Setelah kurang lebih 22 jam berlalu, akhirnya pesawat yang ditumpangi Candice telah mendarat di bandara kota New York.
Dengan tak sabar wanita itu melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruang pengambilan bagasi untuk mengambil kopernya.
Setelah menunggu lumayan lama akhirnya koper berwarna merah muda miliknya keluar.
Ia melangkahkan kakinya keluar dari ruang pengambilan bagasi.
Saat ia berada di pintu keluar ia langsung disambut teriakan seorang wanita yang sudah sangat dihafalnya sejak bangku sekolah, siapa lagi kalau bukan Celine.
"Candice!!! Over here!!!"
Teriak Celine sambil melambai-lambaikan tangannya.
"Wahhhh sudah lama sekali kita tidak bertemu, dan kau semakin cantik."
Sapa Celine sambil berpelukan dengan Candice.
"Dasar kau Celine, sudah kubilang jangan memberikanku gombalan seperti itu. Kau memang tidak berubah dari dulu."
Kata Candice sambil mencubit pipi Celine.
"Aww... Kau ini, kenapa mencubitku di depan umum, nanti orang lain akan tau rahasia kita bahwa kit-a-a... Awwww!!!!"
Belum sempat Celine menyelesaikan kata-katanya namun ia sudah mendapat hadiah pukulan di kepalanya.
"Kau ini!!!jangan sembarangan bicara jika masi menyayangi mulutmu yang cantik itu ya."
Namun gertakan Candice itu sia-sia, karna Celine memang tidak pernah memperdulikan kata-katanya.
Celine hanya menatap geli dan tertawa melihat sikap Candice.
Celine memang paling suka menjahili teman-temannya sejak dulu, terutama Candice.
"Baiklah, ayo sini kubantu kau membawa kopermu itu."
Celine mengambil 1 koper dari tangan Candice dan berjalan menuju tempat parkir dimana mobilnya itu diparkir.
Dalam perjalanan mereka banyak mengobrol beberapa hal kecil seperti teman-teman sekolahnya dulu dan lain-lain sampai akhirnya Celine sadar bahwa ia tidak tau harus menuju jalan mana untuk mengantarkan Candice karna sedari tadi Candice tidak memberi taunya dimana ia tinggal.
"Kau akan tinggal dimana?apa kau sudah menemukan tempat tinggal?Jadi aku harus mengantarmu kemana?"
Tanya Celine .
"Aku akan tinggal di apartemen yang dulu ditempati Helena."
Jawab Candice sambil menatap Celine.
Celine hanya menatapnya dengan penuh tanya dan Candice seolah mengerti dengan tatapannya itu.
"Ya, aku akan tinggal di apartemen Helena karna aku menghargainya."
Jawab Candice.
"Meskipun apartement itu terbilang tidak mewah dan tidak terlalu besar namun dulu ia yang membelinya sendiri dengan hasil jerih payahnya.
Aku rasa dia juga akan senang jika aku tinggal disana." Lanjutnya.
"Kau tau Candice, jika Helena masih disini sekarang ia pasti sangat bangga karna memiliki adik seperti dirimu." ia menatap Candice sebentar lalu memfokuskan pandangannya lagi ke jalan.
"kau tidak hanya cantik, tapi kau juga memiliki hati yang baik. Andai saja aku laki-laki, pasti aku sudah jatuh cinta padamu."
Lanjut kata Celine yang diakhiri dengan candaan cirikasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trouble With Superstar
RomanceComplete ✔ | FOLLOW BEFORE READ DONT FORGET TO VOTE & KOMEN #1 IN ONENIGHTSTAND 05.01.20 #1 IN SHAWNMENDES 24.10.19 #8 IN HURTS 19.12.19 #1 IN DRAMATIS 09.06.20 #1 IN SUPERSTAR 12.01.20 #29 IN WATTYS 22.01.20 Candice Houger, seorang wanita cantik b...
