Author's note:
Hai Readers! Selamat membaca, ya. Bagian akhir chapter ini akan ditambah dengan satu lagi karakter dari Yours... Yuk, check it out! :)
***
"Hei." Ray terperanjat melihat Maverick dan Chloe yang saling berbincang. "Maaf, aku terlambat karena baru beres-beres tadi."
Maverick terkekeh pelan melihat Ray yang melemparkan tatapan bingung pada dirinya dan Chloe. "Tak apa,Ray."
Ray lalu melangkah menuju Chloe. Ia lalu memberikan kopi pada Chloe yang baru saja ia beli tadi. "Ini untukmu."
Maverick menatap intens Ray. Ia menyunggingkan senyuman, dan lalu beranjak dari kursinya. "Aku akan duduk di sofa." bahkan, dia tak dapat menahan senyumannya. Maverick tahu kalau Ray melemparkan tatapan yang berbeda kepada Chloe. Sepertinya Ray menyukai Chloe, pikirnya. Ia pun merebahkan punggungnya di sofa yang empuk dan lanjut nonton televisi.
"Sejak kapan dia disini?" bisik Ray pada Chloe yang sedang menyesap kopinya.
"Tadi pagi. Sebelum aku datang. Oh, ya. Ian bilang dia pergi ke Swedia karena ada urusan pekerjaan. Jadi, dia bilang kalau Maverick juga akan ikut menjaga Arya." ucap Chloe datar. Ia lalu meletakkan kopi tersebut di atas meja di dekatnya.
Ray lalu menarik kursi, dan kemudian duduk. Ia pun menatap Arya, "bagaiamana kabarnya?"
"Entahlah. Ian bilang dokter dini hari sudah memeriksanya," Chloe lalu melihat arlojinya, "sekarang sudah hampir jam sembilan pagi. Mungkin sebentar lagi dokter akan datang memeriksanya."
Baru saja dibicarakan, dokter Jean dan beberapa perawat datang memeriksa Arya. Spontan Chloe dan Ray menyingkir dari ranjang Arya. Begitu juga dengan Maverick yang langsung berdiri dan tegak di samping Chloe.
"Pagi semuanya." sapa dokter Jean. Mereka bertiga lalu membalas sapaan dokter Jean. Dokter Jean dengan cekatan langsung memeriksa Arya. Wajah Ray dan Chloe tampak tegang, dan mulut mereka berdua tampak berkomat-kamit, berdoa agar Arya baik-baik saja.
Selesai memeriksa, dokter Jean langsung menghampiri mereka bertiga. Ia lalu mendesah, "well, aku akan berhenti memberi Arya penenang. Kita akan segera membangunkannya. Aku rasa sudah cukup tidurnya, tak perlu menunggu besok."
Serentak mereka bertiga bernapas lega. Ketegangan yang melandai Chloe dan Ray akhirnya hilang. "Syukurlah." ucap Chloe dan Ray serempak.
"Jadi, kami harus membangunkannya atau dia harus bangun sendiri, dok?" tanya Maverick bingung.
Dokter Jean terkekeh pelan. "Bangunkan saja dia pelan-pelan. Oh, ya, kemana kekasihnya? Alangkah baiknya kalau kekasih Arya yang membangunkannya."
Maverick mendesah kuat. "Well, dia tadi pagi sudah pergi ke Swedia karena ada urusan pekerjaan. Kami bertiga sahabat Arya, jadi kami yang disini akan membangunkannya." dengus Maverick kesal.
Chloe terkekeh mendengar ucapan Maverick. Ia lalu meremas-remas bahu Maverick. "Maverick benar. Kami akan membangunkannya dengan perlahan."
Dokter Jean tersenyum senang. Syukurlah, akhirnya Arya mempunyai sahabat-sahabat yang baik, batinnya mulai terharu. "Baiklah. Aku percaya pada kalian." dokter Jean lalu pergi keluar bersama para perawatnya.
"Well, mari kita bangunkan Arya. Aku harap vertigonya sudah menghilang." ungkap Chloe senang.
***
"Tuan Bloodwood. Selamat datang di Swedia. Silahkan duduk." salah satu seorang manajer menyuruh Ian duduk. Ian baru saja tiba di Swedia, dan langsung menuju ke perusahaan cabang. Ia ditemani oleh salah satu asistennya Frederick.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yours
Mystery / Thriller[COMPLETED] Arya Ports, seorang wartawan muda yang memiliki segudang prestasi disertai oleh sifat alamiahnya yang nekat dengan berusaha membongkar identitas seorang pembunuh psikopat di mana masyarakat Inggris dibuat resah oleh aksi pembunuhannya ya...
