Chapter - 76

2.6K 151 35
                                        

3700 WORDS!!! Semoga puas dengan chapter ini. Jangan lupa untuk vote dan komennya.

Happy Reading.

Love L.k


Candice POV

Aku terus memandangi jalanan kota Paris dari jendela mobil yang sedang ku naiki saat ini.

"Can." Panggil seseorang di sampingku membuatku menoleh padanya.

"Jika nanti kau mau pulang, kau bisa menelponku. Ok?" Katanya dan aku mengangguk mengerti.

Tak lama setelah percakapan itu akhirnya aku turun dari mobil itu.

"Thanks Shawn." Kataku sebelum turun dan ia hanya mengangguk dengan senyumannya sebagai balasan.

Aku berjalan memasuki butikku dan langsung di sambut oleh Merry, asisten yang mengurus butikku.

"Selamat siang bos!" Sapanya membuatku memutarkan mataku karna lagi-lagi ia menggunakan kata bos saat memanggilku.

"Ya ya ya, siang." Balasku membuatnya terkekeh karna ia tau aku pasti sebal karna panggilannya itu.

"Bagai mana butik hari ini?" Tanyaku padanya.

"Seperti biasanya, selalu kedatangan pelanggan setia." Katanya lalu aku tersenyum dan beranjak menuju ruanganku.

Sudah 5 hari ku lalui sejak hari dimana aku keluar dari rumah sakit tanpa adanya Mike.

Semenjak 5 hari ini aku juga selalu menyibukkan diriku dengan pergi ke butik dan juga mulai kembali mengurus perusahaan peninggalan dad.

Oh ya, sepulangnya dari rumah sakit hari itu juga aku memutuskan untuk tidak lagi tinggal di mansion milik Mike.

Awalnya Mike menolak semua itu sampai-sampai ia kembali menemuiku di mansion namun aku memberinya pengertian jika aku tidak bisa terus hidup dengan bayang-bayangnya setiap hari seperti itu.

Aku bisa semakin tersiksa, aku bisa stres karna itu semua dan akhirnya ia mengerti karna ia juga tidak mau aku menjadi tertekan dan aku kembali tinggal di rumahku sendiri namun selama ini Shawn masih sering menemaniku.

Ia bahkan mengantarku dan menjemputku setiap hari setiap aku pergi ke butik.
Aku sudah menolaknya namun ia terus memaksa karna ia tidak mau aku pergi dengan angkutan umum. Ia bilang ia khawatir jika aku harus bepergian sendiri maka dari itu ia lah yang akan mengantarku.

Bahkan ia sudah mengatur ulang jadwal kerjanya hanya untuk menemaniku. Dia tidak mengatakan itu tetapi aku tidak sengaja mendengar percakapannya di telpon.

Sedikit terkejut karna ia mengatakan pada asistennya jika aku sedang hamil dan sudah mau memasuki bulan ke 8.
Awalnya ku fikir ia menutupi semuanya namun ternyata aku salah.
Semua teman-teman kerjanya dan para kru sudah mengetahui bahwa Shawn sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.

Jujur saja aku sedikit merasa bahagia akan hal itu.

Kring...
Kring...

Bunyi ponselku menyadarkan lamunanku. Setelah melihat nama si penelpon aku segera mengangkat panggilannya.

"Halo."

"Hi sayang." Sapa orang di sebrang sana membuatku terkekeh.

"Ada apa Zac?" Tanyaku to the point.

"Kau sudah di butik bukan?"

"Yup, ada apa?"

"Kalau begitu keluar lah." Katanya namun aku sedikit bingung.

Seakan ia mengerti dengan diamnya ku ia kembali membuka suaranya.

"Supirku sudah berada di depan butikmu. Aku ingin memintamu menemaniku makan siang." Katanya

Trouble With SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang