Chapter - 83

2.8K 152 31
                                        

Cuapek pol habis ketik 4200 words langsung tanpa berhenti!! Mata juga uda capek parah.
Aku rasa next chapter juga bakal panjang jd mungkin 2 atau 3 chapter lagi bakalan selesai cerita ini dan aku bakal revisi ulang lg.
Semoga pada suka loh part ini.
Jangan lupa VOTE dan KOMENNYA.

Happy Reading.
Love L.K

Candice POV

Aku terus memandangi wajah Shawn yang masih terbaring lemah saat ini.
Ini sudah hampir satu minggu semenjak hari dimana Shawn mengalami kecelakaan karna diriku.
Kondisinya cukup buruk, ia kehilangan banyak darah, tulang tangan di bagian kanannya mengalami retak dan juga beberapa luka di wajahnya. Untung saja kepalanya tidak terbentur di aspal yang dapat mengakibatkan sebuah kefatalan kata dokter.

Saat ini ia sudah melewati masa kritisnya namun ia masih belum sadarkan diri sejak kemarin yang justru membuatku khawatir.
Keluarga Shawn juga sudah datang dan melihat kondisi Shawn saat ini, mereka sangat sedih terutama mom, mom terus menangis melihat Shawn yang tidak sadarkan diri. Ia selalu bolak balik menanyakan dokter kapan Shawn akan sadar dan mengapa Shawn belum juga sadar, bersyukur dad dan Aaliyah terus berusaha menenangkannya sementara aku, aku sudah 2 hari ini menitipkan Mica pada Merlin dan mom. 

Sesekali aku pergi untuk memantau kondisi Mica atau sekedar memberikannya asiku secara langsung dan menidurkannya setelah itu aku langsung kembali ke rumah sakit di temani oleh supir Mike dan penjaga yang ia siapkan untukku.

Selama hampir seminggu ini juga Mike sibuk karna ia harus melacak semua detail-detail kejadian ini namun ia juga masih menyempatkan diri untuk menemaniku di rumah sakit begitupun juga dengan Wyne, Nick, Zac, Celine dan Rossie yang tak pernah lelah untuk bolak balik ke rumah sakit.

Terkadang mereka datang dengan membawakanku makanan secara bergantian, terkadang mereka juga menyempatkan diri untuk datang hanya sekedar untuk memberikanku semangat dan menghiburku.

Tok..
Tok..
Tok..

Suara sebuah ketukan pintu membuatku melayangkan pandanganku dan ternyata Zac, Mike, Wyne dan Celine lah yang datang.

"Hai." Sapa Mike lalu jalan menghampiriku.

Aku membalas sapaannya dengan suara kecil juga senyuman tipis yang berusaha ku sunggingkan.
Mike mengacak rambutku lalu ia sedikir membungkuk mensejajarkan tingginya padaku yang sedang duduk di bangku yang berada tepat di samping tempat tidur Shawn.

"Kau pasti belum makan bukan? Aku membelikan fettuccine carbonara kesukaanmu."
Ucapnya membuatku kembali menyunggingkan senyumanku.

"Thanks Mike." Ucapku.
Mike memang selalu tau bagaimana caranya untuk membuat suasana hatiku jauh lebih baik.

"Makanlah dulu Can, kau jangan menyiksa dirimu seperti ini." Lanjut Celine dan aku menganggukkan kepalaku lalu mulai beranjak ke sofa yang berada di ruangan ini.

Mike membukakan makanan yang ia bawa itu lalu menyodorkanku sebuah garpu yang memang sudah dapat dari restauran itu lalu ia kembali berdiri untuk mengambilkanku segelas air.
Aku sedikit menghirup aroma wangi dari makanan itu agar selera makanku bisa kembali lebih baik lalu aku mulai melahap fettuccine itu.

Rasanya lezat, aku tidak bisa berbohong namun tetap saja nafsu makanku tidak sebaik biasanya karna keadaan Shawn saat ini.

"Bagaimana rasanya?" Tanya Mike membuatku mengalihkan pandanganku padanya.

"Enak." Jawabku singkat.

"Kalau begitu habiskan, kau sudah semakin kurus sekarang." Katanya.

"Itu bagus." Jawab singkatku lagi membuatnya mengerutkan keningnya membuatku sedikit terkekeh.

Trouble With SuperstarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang