56

133 19 54
                                        

(Porter Robinson - Shelter feat. Madeon)

Author's note:

Apakah suasana romansa Ian dan Arya akan berakhir? Wajib baca bagi yang penasaran! But, ini bukan Chapter Akhir, ya ... masih ada Chapter2 yg lain kok! So, bacanya jgn lupa sambil dengerin playlist-nya karena menyesal ntar klo ga diputar... Vote dan Comment jangan lupa ditinggal ya! -Hx

***

Saat Arya pulang, ia menemukan pintu apartemennya terbuka. Betapa terkejut dirinya kalau ia tak pernah memberikan kunci apartemennya pada siapapun. Padahal, Ray sudah mengembalikan kunci cadangan pada Arya.

"Jangan-jangan ..." pikiran Arya mulai tertuju pada pembunuh psikopat. Bukannya lari, ia malah melangkah perlahan menuju apartemennya. Dengan hati-hati, ia tutup pintunya kembali.

Nihil. Ia tak menemukan siapapun saat memasuki apartemennya. Namun, sebuah kotak besar tergeletak di atas mejanya. Jantungnya berdegup kencang.

Saat melangkah, tiba-tiba seseorang membungkam mulutnya. Sontak, Arya meronta-ronta dan berteriak dalam bungkaman orang tersebut. Namun, saat berbalik, ia begitu terdiam.

"Ian!" pekiknya. Ian tertawa melihat Arya yang memukul-mukul dirinya.

"Hei, tenanglah sayang," kata Ian sambil tertawa.

Arya mendengus kesal. "Kau membuatku takut!" kata Arya kesal.

Ian lalu memeluknya erat. Ia sangat merindukan Arya. "Maafkan aku. Aku hanya ingin memberimu kejutan," kekehnya.

Arya membalas pelukan Ian. Ia sangat merindukan pelukan Ian yang begitu hangat dan membuatnya tenang.

Mereka lalu saling memandang. Seketika, Ian langsung saja mencium Arya. Ia melumat habis bibir Arya. Arya begitu kewalahan membalas ciuman Ian.

"Aku rindu bibir ini," Ian lalu kembali mencium Arya mesra.

Mereka lalu menarik diri, dan tersenyum satu sama lain. Ian lalu mencium kening Arya lama. Arya pun memejamkan matanya. Ia sangat menyukai ketika Ian mencium keningnya.

"Jadi, kotak apa itu?" tanya Arya bingung.

"Bukalah," titah Ian.

Langsung saja Arya melempar tasnya ke sofa, dan tak sabar membuka kotak tersebut bagaikan anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. Ia begitu takjub melihat pernak-pernik yang Ian belikan untuknya.

"Aku membelinya di setiap negara yang aku kunjungi. Saat aku berjalan melewati etalase toko pernak-pernik, aku jadi teringat dirimu. Jadi, aku belikan semua ini untukmu." Ian sontak memeluk Arya dari belakang.

Arya tersenyum senang. "Aku menyukainya! Terima kasih, sayang." Ia pun berbalik, dan mengecup bibir Ian.

"Hm, ada lagi untukmu." Ian lalu mengajak Arya ke kamarnya. Arya terlihat bingung. Ia lalu mengikuti Ian.

Arya begitu senang melihat sebuah mini dress yang begitu indah dan terlihat santai, juga sepasang sepatu dengan heels yang tidak terlalu tinggi. Arya langsung mengambil dress tersebut, dan terlihat sangat senang.

"Ini untukku?" seru Arya.

Ian tersenyum senang sambil bersandar di dekat pintu. "Tentu saja," ucapnya.

"Terima kasih, Ian!" Arya lalu menghambur ke dalam pelukan Ian. Ia begitu senang dengan semua pemberian Ian.

"Kau pantas mendapatkannya, sayang." Mereka lalu saling berciuman. Sontak, Ian menarik diri, hendak mengatakan sesuatu. "Bersiap-siaplah, karena sebentar lagi kita akan pergi."

YoursTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang