59

123 22 34
                                        

(JoJo - Say Love)

Author's note:

Bagaimana kondisi Arya selanjutnya? Mengapa Ian menangis setelah membaca surat dari Arya? Temukan jawabannya di chapter ini! Comment dan Votenya jgn lupa ya + playlistnya diputar juga! Thanks :) -Hx

***

Ian tiba di rumah sakit di mana Chloe memberitahunya lewat pesan yang ia kirim. Ia tak begitu terkejut melihat kondisi Ray melalui kaca kecil di pintu. Namun, ia harus bisa berbohong di depan mereka. Topeng mana lagi yang harus ia kenakan kali ini.

"Ian!" Chloe sangat lega atas kehadiran Ian.

Ian melangkah masuk dan berpura-pura terkejut melihat kondisi Ray. "Chloe, kenapa Ray? Apa yang telah terjadi padanya?"

"Pembunuh psikopat gila itu telah melakukan hal buruk pada Ray. Dia ... dia juga menculik Arya." Chloe sontak menangis terisak-isak. Ia tak dapat membayangkan kondisi Arya saat ini.

"Apa!" Tentu saja Ian berpura-pura terkejut. Ia harus terlihat meyakinkan tanpa ada kecurigaan sedikitpun dari mereka.

"James sedang mencarinya, Ian," sela Ray. Wajahnya begitu pucat dan sedih. Ia masih tak mengira kalau Arya berhasil ditangkap oleh pembunuh psikopat itu. "Asal kau tahu, dia juga termasuk dalam daftar sialan itu, dan juga ia telah dikirimkan mawar hitam."

"Ta ... tapi, Arya tak pernah mengatakannya padaku. Daftar apa?" tanya Ian yang berpura-pura bingung.

Chloe mendesah pelan. "Daftar korban pembunuh. Arya dan Ray telah menemukannya. Arya termasuk daftar terakhir. Aku masih tak percaya kalau Arya akan pergi begitu cepat ..." Chloe menangis terisak-isak. "Tidak. Dia wanita yang punya banyak akal, dia pasti akan selamat."

Mereka ... menangis atas hilangnya Arya. Maafkan aku, Chloe, Ray. Akulah yang menculik Arya kalian. Maafkan aku ... gumam batin Ian.

"Aku akan mencarinya. Aku harus segera ke apartemennya untuk mencari petunjuk," ucap Ian.

"Ini," Chloe memberikan kunci apartemen Arya pada Ian. "Aku mohon padamu. Aku tahu kau sangat mencintainya, Ian. Tolong cari dia! Selamatkan Arya. Aku mohon."

"Aku janji, Chloe. Aku pasti akan menemukannya." Kau berbohong, Ian. Kau pria yang kurangajar! Pekik batinnya. Ian lalu mengambil kunci tersebut dan melangkah keluar dari kamar pasien.

Ray menatap kepergian Ian. Ia merasakan sesuatu yang berbeda dari Ian.

"Ray, ada apa?" tanya Chloe bingung sambil menghapus air matanya.

"Apa kau tidak merasakan hal yang berbeda dari Ian?" tanya Ray balik.

Chloe sontak menaikkan sebelah alisnya. Ia menatap bingung pada Ray. "Apa maksudmu, Ray?"

"Apa kau tidak sadar kalau Ian tidak seperti saat dia kehilangan Arya saat di rumah sakit? Harusnya ... dia bersikap seperti itu. Kau tahu bagaimana saat kalau dia kehilangan Arya yang seperti orang gila sedang mengamuk," tegas Ray.

"Aku sudah memberitahunya lewat pesan terlebih dahulu. Wajar saja dia tak terlalu terkejut. Mungkin, dia sudah mengamuk seperti orang gila di rumahnya atau di ruang kerjanya," desah Chloe.

Sontak, Ray mendengus kesal. Ia tak setuju dengan jawaban Chloe. Ia tetap merasakan ada hal yang berbeda dari Ian. "Asal kau tahu, Chloe. Aku mulai mencurigainya."

YoursTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang