Candice POV
Hari ini aku memutuskan untuk tetap di cafe sampai malam meskipun aku hanya bekerja separuh waktu.
Ini adalah pilihan yang tepat dari pada hanya seorang diri di apartementku, menurutku itu akan sangat membosankan terlebih lagi semua orang sibuk hari ini.
Celine sedang mengurus client yang baru datang dari LA, Rosie yang juga sedang sibuk mengurus persiapan yang harus ia persiapkan untuk pernikahannya dan juga Shawn, Shawn baru saja menelponku memintaku menginap di penthousenya.
Aku tidak keberatan dengan itu, justru aku merasa senang karna aku bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengannya tapi tentu saja itu tidak akan terjadi karna sebenarnya ia bilang padaku untuk tidak menunggunya karna ia akan pulang larut malam ini.
'Disinilah aku terdampar' Batinku.
Waktu baru menunjukkan pukul 8 malam tetapi cafe sudah tutup karna semua persediaan kue habis akibat pesanan dadakan dari seseorang untuk acara ulang tahun ditambah juga bahan persediaan makanan yang lain sudah menipis,jadi bibi memutuskan untuk lebih cepat menutup cafe.
"Hei, kau sedang apa?"
Tanya Tifanny.
"Sedang menggambar beberapa design baju."
Kataku lalu menunjukkan padanya.
Ya, sebenarnya aku memutuskan untuk menggambar beberapa design baju untuk koleksi baru di butikku sejak tadi sambil menikmati segelas coklat panas, dan menurutku ini lebih baik dari pada harus menggambarnya di apartement atau di penthouse Shawn yang akan menyelimutiku dengan kesunyian.
Aku memperhatikan Tifanny yang masih menatap gambarku.
Dia melihat semua detail yang sudah kugambar dengan cermat.
"Apa ada yang kurang?" Tanyaku.
"Tidak, hanya saja aku sedikit bingung bagaimana kau bisa menggambar sedetail itu?"
Tanyanya dengan wajah polosnya yang membuat aku sedikit tertawa.
"Hmm.. Sebenarnya aku bekerja dengan seseorang untuk sebuah butik."
Kataku bohong, tentu saja bohong karna sebenarnya itu adalah butik milikku.
"Apa!Kau bekerja untuk sebuah butik?!" Tanyanya terkejut dengan mata yang membulat.
"Shhhuuuttttt.. Ini rahasia." Kataku berbisik padanya.
Ia langsung menganggukkan kepalanya.
"Apa kau suka dibidang fashion?"
Tanyaku karna aku melihat tadi Tifanny mengamati gambarku dengan serius.
Ia menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Sejak kecil aku sangat ingin bekerja di bidang itu. Dulu saat aku kecil ibu tidak pernah memiliki cukup uang untuk membeli baju untukku, ibu hanya bisa menggunakan uang itu untuk membeli kain saat itu lalu ibu membuatkanku baju."
Katanya sambil menundukkan kepalanya.
"Karna itu aku sempat berfikir alangkah baiknya jika aku bisa membuat baju atau sekedar bekerja di bidang itu." Lanjutnya sambil tersenyum menatapku.
"Apa kau ingin ku ajarkan beberapa hal tentang design fashion?Siapa tau suatu saat nanti kau bisa bekerja di butik tempat dimana yang juga mempekerjakanku."
Tanya ku membuat matanya membulat.
"Apa kau serius Candice?" Tanyanya masi dengan mata yang membulat.
Aku menjawabnya dengan anggukanku.
"Aku mau!!!" Katanya lalu memelukku.
"Candice kau sangat baik, aku menyayangimu." Katanya terisak masih memelukku.
"Sudahlah, kau ini cengeng sekali."
Kataku melepas pelukannya lalu sedikit mengacak rambutnya membuatnya sedikit tertawa.
"Wah wah, apa ada hal yang kulewatkan?"
Tanya bibi pada kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trouble With Superstar
RomanceComplete ✔ | FOLLOW BEFORE READ DONT FORGET TO VOTE & KOMEN #1 IN ONENIGHTSTAND 05.01.20 #1 IN SHAWNMENDES 24.10.19 #8 IN HURTS 19.12.19 #1 IN DRAMATIS 09.06.20 #1 IN SUPERSTAR 12.01.20 #29 IN WATTYS 22.01.20 Candice Houger, seorang wanita cantik b...
