Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

58 - Because of Her

1.5K 102 22
                                        

"Di sekitarmu ia hanya mendapat ancaman, sedangkan kau membatasi kebebasannya. Ia selalu menahan diri saat di sekitarmu. Kau pikir ia akan dalam kondisi menyedihkan seperti ini jika ia tidak pernah bertemu denganmu?" Lanjut Mr. Smith.

"Kau pun begitu bukan? Kau senang ia disekitarmu hanya sekedar hiburan. Jika bukan karena rasa bersalah, kau tidak akan peduli lagi dengannya setelah ia dalam kondisi seperti itu. The only reason you keep her till now just because you feel guilty. Don't come near her anymore in the future if you still like this." Tegas Mr. Smith.

Bersamaan dengan itu listrik padam dan memburamkan pandangan Lucas.

"Rest assured kid. She will be fine." Ujar Mr.Smith.

----------

Setelah mendengar perkataan Mr. Smith, Lucas baru saja menyesuaikan penglihatannya dalam gelap. Ia hanya dapat melihat siluet Mr. Smith yang menghilang ditelan bayangan.

Lucas pun segera mengejar bayangan tersebut, namun tak seorang pun dilihatnya disana. Ia pun kembali berlari ke kamar Mimi. Sesampainya di kamar Mimi, listrik kembali menyala. Lucas sudah membayangkan yang terburuk namun ia hanya mendapati kamar kosong yang tertata rapi.

Semua barang-barang Mimi sudah hilang dari tempatnya. Lucas hanya menemukan kertas putih yang terselip dibawah gelas Mimi.

Aku baik-baik saja.

Dengan keadaanku seperti ini, aku hanya akan menjadi beban bagimu. Dan aku benci itu.

Meskipun kau bilang tidap apa-apa, aku benci melihatmu seperti gelas yang mudah pecah kapan saja. Aku tidak ingin menjadi kelemahanmu.

Aku bersyukur pernah bertemu denganmu. Karenamu, aku belajar untuk keluar dari zona nyamanku. Bersamamu, aku merasakan berbagai emosi yang untuk pertama kalinya kurasakan. Mungkin berbeda dengan yang selama ini tapi semua perasaan itu kunikmati bersamamu.

Waktu kita memang tidak lama, namun aku merasakan bagaimana menjadi seseorang yang dilindungi, dicintai dan aku mendapatkannya darimu. 

Terima kasih, Lucas. 

Mungkin aku sedikit egois, kumohon jangan lupakan aku tapi jangan pernah mencariku.

Your beloved, Velvet.

Lucas meremas kertas itu, ia menengadahkan wajahnya sambil menarik nafas panjang. Melihat kertas di genggamannya, nafas Lucas menjadi sangat kasar. Ia meremas rambutnya.

Grey yang melihat semua itu hanya bisa diam memperhatikan Lucas. Lucas mondar-mandir di kamar Mimi, suara nafasnya terlihat jelas ia sedang menahan diri. Tiba-tiba Grey terkejut melihat Lucas, matanya merah.

Lucas menangis? Orang seperti dia menangis? memang tidak ada air mata, tapi matanya memerah menyimpan berbagai emosi yang ditahannya untuk keluar.

Melihat itu, Grey pun keluar dari ruangan itu. Ia membiarkan Lucas sendiri, memberinya waktu untuk meluapkan semuanya.

Lucas terduduk lemas, nafasnya masih sangat terdengar jelas. Ia merasa sesak di dadanya, kemudian ia terkekeh sendiri.

'Apa aku hanya menjaganya karena rasa bersalah? atau karena ia cukup menghibur? Kalau begitu kenapa ini terasa begitu menyesakkan?' Batin Lucas terus bertanya, apa arti Mimi sebenarnya baginya.

"Tidak bisakah kau membantuku menemukan jawabannya, Mimi?" Gumam Lucas sambil menundukkan kepalanya. 

Apa hubungan ini memang tidak seharusnya ada?

Apa kau menyesal bertemu denganku?

Lucas hanya tersenyum melihat betapa bodohnya ia selama ini, ia menyadari semuanya setelah kehilangan semuanya.

"Aku membutuhkanmu, Mimi." Ucapnya pada akhirnya.

----------------

Grey tidak tahu apa yang berubah dari Lucas. Namun sejak kepergian Mimi, ia menjadi sangat berdedikasi. Kini Group Sigrath sudah menjadi Perusahaan Nomor 1 di dunia. Nama Sigrath sudah menyebar kemana-mana.

Sudah hampir setahun sejak kejadian itu. Tapi Lucas tidak pernah membahas hal itu lagi. Ia pun tidak memberikan perintah untuk mencari Mimi. Alicia sampai memarahi Lucas karena menyerah begitu saja, begitu mendengar cerita Lucas dari Varrel. Tapi saat dimarahi itupun Lucas hanya tersenyum palsu. 

Yang awalnya, Lucas tak pernah suka muncul dimuka publik kini tak ada majalah maupun siaran bisnis yang melewatkan wawancara bersama Lucas. Hari ini pun seperti itu untuk siaran bisnis lainnya.

"Ini mungkin pertanyaan penutup, tapi Mr. Sigrath anda sudah mencapai masa puncak kesuksesanmu dan tidak terhitung wanita yang mengharapkanmu. Apa anda tidak ada hubungan serius dengan seseorang?" Tanya pembawa acara itu.

Grey yang mendengar itu mengepalkan tangannya, khawatir pada Lucas. Ia bisa melihat Lucas yang menggertakkan giginya tapi kemudian kembali menjaga ekspresinya.

"Wahh, aku tidak menyangka pertanyaan seperti ini." Ujar Lucas dengan tawa terpaksa.

"Aku... berada disini karena seseorang. Untuk dia, aku melakukan semua ini." Lanjut Lucas dengan pelan.

"Apa artinya anda sudah ada pasangan?" Tanya pembawa acara itu, mengabaikan suasana saat itu.

"Tidak, bukan begitu. Mungkin ini hanya sepihak." Jawab Lucas.

"hm, seperti itu. Karena sudah terlanjur keluar, apa anda mau bercerita sedikit tentang itu?" Ujar Pembawa acara itu, persisten.

"Hm, sebenarnya tidak ada yang bisa diceritakan dari kehidupan pribadiku. Aku bertemu dengannya secara kebetulan, bahkan ia mungkin sangat membenciku saat itu. Karena aku, dia kehilangan banyak hal. Tapi ia tetap bertahan disisiku sampai dia mungkin mencapai batasnya. Ia meninggalkanku tapi melarangku untuk melupakannya." Ucap Lucas perlahan-lahan.

"Aku pikir ini adalah hukuman untukku karena mengambil banyak hal darinya, disaat aku terpuruk membutuhkannya, aku membayangkan posisinya. Karena itu sekarang, kalian semua bisa melihatku dimana saja, dengan begini setidaknya dia tidak akan merindukanku." Lanjut Lucas sambil tersenyum paksa.

Suasana studio itu menjadi sangat hening. Pembawa acara itu pun tak tahu mau berkata apa lagi.

--------------

Itu pertama kalinya Grey mendengar Lucas membicarakan Mimi lagi setelah sekian lama. Kini ia melihat Lucas dengan tatapan kosong di kursi belakang mobil. 

Selama ini ia pikir Lucas sudah baik-baik saja. Tapi ia tahu sekarang, mata Lucas tak lagi memancarkan ambisinya tapi hanya berisikan kesepian yang menyiksanya dari dalam. Hampir setahun dan Grey baru menyadarinya.

Semua yang dilakukan Lucas hanya semata-mata untuk Mimi.

--------------

Setelah wawancara itu, berita Lucas makin gencar disiarkan. Permintaan acara makin banyak datang, namun Lucas tidak lagi menerimanya. Ia bilang, untuk sementara waktu biarkan seperti ini.

Malam itu saat Lucas sedang menuju tempat perjanjian dengan kliennya, seorang kriminal, Lucas mungkin sudah terbuka pada publik namun bukan berarti ia meninggalkan masa lalunya.

Ia mendengar bunyi hantaman keras dari dalam gang, entah karena apa Lucas merasa tertarik pada hal yang biasanya akan diabaikannya. Kemudian ia melihat seseorang dengan rambut panjang tergerai mengenakan dress putih yang baru saja menghabisi 2 laki-laki yang sekarang terbaring.

Wanita itu mengumpulkan barangnya yang berjatuhan dan menghadap Lucas kemudian tersentak.

".... Mimi?" 

TO BE CONTINUED...

Play With Me, Boys.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang