37

212 32 15
                                        

Author's note:

One more fact is revealed! Apakah itu? Yuk, baca sampai habis :) -Hx

***

Arya menemukan sebuah majalah bisnis Future Mass serta surat-surat untuk dirinya di atas meja kerja. Ia kembali masuk kerja karena menurutnya, ia sudah merasa lebih baik dan sehat. begitu juga dengan Chloe, ia tak terlalu memperdulikan masalahnya dengan Joe. Ia juga merasa kalau dirinya rindu bekerja.

"Kalian sudah masuk." Jim datang menghampiri Arya dan Chloe. Mereka tersentak kaget melihat kedatangan Jim tiba-tiba. Namun, Jim malah terkekeh.

"Astaga, Jim! Kau mengagetkanku saja." Chloe mengelus-elus dadanya. "Jantungku hampir saja mau copot," dengusnya kesal.

"Maaf," Jim lalu melirik Arya yang kembali memeriksa surat-surat, "Arya, kau sudah keluar dari rumah sakit? Apa kau benar-benar sudah sembuh?"

Arya tersentak dari fokusnya, "eh, iya. Aku baik-baik saja. Terima kasih."

"Padahal, kami ingin menjengukmu, tapi resepsionis rumah sakit bilang kalau kami tidak boleh masuk. Ketat sekali penjagaannya."

Arya menatap bingung pada Jim. Ia lalu teringat kalau Ian lah yang membuat peraturan seperti itu dengan alasan semakin sedikitnya orang menjenguknya, semakin dirinya cepat sembuh. "Maaf. Aku juga tak ingin seperti itu, karena bukan aku yang mengaturnya." dengus Arya.

"Tak apa, Arya. Syukurlah kalau kau sudah sembuh." balas Jim. Ia lalu menatap Chloe, "apa kau tahu kalau Joe tak masuk kerja hari ini?"

Mendengar nama Joe saja sudah membuat Chloe jengah. Ia spontan memutar bola matanya, dan kemudian menyalakan komputernya. "Apa pedulinya aku, Jim?"

Jim mendesah, "ternyata benar, berita tentang dirimu dan Joe yang sedang bermasalah," Jim lalu memanyunkan bibirnya, "well, berita ini memang sudah menyebar ke seluruh penjuru Future Mass, katanya, sih, begitu. Ashley mengandung anaknya Joe."

"Apa?!" Chloe dan Arya serempak terkejut. "Tidak mungkin!" Arya berusaha tidak mencerna berita itu mentah-mentah. Ia lalu menatap Chloe yang sedang mengurut-urut dahinya. "Katakan itu tidak benar."

"Astaga! Jadi, tak ada dari kalian yang tahu tentang hal itu?" Jim lalu melipat tangannya, dan memasang wajah serius, "Ashley sudah mengandung selama dua bulan, dan itu sudah menjadi rahasia umum para pekerja sekarang."

Perasaan Chloe sedang campur aduk. Ia lalu duduk, dan mengusap wajahnya. Ia terlihat shock dengan berita tersebut. Tiba-tiba, Chloe beranjak dan bergegas pergi menuju toilet.

Arya yang melihat Chloe sedang bersedih, ia lalu menatap tajam pada Jim, dan bergegas mengikuti Chloe, meninggalkan Jim sendirian.

"Aku tak menyangka! Sudah dua bulan dia tidur bersama pelacur itu! Dan sekarang ia hamil anaknya Joe," Chloe menangis terisak-isak dalam pelukan Arya.

Arya berusaha menenangkan Chloe. Ia tahu bagaimana perasaan Chloe saat ini. Joe mengkhianatinya, lebih menyakitkan rasanya mengetahui pria yang ia sayangi menghamili seorang wanita yang bahkan tak mempunyai hubungan spesial dibanding memergokinya bercinta dengan perempuan lain.

Chloe lalu melepaskan pelukannya. Ia lalu menatap dirinya di sebuah cermin. "Kalau begitu, mereka akan segera menikah, 'kan?" tanyanya terisak-isak.

Arya tak dapat mengucap apapun, kecuali mengangguk pelan. Ia turut sedih dengan apa yang dialami oleh Chloe, sebuah pengkhianatan terbesar dalam hubungannya.

"Aku masih ingat saat dia bilang dia mencintaiku, memujiku cantik di setiap jam, menyuruhku melakukan apapun untuk membantu kesibukannya, dan bodohnya aku malah mengikuti perintahnya. Hubungan yang kami bina sejak universitas hingga detik ini. Astaga!" Chloe kembali menangis terisak-isak.

YoursTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang