Chapter - 08

5.4K 269 0
                                        

Waktu sudah pukul 6.30
Shawn, Mike, Nick sedang duduk di sofa backyard sedangkan Rosie dan Celine berada di dapur membantu Candice menyiapkan makan malam.

"Kapan kau akan memberitahunya?" tanya Nick.

"Saat waktunya tepat." Shawn tersenyum lalu meneguk segelas coke.

Nick dan Rosie sudah mengetahui semua tentang Shawn dan Candice.

Rosie berpikir ini akan baik karna ia tau bahwa temannya juga mencari laki-laki yang tulus dan sama halnya dengan Shawn.

Karna itu ia juga setuju untuk menutup mulutnya dan membiarkan Shawn sendiri yang memberi tau Candice jika waktunya sudah tepat.

Shawn terus menatap Candice melalui jendela backyard yang terhubung dengan dapur.

Bahkan ia tersenyum beberapa kali ketika melihat Candice sedang berkutik di dapur.

Entah mengapa setiap hal yang di buat Candice selalu menghipnotisnya.

"Shawn awas matamu akan copot." kata Celine yang tiba-tiba sudah berada di backyard membuat Shawn memalingkan pandangannya dari Candice.

Mike dan Nick tertawa kecil melihat tingkah Shawn.

"Ayo masuk, makan malam sudah siap." lalu Celine meninggalkan mereka dan berjalan masuk ke ruang makan.

Ketiga lelaki itu bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan backyard.

"Wangi sekali." kata Nick

"Aaaa!!!aku semakin lapar karna wanginya." Mike memegang perutnya.

"Duduk lah, aku akan menyajikannya di meja." kata Candice.

Mereka semua sudah duduk di meja makan dan makanan juga sudah di sajikan di atas meja.

"Wahhh!!!ini enak sekali!!" kata Mike sambil menyuapi mulutnya terus.

"Pelan-pelan Mike, kau akan tersedak nanti." kata Celine.

"Apa ini?ini enak sekali." kata Nick.

"Itu namanya rendang. Itu makanan khas Indonesia." Candice tersenyum sambil menjelaskan.

"Bagaimana Shawn?apa kau menyukainya?" Candice menatap Shawn.

"Ini pertama kalinya aku mencoba makanan ini, aku menyukainya. Ini sangat enak Candice." kata Shawn membuat Candice tersenyum manis.

Akhirnya mereka semua melanjutkan makan malam sampai selesai.

Masakan Candice habis tanpa tersisa sedikitpun.

--------------------

Sekarang semuanya sedang berada di sofa ruang tamu setelah menyelesaikan makan malamnya.

Mereka berbincang hal-hal kecil dan bertanya beberapa hal kepada Candice.

Seperti dimana ia berasal dan bagaimana ia bisa bertemu dengan Rosie, Celine dan Mike.

Tak lama akhirnya Rosie dan Nick pamit untuk pulang karna masi ada beberapa urusan pekerjaan yang harus di selesaikan di rumah.

Sekarang hanya tersisa Mike, Shawn, Celine dan Candice yang masih mengobrol sambil bercanda.

Tampa disadari waktu sudah pukul 10.30 malam.

"Wahhh sudah setengah sebelas, aku harus segera pulang jika kemalaman akan susah untuk mencari bus." Kata Celine sambil berdiri dari sofa lalu mengambil tasnya.

"Candice biar aku yang mengantarmu." kata Shawn.

"Tidak usa, aku tidak mau merepotkanmu." Candice tersenyum.

"Kau tidak merepotkan, ini sudah pukul setengah sebelas. Tidak baik seorang wanita pulang sendirian malam-malam." Shawn langsung berdiri dari sofa dan menghampiri Candice.

"Biar kubawakan belanjaanmu."
Shawn mengambil belanjaan yang berada di tangan Candice.

"Tapi.."

"Sudahlah Can, kau lebih baik pulang dengan Shawn."kata Mike memotong kata-kata Candice.

"Baiklah. Aku pulang."
Candice akhirnya pasrah dan melambaikan tangannya.

"Bye Can. Hati-hati jangan sampai kalian melakukan yang tidak-tidak di mobil ya." Celine melambaikan tangannya.

"Kau ini!!" bentak Candice dengan wajahnya yang mulai memerah.

Shawn hanya tertawa kecil melihat wajah merona Candice.

Dalam perjalanan Candice hanya diam menatap jalanan dari jendela.

"Apa kau sudah berkeliling kota new york?"
Tanya Shawn sambil melihat ke arah Candice sebentar.

"Belum. Tadi pagi aku hanya pergi ke cafe lalu ke supermarket." kata Candice.

"Kalau begitu kau harus berkeliling lain kali." kata Shawn.

"Mungkin nanti saat Celine dan Rosie mempunyai waktu luang." sahut Candice.

"Aku bisa menemanimu kalau kau mau." ucap Shawn.

"Benarkah?" suara Candice terdengar bersemangat.

"Ya, jika kau punya waktu kau bisa menghubungiku." Shawn tersenyum dan menatap Candice lalu menyebutkan nomor ponselnya.

"Coba kau telepon ke nomor itu." kata Shawn

Candicepun mengeluarkan ponselnya dan menekan beberapa nomor.

Ia mencoba menelpon ke nomor itu dan ponsel Shawn berbunyi.

"Itu nomorku, kau simpan saja." kata Candice lalu tersenyum manis.

"Baik lah."

Shawn kembali memfokuskan dirinya untuk mengemudi.

Tak lama kemudian mereka sudah sampai di gedung apartemen Candice.

Shawn turun dari mobil lalu membukakan pintu Candice.

"Apa perlu kuantar sampai dalam?"
Tanya Shawn.

"Ah, tidak perlu. Kau mengantarku sampai disini saja."
Candice tersenyum ke arah Shawn.

"Baik, masuklah Candice."

"Thanks Shawn. Good night."
Kata Candice sambil berjalan menuju pintu masuk gedung itu.

"Good night Candice."

Shawn berdiri hingga wanita itu memasuki pintu gedung apartemennya.

Di dalam perjalanan pulang Shawn terus terbayang wajah Candice.

"Saat pertama aku berjumpa denganmu aku terbayang wajahmu. Sekarang aku pun terbayang wajahmu." kata Shawn dalam hati.

"You make me crazy right now." lanjutnya sambil tersenyum dan memegang pelipisnya.

Shawn sudah sampai rumah dan baru selesai mandi.

Ia merebahkan tubuhnya ditempat tidur sambil memejamkan matanya berusaha untuk tidur namun bayang-bayang Candice terus berada dikepalanya.

Ia mengambil ponsel yang berada di meja nakas samping tempat tidurnya dilihat layar ponselnya sekarang sudah menunjukkan pukul 11.30 malam

Ia mulai mengetik beberapa kata2 namun ia menghapusnya lagi.

"Apa yang harus kutulis?" tanyanya pada diri sendiri.

Setelah cukup lama bergelut dengan pikirannya akhirnya ia mengirimkan pesan tersebut.

'Hai... Apa kau sudah tidur?'

Ia menunggu selama 15 menit namun masih belum ada jawaban.

"Mungkin dia sudah tidur."
Kata Shawn pada dirinya sendiri.

Shawn berusaha memejamkan matanya lagi dan akhirnya ia tertidur.

Trouble With SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang