"Baiklah Nick aku akan segera mengatakan pada orang tuaku mengenai perpindahanku." Ucap wanita berparas cantik itu melalui ponselnya.
"Aku sudah sampai di rumah, aku akan menelponmu lagi nanti oke?"
"Baiklah, aku mencintaimu. Bye." Ucap wanita itu mengakhiri perbincangannya lalu segera turun dari mobil sportnya sambil membawa beberapa kantung belanjaan bermerk di tangannya.
Ia berjalan melangkahkan kaki jenjangnya menuju ke beberapa anak tangga yang berada di mansionnya namun langkahnya sedikit terhenti ketika mendapati sebuah mobil mewah yang terparkir di halaman mansionnya tersebut.
'Hmm? Mobil siapa itu? Ah mungkin saja dad membawa teman bisnisnya ke rumah.' Batinnya lalu kembali melangkahkan kakinya memasuki mansion mewah milik keluarga Miller tersebut.
Ia tidak terlalu memusingkan mengenai mobil itu karna ayahnya yang di kenal dengan nama Shawn Miller itu memang sering membawa rekan bisnis yang dekat dengannya ke mansion mereka sekedar untuk berbincang atau juga makan malam bersama seperti saja Zac dan juga Wyne. Ya, kedua orang itu sudah pindah ke Paris karna mereka membangun bisnisnya di kota itu seperti juga Shawn yang sudah mulai menginjak dunia bisnis sejak 17 tahun lalu karna melanjutkan perusahaan ayahnya.
"Im Home." Sapa wanita itu ketika memasuki mansion mewah tersebut dengan suara yang cukup keras seperti kebiasaannya.
"Mica? Kau baru pulang jam segini huh?" Ucap wanita berambut coklat gelap dengan paras yang bisa di bilang masih cantik di usianya yang sudah berkepala empat.
"Yes mom, banyak pekerjaan di butik." Ucapnya pada wanita yang saat ini sedang memijit keningnya sambil menggeleng. Candice, ibunya.
"Kau masih ingin bilang kalau kau ke butik hingga pukul segini huh? Jelas-jelas kau sudah tidak ada di butik sejak pukul 3 Mica dan sekarang sudah pukul 9 malam bahkan kami saja sudah menyelesaikan makan malam."
"Oh dan lihat paper bag yang berada di tanganmu. Kau belanja lagi huh?" Lanjut Candice sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Astaga mom, aku juga butuh yang namanya hang out dengan temanku mom dan mengenai ini..." Ucap Mica sambil mengangkat paper bag yang berada di kedua tangannya itu.
"Ini adalah hasil gaji dari pekerjaan yang sudah ku kerjakan." Ucap Mica sambil tersenyum bahagia namun Candice kembali memijat pelipisnya.
"Simpanlah gajimu untuk masa depanmu Mica." Balas Candice lagi.
"Aku sudah menyimpan uang jajan dari dad jadi aku butuh gajiku untuk berbelanja. Lagi pula kan dad memberikanku extra uang jajan tambahan." Ucap Mica membuat Candice langsung memelototi Shawn yang sedari tadi hanya diam menikmati pemandangan setiap hari antara ibu dan anak itu.
"Apa? Aku hanya memberikannya bonus karna dia menyimpan uang jajan dariku dengan baik." Ucap Shawn.
"Ya, kau selalu mengatakan itu. Kau baru saja membelikannya mobil sport 5 bulan lalu dan sekarang kau memberikannya uang jajan tambahan?"
"Oh ayolah Can, dia adalah putriku satu-satunya, aku juga ingin memanjakannya." Balas Shawn menatap Candice.
"Benar kata dad, bagaimanapun aku adalah putri dad satu-satunya, bukan begitu dad? Lagi pula aku juga rajin menabung kan dad jadi tidak ada salahnya jika dad memberikan uang jajan extra untukku agar aku bisa menggunakan gajiku dengan lebih bebas. Ugh, dad memang yang terbaik." Ucap Mica langsung duduk di atas pangkuan Shawn sambil memeluk Shawn.
"Astga Mica, paper bagmu mengenai wajah dad." Protes Shawn.
"Ups, sorry. Hehehe." Ucap Mica langsung melepaskan pelukannya dari Shawn dan berdiri dari pangkuan Shawn. Yah wanita itu memang lebih akur dengan Shawn dari pada Candice meskipun ia juga cukup dekat dengan Candice namun Candice lebih sering memarahinya dari pada Shawn.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trouble With Superstar
Roman d'amourComplete ✔ | FOLLOW BEFORE READ DONT FORGET TO VOTE & KOMEN #1 IN ONENIGHTSTAND 05.01.20 #1 IN SHAWNMENDES 24.10.19 #8 IN HURTS 19.12.19 #1 IN DRAMATIS 09.06.20 #1 IN SUPERSTAR 12.01.20 #29 IN WATTYS 22.01.20 Candice Houger, seorang wanita cantik b...
