JANGAN LUPA LIKE DAN COMMENT😙
●●●
"Nggak mungkin Lucy yang menyebabkan kecelakaan itu,'kan?"
Nathalie masih berdiam diri di kamar Lucy. Otaknya benar-benar dilanda kebingungan besar. Ia memang tidak bisa mengingat jelas kejadian saat kecelakaan itu berlangsung. Tetapi secara samar, otaknya mulai kembali menayangkan sekelebat ingatan saat dirinya dan Arga tertabrak oleh sebuah mobil jeep hitam di sekitar taman komplek.
"Kalo orang yang gue inget itu emang Lucy, berarti dia udah dendam sama gue sejak lama? Sebelum dia dipindahin ke Perancis?"
"Lo ngapain disini?"
Suara itu membuat Nathalie menoleh. Sorot matanya menajam ketika melihat Lucy yang memandanginya dengan mata memicing. Lucy terlihat terkejut ketika pandangannya mengarah pada topi kuning yang terjatuh di samping Nathalie. Hal itu membuat Nathalie menatapnya bingung.
"Lo ngapain sih ngeberantakin kamar gue?!" Ujar Lucy sembari mengambil topi itu dan memasukkannya ke dalam laci meja belajar.
Nathalie mengangkat tangannya yang memegang jam dan menunjukkannya ke depan wajah Lucy. "Ngambil barang yang udah lo colong."
"Udah,'kan? Sana keluar." Usirnya.
Nathalie tersenyum singkat. "Oke." Cewek itu lalu berjalan menuju pintu.
"Oh, by the way, topinya bikin gue sedikit flashback." Ujarnya sebelum menutup pintu dan benar-benar meninggalkan kamar Lucy.
Lucy menggigit bibir bawahnya. Tak henti-hentinya ia merutuki kebodohannya yang tidak mengunci pintu kamar sebelum pergi.
"Stupid."
●●●
"Bas! Lo nggak mau join, nih? Seru parah lawannya." Ujar Davi dengan tangan yang sibuk menekan-nekan layar ponselnya.
"Nggak." Jawab Bastian singkat. Cowok itu tetap fokus membaca artikel mengenai berbagai jenis pengobatan penyakit kanker di layar laptopnya.
"Eh. Lo pada kenal Lucy,'kan?" Tanya Jason yang duduk di sofa kamar Bastian.
"Adeknya Kharel?" Tanya Dava.
"Iya."
"Kenapa?"
"Tadi gue nggak sengaja ngeliat dia lagi ngobrol sama Cherry di cafe sebelum perumahan lo, Bas."
Bastian menaikkan satu alisnya. "Terus kenapa?" Tanyanya tanpa mengalihkan fokusnya dari laptop.
"Mereka kayak udah kenal deket gitu, deh."
"Mungkin emang udah kenal." Sahut Dava.
Jason berdecak. "Logikanya nih, ya, dia baru di sekolah. Lo tau Cherry,'kan? Dia nggak bakalan mau temenan sama anak baru. Apalagi dia kan benci banget sama Nathalie. Dan satu sekolah udah tau kalo Lucy itu kakaknya Nathalie. Gimana bisa Cherry lansung deket gitu sama Lucy?"
Dava menganggukkan kepalanya. "Bener juga, sih."
"Nah. Gue curiga kalo si Lucy itu nggak sebaik yang kita kira."
Kini mata Bastian beralih memandang Jason. "Maksud lo?"
"Lo inget, gak? Jum'at kemarin, si Nathalie dateng-dateng pake sweater si Kenzo?"
Bastian menjilat bibir bawahnya. Iya. Ia ingat. Jum'at kemarin, Nathalie memang memakai sweater abu-abu kebesaran yang katanya milik Kenzo saat istirahat jam pertama. Katanya, seragam sekolahnya basah dan ia tidak membawa seragam ganti. Jadi terpaksa cewek itu meminjam sweater milik Kenzo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Piece of Heart [Why?]
Fiksi RemajaCOMPLETED! [Teenager stories only (15+)] ☡Be a smart readers. ○○○ Pernahkah kalian merasa bahwa kehidupan yang Tuhan berikan itu sangatlah sempurna? Pernahkah kalian merasa bahwa Tuhan begitu mencintai hamba-Nya? Pernahkah kalian merasa kehidupan ya...
![Piece of Heart [Why?]](https://img.wattpad.com/cover/128462631-64-k729929.jpg)