45

175 28 3
                                        

(Kygo - Carry Me feat. Julia Michaels)

Hai Good Readers!! Finally, update! Jangan lupa buat Comment dan Vote nya ya... :) Let's enjoy this chapter! :D -Hx

***

Hampir saja Ian membawa Arya ke hotel, jika Arya tidak mengganggu Ian menyetir dan bersikap merajuk. Ian hanya terkekeh geli, dan segera mengantar Arya kembali ke tempat kerja. Namun, tidak dengan ciuman Ian yang begitu panas saat Ian memakirkan mobilnya di tempat kerja Arya.

"Hentikan, Ian. Jadwal istirahatku sudah habis," desah Arya dalam ciumannya. Namun, Ian tak begitu memperdulikannya, dan masih saja mencium Arya.

Ciuman yang Ian berikan begitu dalam, dan membuat Arya mendesah. Napas mereka tersengal-sengal. Sejenak Ian menarik diri untuk mengambil napas, lalu melanjutkannya lagi.

"Aku akan dipecat, sayang," gumam Arya lagi, dan berhasil membuat Ian menarik diri.

Ian menaikkan sebelah alisnya, "siapa yang berani memecatmu?" tukasnya.

"Sudahlah, kembalilah bekerja," dengus Arya. Ia pun kembali merapikan rambutnya.

"Kau tahu, aku akan lembur malam ini, karena begitu banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan," desah Ian sembari melihat arlojinya.

Arya mendongak ke arah Ian. "Benarkah? Apa perlu aku temani?"

"Boleh saja. Aku akan menunggumu di ruanganku."

"Aku akan pulang dulu untuk memasak makan malam untukmu."

Mereka kembali berciuman sebelum Arya keluar dari mobil Ian. Setelah beberapa saat, Arya pun keluar sembari membawa sebuah kotak berisikan puding coklat di dalamnya. Mobil Ian pun melesat begitu Arya telah masuk.

***

Sharon tergesa-gesa menghampiri Ian saat ia tiba di depan ruangannya. Seketika, Ian mengernyit heran dan bingung.

"Ada apa?" tanya Ian bingung.

"Tuan, ada seseorang di dalam ruangan Anda. Ia bersikeras untuk menghampiri Anda. Padahal, saya sudah bilang berkali-kali kepadanya kalau Anda sedang sangat sibuk, tuan," jelas Sharon hampir terbata-bata.

"Siapa dia?" Ian melayangkan tatapan tajamnya. Ia benar-benar tidak suka diganggu dengan siapapun, tentu saja pengecualian buat Arya. Ian takkan pernah marah jika Arya yang menganggunya, walaupun ada hal terpenting sekaligus. Namun, saat ini dia sangat kesal pada seseorang yang di dalam ruangannya. Dengan cepat, Ian bergegas masuk ke dalam ruangannya.

Seorang wanita berambut pirang, tinggi semampai bagaikan model berdiri di dekat meja Ian. Ia sedang melihat-lihat foto yang terpajang di meja kerja Ian. Wanita itu menatap lama foto Ian dan Arya dengan tatapan yang sangat dalam.

Sadar akan kehadiran Ian, wanita itu lalu meletakkan kembali foto tersebut dengan perlahan, dan mendongak ke arah Ian.

Betapa terkejutnya Ian melihat wanita yang pernah ia kenal. Wanita yang pernah ia tiduri, juga yang pernah memanfaatkannya. Sontak Ian mengepal tangannya, geram akan kehadiran wanita tersebut. Wanita yang ia harap tak pernah muncul lagi di hadapannya.

"Apa yang kau lakukan di sini?" geram Ian. Ia menatap tajam wanita tersebut, dan tak lupa aura pembunuhnya yang mulai menyebar membuat wanita tersebut menatap takut padanya.

"Ian, apa kabarmu?" wanita itu berusaha menenangkan dirinya. Ingin sekali rasanya, ia merasakan pelukan Ian, dan tubuhnya yang begitu hangat.

Ian melangkah cepat menuju mejanya. Ia pun meletakkan tasnya, dan berusaha menganggap wanita tersebut tiada. Jelas sekali terpancar emosinya begitu melihat wanita tersebut.

YoursTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang