Chapter - 10

5.7K 250 9
                                        

Candice POV

09.15 malam

Cafe sudah siap untuk tutup.
Anne, Bob dan Martin sudah keluar dari Cafe untuk pulang.

Kini hanya tersisa aku dan bibi Lyla.

Bibi Lyla masih menyusun beberapa peralatan baking ke dalam lemari.

Aku menunggu bibi Lyla karna aku tidak tega untuk meninggalkannya sendirian.

Setelah menunggu kurang lebih 30 menit akhirnya bibi selesai dan mengajakku pulang.

Sesampainya di depan toko bibi mengajakku untuk pulang bersamanya karna ia membawa mobil.

Tapi aku tau jika arah rumah bibi Lyla tidak searah dengan apartemenku.

Jarak dari apartemenku juga cukup jauh untuk ke rumah bibi Lyla jadi aku menolaknya dan memutuskan untuk naik bus.

Belum sempat aku beranjak dari tempatku berdiri tiba-tiba ponselku berbunyi.

Aku mengambil ponselku itu lalu melihat ke layarnya.

'SHAWN'
Nama itu tertulis di layar ponselku lalu tanpa berpikir aku mengangkat telepon itu.

'Halo' kataku.

'Candice, kau berada di depan cafe bukan?'
Kata Shawn.

'Ya, bagaimana kau tau?'
Tanyaku bingung.

'Lihat ke arah belakang.'

Aku hanya menoleh sebentar dan masih bingung dengan apa yang ia maksud.

Namun seakan ia mengerti kebingunganku itu.

'Balik badanmu dan lihat ke arah mobil hitam.' katanya.

Akupun memutarkan tubuhku dan melihat ke arah sebuah mobil jeep hitam.

Dari jauh aku melihat sosok seorang laki-laki dari jendela yang terbuka sambil memegang ponsel.

Aku memberanikan diri untuk berjalan mendekati mobil itu dan ternyata Shawn yang ada di dalam mobil itu.

Ia tersenyum padaku lalu mematikan ponselnya.

"Hai Candice."

Aku baru tersadar ketika ia menyapaku.

Aku langsung menurunkan ponsel yang dari tadi masih kutempelkan di telingaku itu.

"Shawn?" tanyaku dengan wajah heran.

"Untuk apa kau berhenti disini malam-malam?"
Lanjutku.

"Menjemputmu."
Ia menunjuk ke arahku sambil tersenyum.

Aku melihat ke arah belakangku namun tak ada siapapun.

Aku langsung menunjuk diriku sambil bertanya padanya.
"aku?"

"Ya kau, siapa lagi memangnya. Ayo masuk."
Ia tertawa sedikit sambil menatapku.

Aku masi terdiam di tempatku seperti orang bodoh.

Akhirnya ia turun dari mobilnya lalu ia menarik tanganku ke arah kursi penumpang dan membukakan aku pintu.

Akhirnya ia turun dari mobilnya lalu ia menarik tanganku ke arah kursi penumpang dan membukakan aku pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Trouble With SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang