Author's note:
Hi good readers! Selamat membaca ya:) -Hx
***
"Kenapa lama sekali, Ian?" dengus Chloe kesal saat melihat Ian baru saja tiba. Ian lalu membuka jaketnya dan melemparkannya ke sofa. Ia pun segera berdiri di dekat Chloe yang tengah duduk di samping ranjang Arya.
"Bagaimana kondisinya, Chloe?" tanya Ian.
Chloe menghela napasnya. Ia lalu menceritakan kejadian tadi saat Arya mengerang kesakitan hingga dokter Jean memberinya penenang agar Arya bisa terlelap, layaknya orang koma.
Ian yang mendengar cerita Chloe, sekketika air mukanya berubah menjadi resah. Ia tampak semakin khawatir dengan kondisi Arya yang menurutnya semakin parah saja. Ia pun menjadi bimbang dan sangsi untuk pergi ke Swedia besok.
"Aku akan pergi ke Swedia besok untuk mengurus masalah perusahaan cabang di sana." tutur Ian lirih sembari menatap Arya yang tertidur lelap.
Sontak Chloe kaget mendengar ucapan Ian. Ia lalu mengernyit, "Ian? Apa kau tak bisa menyuruh Joshua Frederick atau Maverick yang mengurusnya ke sana? Arya membutuhkanmu, Ian." Chloe berusaha meyakinkan Ian. Ia sama sekali tak setuju dengan kepergian Ian besok ke Swedia.
Ian mendesah. Ia tahu kalau dirinya juga tak menginginkan pergi ke Swedia. Namun, perusahaan cabang di sana hanya Ian yang bisa menanganinya atau Frederick akan kehilangan perusahaannya dan media akan menyiarkan hal itu. "Itu.... adalah masalah yang sangat rumit, Chloe. Hanya aku yang bisa mengurusnya. Aku juga tak ingin pergi meninggalkan Arya. Aku tahu kalau dirinya membutuhkanku."
Chloe lalu bangkit. Ia menatap arlojinya, dan mendesah. "Jadi, siapa yang akan menjaga Arya besok dan seterusnya? Jujur, aku butuh teman untuk menjaga Arya. Ray tadi harus segera pulang atau dia kehilangan pekerjaannya."
"Maverick akan menjaganya. Dia akan memberitahuku perkembangan kondisi Arya. Tapi, malam ini aku yang akan menjaganya. Jadi, kau bisa pulang dan beristirahat, Chloe."
Chloe mengangguk perlahan. "Baiklah." Ia lalu mengambil tasnya dan bergegas pulang ke apartemennya. "Besok aku akan kembali lagi. Kau bisa menghubungiku jika kau ingin pulang. Nomorku ada di ponsel Arya." Chloe lalu memberikan ponsel Arya pada Ian.
Ian mengambil ponsel Arya. Dia pun mengangguk paham. "Hati-hati. Aku pasti akan menghubungimu." Chloe pun pamit pada Ian. Ia lalu bergegas pergi dan keluar dari kamar rawat inap tersebut.
Ian lalu duduk di samping ranjang. Ia lalu membelai rambut Arya, dan menatapnya tidur dengan tenang. Ia pun menggenggam tangan Arya, dan mengecupnya. "Tidur yang nyenyak, sayang. Jangan sakit seperti ini lagi ya. Aku rindu suaramu, Arya." ucapnya lirih. Ian lalu teringat pada ponsel Arya yang ia letak di dekatnya. Ia pun membuka ponsel Arya, dan mengeceknya. Dibukanya galeri, banyak foto-foto Arya bersama teman-temannya. Namun, ada satu foto yang ia terpaku melihatnya. Foto Arya tersenyum lebar dan senang di bawah pohon yang besar saat musim gugur. Wajahnya terlihat tidak ada beban sekali, tak ada tanda-tanda depresi. Arya memang sangat pintar menyembunyikan perasaannya. Lalu, Ian mengambil ponselnya dan bermaksud untuk mengirim foto Arya tersebut ke ponselnya.
Ian menjadikan foto Arya tersebut wallpaper ponselnya. "Ini akan mengingatkanku pada tempat dimana seharusnya aku berada." ucapnya sembari tersenyum. Ia lalu melanjutkan mengecek ponsel Arya, namun tidak ada yang mencurigakan. Ia lalu meletakkan ponsel Arya di meja di dekatnya bersama ponselnya.
Ian bangkit perlahan. Ia menatap Arya begitu dekat. Ia pun membelai lembut wajah Arya, dan tersenyum. "Aku rindu kecupanmu, sayang." perlahan ia dekatkan wajahnya ke wajah Arya, lalu Ian mengecup lembut bibir Arya. Ia pun tersenyum, "Arya, aku harap kau mendengarkanku. Aku hanya ingin kau tahu, kalau aku adalah pria yang paling beruntung bisa memilikimu. Selamanya, kau adalah milikku, sayang. Aku hanya mencintaimu." Ian lalu mengecup kening Arya lama. Setelah itu, ia membaringkan kepalanya di samping Arya. Tak sadar, ia terlelap sembari memegang tangan Arya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yours
Misteri / Thriller[COMPLETED] Arya Ports, seorang wartawan muda yang memiliki segudang prestasi disertai oleh sifat alamiahnya yang nekat dengan berusaha membongkar identitas seorang pembunuh psikopat di mana masyarakat Inggris dibuat resah oleh aksi pembunuhannya ya...
