Candice sedang berada di cafe saat ini.
Meskipun harusnya ia sudah pulang karna Tifanny lah yang bekerja setelah jam kerja Candice selesai namun sudah hampir 1 jam Candice masih berada di cafe membantu mengajarkan beberapa pekerjaan kepada Tifanny.
"Kau sudah bisa?" tanya Candice saat mengajarkan Tifanny menghias beberapa kue yang baru saja keluar dari oven.
Tifanny mengangguk dengan semangat. Ia sangat senang bisa bekerja di cafe ini.
Selain mendapat pekerjaan ia juga mendapat teman-teman baru yang membuatnya sangat bahagia.
"Baiklah aku tinggal kalau begitu. Jika kau butuh bantuan jangan sungkan untuk tanyakan pada yang lain."
Akhirnya Candice melepas celemeknya lalu berjalan untuk mengambil tas yang ia simpan di dalam lemari penyimpanan.
Setelah ia berpamitan pada semua teman-teman kerjanya iapun berjalan menuju halte bus sambil memainkan ponselnya.
Melihat ada sebuah pesan dari Shawn yang masuk.
"Kau pulang jam berapa hari ini?apa kepalamu masih terasa sakit?"
Isi pesan itu.
"Aku sedang menunggu bus untuk pulang sekarang. Aku sudah baik-baik saja sejak pagi tadi."
Balas Candice.
Semalam Candice memang sedikit merasa sakit kepala dan akhirnya Shawn mengantarnya sampai ke apartementnya.
Namun begitu sampai di apartementnya Candice memutuskan untuk segera beristirahat dan akhirnya Shawnpun langsung pulang dan membiarkannya beristirahat.
"Baiklah jika sudah tidak apa-apa. Maaf aku tidak bisa menjemputmu sekarang karna ada beberapa pekerjaan sebagai gantinya aku akan menjemputmu nanti malam."
Kata Shawn di dalam pesan itu.
"Tidak usa Shawn, aku sudah janji dengan Celine akan berangkat bersamanya. Sudah dulu, busku sudah datang."
Candice memasukkan ponselnya ke dalam tasnya lalu menaiki bus yang sudah datang.
----------------------
Malam telah tiba.
Candice sedang menatap pantulan wajahnya di cermin meja rias.
Ia sedikit menambahkan makeup tipis pada wajahnya yang membuat tampilannya semakin terlihat cantik.
Kring....
Kring....
Bunyi ponsel Candice.
"Candice aku sudah di bawah cepatlah turun."
Kata Celine dari sambungan telepon di sebrang sana.
"Baiklah."
Candice memutuskan panggilan itu lalu segera bergegas turun ke bawah gedung apartementnya.
"Wow... Lihat dirimu, aku yakin laki-laki di sana akan memandangmu tanpa berkedip."
Goda Celine saat melihat sahabatnya masuk ke dalam mobilnya itu membuat Candice tertawa geli mendengar kata-katanya.
"Ternyata kau masih memakainya sampai sekarang." kata Celine tiba-tiba.
Mendengar kalimat temannya itu membuat Candice langsung memegang cincin yang menghiasi kalung yang Candice pakai selama ini.
Karna malam ini ia memakai baju yang low neck makanya Celine bisa melihat kalungnya itu yang biasa selalu ia masukkan ke dalam baju.
Dengan kecepatan normal Celine mengemudikan mobilnya itu menembus jalanan kota New York yang ramai hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah gedung mewah.
Kedua wanita itu langsung berjalan masuk ke dalam gedung itu dan menaiki lift yang ada.
Dapat dipastikan bahwa tempat ini bukanlah club biasa melainkan club mewah kalangan atas.
Ting...
Bunyi lift ketika mereka sudah sampai di lantai tujuan mereka.
Suara musik dan bau asap rokok langsung menyambut kedatangan Celine dan Candice.
Mereka memutuskan untuk datang bersama karna Rossie sudah datang duluan bersama Nick dan teman-teman lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trouble With Superstar
RomanceComplete ✔ | FOLLOW BEFORE READ DONT FORGET TO VOTE & KOMEN #1 IN ONENIGHTSTAND 05.01.20 #1 IN SHAWNMENDES 24.10.19 #8 IN HURTS 19.12.19 #1 IN DRAMATIS 09.06.20 #1 IN SUPERSTAR 12.01.20 #29 IN WATTYS 22.01.20 Candice Houger, seorang wanita cantik b...
