Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin ya.. Maafin saya kalo punya salah. Maaf juga next partnya ngaret.
Yeeeee seneng bisa update pagi lagi.. Hihihi. Seperti yang saya katakan sebelumnya, Riza akan sadar dari koma ya..
Happy reading....
Sore ini Dizza galau, nilai bagus yang ia raih tidak dapat membuatnya gembira. Dua hari yang lalu, wali kelasnya menawarkan formulir pendaftaran universitas di jurusan kedokteran tanpa harus mengikuti tes masuk. Itu impiannya bisa masuk universitas negeri. Tapi, dengan kondisi orang tuanya yang telah tiada ditambah kakaknya yang masih koma ia tidak mungkin melanjutkan pendidikannya. Walaupun orang tuanya meninggalkan tabungan, ia merasa tabungan itu tidak cukup untuk membiayai kuliahnya nanti.
Dizza berencana bekerja dahulu lalu setelah uangnya cukup ia akan melanjutkan pendidikannya lagi. Tapi, wali kelasnya menyarankan untuk mengambil tawaran itu. Ia bingung. Tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Di satu sisi ia ingin melanjutkan kuliah, di satu sisi lagi ia khawatir tentang biaya kuliahnya yang mahal.
Dizza menghela napasnya kasar, Ferdy beberapa kali meneleponnya. Ia sengaja tidak mengangkatnya. Bukan apa-apa, semakin hari Ferdy semakin baik kepadanya. Ia tidak enak pada Ferdy karena selalu merepotkan cowok itu. Hari ini Ferdy pasti akan mengajaknya ke restoran mahal. Kebaya yang ia pilih semalam pun Ferdylah yang membelikannya. Padahal harganya setinggi langit, dan ia sudah menukarnya dengan kebaya yang lebih murah tapi Ferdy bersikeras agar ia memakai kebaya pilihan Metha.
Dizza tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadap Ferdy. Ia menerima Ferdy semata karena ingin melihat reaksi Vatar terhadap hubungan mereka. Dan bisa dilihat, Vatar tidak bereaksi apa-apa. Bahkan, Vatar dengan santainya pacaran dengan Dita. Ucapan Vatar yang mengatakan kalau dia mencintainya itu hanya omong kosong. Ia bingung harus dengan cara apa mengakhiri sandiwara ini. Lagi-lagi ia terjebak kebohongannya sendiri. Sial....
Sebelum acara perpisahan Dizza bertekad akan mengatakan yang sebenarnya pada Ferdy. Ia tidak ingin Ferdy berharap terlalu banyak pada hubungan mereka. Apalagi nanti Ferdy akan kuliah di luar kota. Mereka akan jarang bertemu dan ia akan semakin sulit untuk mengatakannya. Dizza merasa seperti orang yang tidak tahu balas budi, setelah semua kebaikan yang Ferdy berikan untuknya kini ia akan mengatakan sesuatu yang akan menghancurkan hati cowok itu.
Dizza terpaksa mengangkat telepon dari Ferdy yang mengganggunya. Oh, ia sudah menjadi orang jahat sekarang. Telepon dari pacar malah ia anggap sebagai gangguan? Sungguh kejam..
Dizza malas-malasan menjawab pertanyaan Ferdy, sesuai dugaannya Ferdy mengajaknya keluar malam ini padahal besok mereka juga akan bertemu untuk menghadiri acara perpisahan.
Ferdy datang tiga puluh menit kemudian, Ferdy memasang senyumnya seperti biasa. Senyum yang membuatnya merasa bersalah. Bahkan, untuk membalas senyum Ferdy saja ia tidak mampu memberikan secara tulus. Bagaimana ia bisa memberikan cintanya dengan tulus kalau membalas senyum saja harus terpaksa? Dizza, Dizza... Kamu benar-benar jahat.
Ferdy menuangkan teh hangat ke dalam cangkir Dizza, mereka sedang berada di tempat makan kawasan puncak. Tempat yang menurut Dizza terlalu jauh untuk didatangi pada sore ini, lagipula untuk apa ia meladeni Ferdy untuk pergi kalau ujungnya ia akan minta putus. Ini adalah pertemuan terakhirnya bersama Ferdy, ia hanya ingin menyenangkan cowok itu untuk terakhir kali.
"Di sini dingin ya? Nggak kayak di Jakarta, panas..." Ferdy mendecak sebal mengingat tagihan listriknya membengkak karena terlalu sering menggunakan AC. Sedangkan, ditempat ini mereka bisa kedinginan tanpa memerlukan biaya.
"Iya, dingin banget."
"Aku pengen deh nanti kalo udah nikah, kita bulan madu di sini.."
"Hah? Kita? Nikah?" Dizza bertanya heran. Kata nikah di telinganya terdengar sangat aneh dan asing.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Dizza [COMPLETED]
Ficção Adolescente[1-69 PRIVATE STORY, FOLLOW FIRST TO READ FULL CHAPTER] Dizza Mazaya Azalea si cewek yang berprinsip tidak ingin pacaran, mengelabui cowok-cowok yang mengejarnya dengan berakting menjadikan kakak laki-lakinya sebagai pacarnya. Dizza membenci Vatar...
![Rahasia Dizza [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/94197555-64-k380572.jpg)