Kevin dan Dody sedang berdesakan diantara kerumunan orang yang tengah melihat pengumuman kelulusan di papan mading. Mereka sengaja datang lebih pagi. Mereka mencari nama mereka di daftar absensi kelas masing-masing. Mereka berdua dinyatakan lulus, Kevin melanjutkan pencariannya untuk melihat nama Vatar yang berada di absensi paling bawah. Kevin mengerutkan keningnya saat nama Vatar ditandai stabilo warna hijau muda. Apakah Vatar tidak lulus?
Kevin mengikuti garis lurus itu. Vatar dinyatakan lulus dengan nilai fantastis. Nilai rata-rata Vatar 9,9 di empat mata pelajaran yang diujikan. Kevin tersenyum lebar melihatnya, tebakan tololnya mengenai Vatar tidak lulus itu sangat konyol. Tidak mungkin sobatnya menukar masa depannya yang cerah dan menyerah di masa sekarang hanya karena masalah kacangan. Vatar sudah kembali menjadi Vatar yang dulu.
Dody yang berada di samping Kevin masih melihat nilai orang lain yang di stabilo sama dengan nilai Vatar. Nama Dizza tertera menjadi orang kedua yang memiliki nilai fantastis. Itu artinya Vatar dan Dizza akan menjadi raja dan ratu sekolah tahun ini di acara kelulusan nanti. Nilai cewek itu tidak terlalu jauh dari Vatar yaitu 9,5. Waw! Apa mereka bekerja sama dalam ujian ini?
Kevin dan Dody keluar dari kerumunan orang yang semakin menyesaki papan mading itu. Mereka sudah puas melihat nilai siswa lain, angkatan tahun ini dinyatakan lulus semua. Mereka bersyukur akan hal itu, Vatar belum menampakkan batang hidungnya. Jam sudah menunjukkan angka tujuh! Kemana perginya si Vatar? Padahal mulut ember Kevin sudah gatal ingin menyampaikan berita gembira ini.
Kelas XII tidak ada kegiatan belajar mengajar lagi, mereka sudah bebas. Mereka hanya menunggu acara perpisahan sekolah dan penyerahan ijazah. Kevin dan Dody duduk santai di kelas Vatar. Beban mereka sudah sedikit berkurang setelah melihat pengumuman kelulusan. Setidaknya, mereka punya waktu mencari universitas sambil berleha-leha di rumah.
"Vin, gue lulus Vin." teriak Vatar dari luar kelas. Ia melompat-lompat seperti anak kecil. Kevin dan Dody berpandangan lalu memutar bola matanya malas. Mereka sudah mengetahuinya dua jam yang lalu. Daritadi kemana saja si Vatar? Telat!
"Vin, Vin. Kok lo nggak seneng denger gue lulus?" sambung Vatar lagi saat cowok itu sudah menghampiri dua sobatnya yang sedang duduk ala warung kopi.
"Lo girang karena lulus apa girang bakal jadi raja?"
"Ya karena lulus lah, Vin. Lagian apa hubungannya sama raja?" tanya Vatar tidak mengerti plus heran.
"Lo pinter-pinter tapi bego ye? Nilai lo paling tinggi di sekolah ini, jadi nanti lo di arak jadi raja di acara perpisahan." Kevin menerangkan dengan menyelipkan ejekan di kalimatnya. Vatar menanggapinya acuh tak acuh. Ia tidak peduli dengan ritual sekolah tiap tahunnya, yang kini dirasakannya adalah ia sangat bahagia bisa menepati janjinya pada Evan.
"Bodo amat, Vin. Gue seneng akhirnya lulus."
"Lo nggak pengen tau yang jadi ratunya siapa?" tanya Kevin.
"Kagak.."
"Yakin?"
"Iya, emang siapa sih? Penting ya pake ada raja dan ratu segala?" ujar Vatar malas.
"Dizza yang jadi ratunya."
Vatar terbelalak. Hell, no...
"Kalo mau ngeledek itu bukan sekarang, Vin..." sahut Vatar cuek, ia tahu Kevin hanya sedang mengejeknya.
"Beneran, nilainya nggak jauh beda sama lo. Emang tadi lo nggak kepo gitu pengen liat nilai dia?"
"Ya nggak lah! Kan lo sendiri yang nyuruh lupakan Dizza, lupakan Dizza.. Lupa?" ujar Vatar menirukan gaya banci khas Kevin. Dody dan Kevin tertawa melihat Vatar. Vatar mencibir sinis ke arah mereka berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rahasia Dizza [COMPLETED]
Teen Fiction[1-69 PRIVATE STORY, FOLLOW FIRST TO READ FULL CHAPTER] Dizza Mazaya Azalea si cewek yang berprinsip tidak ingin pacaran, mengelabui cowok-cowok yang mengejarnya dengan berakting menjadikan kakak laki-lakinya sebagai pacarnya. Dizza membenci Vatar...
![Rahasia Dizza [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/94197555-64-k380572.jpg)