis, hanya menyisakan tulang ayam yang di pinggirkan dengan tissue, cepat sekali.
"Peyit yo ah..." jawabnya tak jelas, tangannya sibuk mengorek giginya yang terselip makanan. Menjijikan.
"Halal sama manusia rakus gak tau diri kayak lo"
"Macem firaun aja"
"That's the point!"
"Jahat lo. Gimana semalem si? Kacang mahal..." Kevin bertanya penasaran, matanya masih jelalatan mencari makanan lain, dessert mungkin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Dizza [COMPLETED]
Ficção Adolescente[1-69 PRIVATE STORY, FOLLOW FIRST TO READ FULL CHAPTER] Dizza Mazaya Azalea si cewek yang berprinsip tidak ingin pacaran, mengelabui cowok-cowok yang mengejarnya dengan berakting menjadikan kakak laki-lakinya sebagai pacarnya. Dizza membenci Vatar...
![Rahasia Dizza [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/94197555-64-k380572.jpg)